
Baru saja dibicarakan, kadal api gurun yang bermata hitam itu sudah muncul dan langsung menembakkan bola api dengan inti berwarna hitam.
Perisai perahu terbang mulai bergetar hebat akibat dihantam terus menerus dari bawah. Ye Chen mulai menimbang untuk langsung turun dan membunuh kadal-kadal itu tapi bagaimana dengan yang lain? bagaimana jika mereka telah sampai di sana dan dia belum bisa menyusul?
Kadal-kadal memang bukan tandingan Ye Chen tapi cukup merepotkan karena jumlahnya sangat banyak.
Yang Ye Chen khawatirkan adalah awan hitam di depan sana, sekali Ye Chen turun makan akan sulit untuk naik kembali tepat waktu.
"Giro perintahkan pasukan seratus untuk memanah kada-kadal itu, pastikan serangannya menembus tengkorak kepala."
Setelah mengirim pesan kepada Giro, Ye Chen lalu memberi pesan kepada pengrajin Mingdi untuk menambah kecepatan dan memperkuat perisai, terutama bagian depan. "Jangan pedulikan hal lainnya, fokuslah pada keseimbangan kapal." ucap Ye Chen.
Jauh di depan sana, ada segumpal awan hitam tebal yang siap menanti. Dalam perspektif Ye Chen, ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan dibanding kabut beracun dan kadal api gurun.
"Kakak Chen apa yang terjadi? kenapa kami tidak boleh membantu menyerang kadal-kadal itu?"
Gu Xia dan yang lain datang dan mengajukan protes, mereka menganggap ye Chen berpikir mereka tidak cukup kuat.
"Simpan tenagamu baik-baik, perjalanannya masih sangat panjang."
"Tidak! kami juga akan membantu."
Ye Chen tidak berkata apa-apa lagi, dia hanya tersenyum sambil berkata dalam hati, "Aku sepertinya terlalu mengkhawatirkan mereka, bagaimana pun mereka ikut karena ingin berpetualang."
Tadinya Ye Chen juga ingin membunuh kadal-kadal itu tapi tidak jadi, ini latihan uang bagus untuk mereka pikirnya.
"Ingat, tengkorak kepalanya harus tembus."
Bagi pasukan seratus, ini bukanlah apa-apa. Kultivasi mereka di tingkat Surgawi tahap awal, dengan mudah dapat membunuh kadal api gurun tepat sasaran namun berbeda dengan yang lain, mereka hanya berada di tingkat Suci akhir. Dan hanya Xiao Yun dan Song Fei yang bisa menggunakan teknik panah surgawi.
Dalam waktu singkat, ribuan kadal sudah terbunuh dan kebanyakan dibunuh oleh pasukan seratus.
"Bersiaplah, kita akan memasuki awan hitam." Ye Chen berseru.
Blush...
__ADS_1
Perahu terbang memasuki awan hitam. Tidak ada yang terjadi selama beberapa saat namun tiba-tiba kapal bergetar, ratusan benda hitam menabrak perisai dengan kuat.
Ketika diperhatikan lagi, ternyata itu adalah hewan iblis lain, kelelawar hitam dingin. Entah apa yang merasuki mereka sehingga mereka menabrak kapal dengan gila. Ukurannya yang sebesar sapi dewasa membuat retakan pada perisai kapal.
Ye Chen memanggil semua orang untuk membunuh kelelawar hitam dingin sebelum menghantam perisai, Ia sendiri menyalurkan Qi yang sangat besar untuk menjaga kestabilan kapal.
"Pengrajin Mingdi, tambah kecepatan! kita harus keluar dari awan gelap ini secepatnya."
"Baik tuan."
Blarr...
Blarr...
Ledakan demi ledakan terdengar keras ketika ratusan panah Qi dari perahu terbang menghantam kelelawar hitam dingin. Satu persatu kelelawar itu meledak dan tak pernah bisa mendekati perahu terbang.
Akhirnya semua merasa lega saat keadaan mulai sedikit tenang dan tak ada lagi kelelawar yang menghantam kapal namun keadaan itu hanya sebentar saja, sebab di didepan sana kilatan petir sudah siap menyambut mereka.
"Pengrajin Mingdi, aku kira tak ada bahaya lagi dari kelelawar-kelelawar itu. Kamu pelankan sedikit laju kapal." kata Ye Chen yang tidak pernah lengah sedikit pun, Ia secara berkala terus memeriksa keadaan di depan.
Ye Chen membagikan pil pemulih dan artefak perlindungan diri.
"Setelah ini aku harap semuanya bisa bersiap, aku juga tak tau seberapa hebat bahaya di depan sana."
Tak ada yang bersantai, semua merasa ngeri melihat kumpulan petir di depan. Suara kilatan-kilatan petir itu saja sudah membuat mereka berkeringat dingin.
"Tuan Chen," Giro mendekati Ye Chen yang juga sedang berdiri dengan tenang. "Anda harus mengatakan kepada mereka."
"Tidak, aku rasa lebih baik mereka melihatnya sendiri. Aku takut mereka terlalu khawatir."
"Giro, aku akan merepotkanmu lagi untuk menjaga dan mengawasi mereka. Lalu bagi pasukan seratus menjadi beberapa kelompok dan tempatkan si sekeliling kapal. Aku sendiri yang akan bersama nona Xiao Yun dan panglima Du."
"Baik tuan."
Giro pun pergi lalu membagi pasukan seratus menjadi tiga. Masing-masing dari mereka berjajar rapi di sisi kapal, dua baris. Giro sendiri berada di baris kedua di bagian belakang kapal, di sampingnya Lu Jia, alu Ji Li, Gu Xia dan Song Fei berdiri.
__ADS_1
"Paman Giro, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kita seperti akan menghadapi terjangan musuh yang sangat kuat?"
Gu Xia yang berdiri di samping Giro penasaran dengan pengaturan yang dibuat di perahu terbang.
"Tidak terlalu kuat tapi kita harus tetap berhati-hati, siapkan saja pedang anda dan apapun yang terjadi, jangan pernah berpisah. Kita harus terus bersama untuk saling melindungi."
"Paman Giro, apakah kami cukup kuat untuk membunuh musuh kali ini?"
"Kalau tidak kuat apakah kami atau salah satu dari kami akan tewas di sini?"
"Hahaha kalian terlalu banyak berpikir. Jangan khawatir, bahkan musuh saja belum terlihat, lagipula tuan Chen tak akan membiarkan siapapun tewas."
Giro sangat mengerti pikiran keempat gadis ini, mereka hanya di tingkat Suci akhir, paling lemah di antara mereka semua. Kalau perkiraannya benar tentang musuh yang akan datang maka kemungkinan besar tak akan bisa membunuh satu pun musuh.
Sementara itu di bagian depan kapal.
"Nona Xiao aku ingatkan lagi, jangan pernah berpikir untuk membunuh musuh seorang diri dan panglima Du, bila ada keadaan buruk terjadi, aku mau anda membawa nona Xiao pergi ke belakang kapal."
"Tuan Ye, sebenarnya apa yang akan terjadi? kenapa aku merasa sesuatu yang mengerikan akan terjadi?"
Ye Chen menghela nafas, terdiam sebentar lalu berkata. "Aku merasa bukan hanya petir-petir itu yang akan menjadi masalah kita tapi ada sesuatu yang kuat yang ada di dalam sana."
"Sekuat itu?" sahut panglima Du.
"Tidak juga, tapi jumlahnya akan sangat merepotkan. Semoga aku salah."
Panglima Du dan Xiao Yun tidak bertanya lagi, seluruh urat di tubuh mereka menegang. Mereka ini bukan orang yang tidak mengerti, hanya saja Ye Chen tak mau menceritakan detailnya.
"Bersiaplah."
Drrrt....
Petir adalah salah satu kekuatan terkuat dari alam, banyak kultivator yang mengolah petir menjadi kekuatannya dan menjadi kultivator yang susah dicari tandingannya.
Perahu terbang masuk ke dalam hujan petir itu dengan kecepatan sedang.
__ADS_1