Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Membawa Song Fei


__ADS_3

Waktu pernikahan patriark sekte kegelapan tinggal sehari lagi, tidak terasa Ye Chen sudah tiga hari berada di gedung kiri selama ini.


Kondisi Song Fei, biarpun masih dalam keadaan terikat tapi sudah jauh lebih baik berkat meminum pil secara teratur.


Penyelidikan gedung kanan sudah dilupakan Ye Chen, bukan apa-apa hanya saja sangat sulit untuk masuk ke sana.


Tadinya Ye Chen berniat membuat satu atau dua titik teleport di sana, hanya untuk berjaga-jaga saja kalau titik yang Ia but sebelumnya tidak bisa digunakan.


"Song Fei, maaf karena tidak membuka tali yang mengikatmu selama ini, aku takut ketahuan sebelum bisa merencanakan jalan untuk keluar dari sini."


Song Fei memandang Ye Chen, "Aku mengerti."


"Aku sudah menyiapkan rencana pelarian kita dari sini. Bersiaplah, nanti aku akan menjemputmu."


Ye Chen meninggalkan Song Fei.


Ia tidak kembali berjaga melainkan pergi ke asrama, sekaligus memeriksa titik-titik teleport yang sudah Ia siapkan.


Kericuhan masalah kehilangan air yang berisi obat tidur di asrama sudah reda, kalau hilang ya tinggal ganti yang baru.


Pernikahan patriark sekte yang kian dekat juga turut mengalihkan kericuhan ini.


"Hei kau! cepat pergi ke gedung kanan, ambil air yang baru," perintah kepala asrama yang melihat Ye Chen baru datang. "ambil ini." sambungnya lagi sambil melempar sebuah token yang sebagai tanda masuk.


"Memang orang baik selalu beruntung hehe." gumam Ye Chen "Siap senior." ucapnya dengan penuh semangat.


Hanya ada dua ruangan di dalam gedung, Ye Chen masuk ke salah satu ruangan sesuai arahan penjaga dalam.


"Senior, aku datang dari asrama."


"Masuk saja ke sana, lalu cepat pergi sini." kata seorang penjaga dengan kasar.


Ye Chen hanya mengangguk, tapi dalam hati Ia berkata tunggu saja sampai mulut kalian kurobek, lihat bagaimana kalian bisa bicara nanti.


Beberapa tong besar sudah ada di ruangan ini, tidak ada penjaga atau yang lain kecuali seorang pria paruh baya yang terlihat sedang memasukkan sesuatu ke dalam tong.


"Senior," Ye Chen memanggil tapi di abaikan saja oleh pria ini. "senior...!" panggil Ye Chen lagi dan kali ini berhasil menarik perhatiannya.


"Belum ada yang siap, kau ambil saja dan campur sendiri. bubuknya ada di sana."


"Eh apa segampang ini? rasanya percuma saja usahaku memisahkan air dan bubuk itu." batin Ye Chen lalu dengan tanpa ragu megambil semua serbuk obat dan memasukkan sedikit ke dalam tong air.

__ADS_1


Tidak mau lama-lama, Ye segera kembali ke asrama , meletakkan tong air dan kembali lagi ke gedung kanan.


Kali ini Ye Chen sudah memakai jubah penjaga gedung kiri.


"Senior minta maaf, aku di suruh tetua untuk mengambil sesuatu di dalam." kata Ye Chen seraya menghrmat.


"Hahaha begitu seharusnya bersikap, kami penjaga gedung kanan lebih hebat dari gedung kiri." sahut penjaga dalam yang termakan pujian Ye Chen. "Nah masuk sana." lanjutnya lagi tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Terima kasih senior, memang sudah seharusnya begitu." kata Ye Chen merendah lagi segingga membuat penjaga dalam semakin bangga.


"Sialan hampir saja aku tertipu," Ruangan yang Ye Chen masuki adalah gedung harta sekte kegelapan.


Ia ingat menawan seorang anggota sekte yang mengaku bahwa gedung harta terletak di tempat yang berbeda.


Harusnya aku tidak mempercayainya, tidak mungkin anggota yang rendah seperti mereka diberitahu informasi sepenting ini.


Tanpa berpikir panjang, Ye Chen menguras habis semua harta di dalam gudang, lenyap ke dalam dimensi cincinnya tanpa menghitung seberapa banyak dan apa saja.


Yang jelas harta ini sangat banyak.


"Saatnya membawa Song Fei keluar dari sini" ucap Ye Chen dalam hati.


Ia berjalan secepat mungkin ke gedung kiri.


"Tidak ada waktu, ambil ini dan cepatlah." ucap Ye Chen tidak sabar.


Song Fei melakukan semua perintah Ye Chen dan mengikutinya keluar dari gedung terus menuju hutan kecil pintu keluar dimensi.


"Kami ada tugas luar." kata Ye Chen tegas di depan penjaga.


"Silahkan senior, silahkan... hati-hati." si penjaga yang mengenal jubah yang di kenakan Ye Chen menjawab dengan sangat sopan.


Status penjaga dalam gedung memang jauh lebih tinggi dari semua anggota sekte yang ada. Posisinya berada di bawah tetua di masing-masing gedung.


Baru ketika di luar dimensi, Ye Chen bisa bernafas lega.


"Masih ingat dengan taman belakang desa? kita ke sana." ajak Ye Chen.


Kenangan masa lalu seketika terbayang di benak Song Fei yang membuat wajahnya memerah, tapi hanya sebentar, Ia sadar semua itu hanyalah kenangan belaka.


Sama sekali tidak bisa merubah apapun buatnya dan Ye Chen.

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Ye Chen sesampainya mereka di taman belakang desa.


"Aku baik-baik," jawab Song Fei. "Hanya saja aku tak bisa menggunakan Qi."


Ye Chen mengangguk, "Aku tau, maaf aku belum bisa mencari penawarnya, tapi aku janji menyembuhkanmu. Oh ya bagaimana sampai kau bisa tertangkap?"


"Setelah tuan muda pergi, aku berlatih berkultivasi sesuai anjuran tuan muda." Song Fei memulai ceritanya.


Sehari sebelum Song Fei pergi, sekte kegelapan menyerang desa. Hanya dia dibantu beberapa orang penduduk yang bisa melawan dan berhasil memukul mundur anggota sekte kegelapan.


Namun mereka kembali dengan membawa anggota lebih banyak, termasuk tetua yang menahannya.


"Salahku yang tidak bisa membaca situasi, tadinya kukira mereka hanya pengacau kecil saja dan berbangga karena berhasil mengusir mereka."


"Tidak apa tapi lain kali kau harus lebih waspada, lalu bagaimana selanjutnya?"


"Rupanya mereka memandang remeh desa sehingga hanya mengirim sedikit orang saja, akhirnya seperti yang anda lihat, kami semua ditawan."


"Tuan muda, aku sangat takut. Mereka pemuja kegelapan dan kami semua akan dikorbankan untuk pengeran kegelapan." Song Fei bercerita dengan mata berkaca-kaca.


"Tenanglah, kau akan baik-baik saja," ucap Ye Chen lembut. "oh ya apa kau pernah bertemu dengan Chu Xiong?"


"Tidak, bukankah Ia pergi bersama tuan muda?"


"Kami berpisah di kota Kenanga, aku ke ibukota mengikuti sebuah turnamen."


"Apa dia kembali ke sini?"


"Entahlah, tapi aku samar-samar merasakan jejak auranya, sama seperti dirimu. Apalagi aku tidak melihatnya saat kembali ke kota Bunga."


Melihat Song Fei masih tertekan, Ye Chen menyuruhnya istirahat. "Tenang saja, di sini aman tidak akan ada dari mereka yang bisa masuk ke sini."


"Tuan... um, bolehkah aku meminta sesuatu?"


"Tentu saja, apa itu?"


"Itu... sebenarnya aku sangat takut," Song Fei berhenti sebentar takut Ye Chen menertawakannya. "Bisakah tuan tidak pergi dulu, bisakah menemaniku dulu?"


"Haha kukira apa, tentu saja. aku akan menjagamu, apa kau mau aku tidur di sampingmu?" goda Ye Chen.


"Tuan muda...." ucap Sing Fei dengan wajah memerah.

__ADS_1


Ye Chen tersenyum. "Tidurlah aku akan berjaga untukmu."


__ADS_2