Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Pertempuran Berakhir


__ADS_3

Puteri Jia tak tau harus berbuat apa melihat keadaan Ye Chen, mukanya pucat dan auranya tidak beraturan. Yang Ia lakukan hanya memeluk kepala Ye Chen dan menaruhnya di dadanya sendiri sambil terisak.


Sementara Ye Chen dalam keadaan setengah sadar berusaha mengatur aliran Qi nya yang berantakan akibat pukulan puteri Jia barusan. Kalau dalam keadaan biasa, Ye Chen pasti bisa menghindar atau menahan pukulan ini tapi saat itu dia sedang mengatur tenaganya karena mengobati puteri Jia. Memindahkan inti Naga Air dari dalam tubuh sendiri dan mengaturnya agar masuk ke dalam tubuh puteri Jia bukanlah hal yang mudah dilakukan.


Selang beberapa lama, Ye Chen membuka matanya. Yang pertama dilihatnya adalah tempat dimana kepalanya bersandar, rasanya hangat dan menyenangkan.


"Ad-adik Jia... aku baik-baik saja."


"Kakak Chen... kau sudah sadar? bagaimana keadaanmu, apa masih sakit...?"


Puteri Jia bertanya bertanya panik, "Kulitmu sangat halus dan lembut." puteri Jia tersentak kaget, Ia baru sadar keadaan itu dan menjauhkan Ye Chen darinya.


"Biarkan aku di sini sebentar."


Ucapan Ye Chen membuat puteri Jia tersenyum, Ia kembali menarik, memeluk kepala Ye Chen di dadanya. Meskipun Ia tak bisa menenangkan debaran hatinya tapi entah kenapa puteri Jia sangat senang dengan situasi ini.


Beberapa saat kemudian, Ye Chen mengangkat kepalanya, menatap wajah puteri Jia yang memerah dengan mata tertutup. Ye Chen memberanikan diri mengusap kulit halus di wajahnya dan berkata, "Adik Jia, terima kasih." setelah itu Ye Chen mendorong halus tubuh puteri Jia, Ia sendiri mengambil sedikit jarak lalu menegakkan duduknya dan mulai memperbaiki energinya yang masih kacau.


"Kakak Chen...."


"Tunggu aku memulihkan diri terlebih dahulu, lalu memelukmu sepanjang hari." kata Ye Chen sambil tersenyum menggoda, tentu saja dengan mata yang sudah tertutup.


"Ish dasar mesum."


Puteri Jia menyambar pakaiannya, menutupi tubuhnya dan keluar dari kolam dengan wajah bersemu merah sambil tersenyum bahagia.


Tak butuh waktu lama untuk Ye Chen menstabilkan energinya, kekuatannya telah kembali seperti semula. Pelepasan inti Naga Air dalam dirinya tidak mempengaruhi kultivasi maupun kekuatan energi dinginnya sendiri.


"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa sampai kau terluka begini?".


Ye Chen sudah berpakaian kembali, begitu juga dengan puteri Jia. Saat ini mereka sedang duduk berhadapan dan untuk menghilangkan kecanggungan, Ye Chen bertanya kejadian saat puteri Jia terluka.


"Waktu itu aku sedang menjalankan misi, entah dari mana datangnya, tiba-tiba saja aku telah dikepung dan terjadilah peristiwa itu," puteri Jia menarik nafas. "Entah bagaimana nasib teman-teman yang lain." lanjutnya dengan wajah sedih.


Ye Chen juga tak bisa berbuat apa-apa. Setelah lama berbincang-bincang, Ia memberanikan bertanya keadaan puteri Jia.

__ADS_1


"Kakak Chen, terima kasih sudah menolongku."


"Tidak masalah," sahut Ye Chen. "Aku bersedia untuk menolongmu lagi."


Puteri Jia melotot, "Apa kau menginginkan aku terluka lagi?" meski begitu, puteri Jia tidak bisa menahan debaran jantungnya ketika mengingat apa yang mereka lakukan di kolam.


Ye Chen hanya tersenyum, Ia tau puteri Jia tidak marah. "Apa kultivasimu sudah stabil? kalau sudah, ayo kita keluar, aku akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Bagaimana dengan kawanan Iblis diluar sana?"


"Tentu saja kita habisi dulu, untuk itu aku bertanya kultivasimu, kalau belum stabil sebaiknya stabilkan terlebih dahulu." Ye Chen.


"Baik, aku juga sudah tak sabar mencoba kekuatan ini." sahut puteri Jia, Ia tampak sangat bersemangat sambil terus tersenyum.


Ye Chen membiarkan puteri Jia sendiri, Ia keluar gua untuk mencari Giro dan Lin Yungtao.


Keesokan harinya puteri Jia telah selesai menstabilkan kultivasinya dan berjalan ke mulut gua, di sana, Ye Chen, Giro dan Lin Yungtao telah menunggu. "Aku siap." ucapnya dengan keyakinan penuh.


Keempatnya keluar dari gua, langsung menuju gurun. Dalam perjalanan, Lin Yungtao memberitahu Ye Chen dan puteri Jia jika pasukan keamanan langit sudah berada di sana bersama para tetua akademi.


Giro mendekati Ye Chen lalu berbisik, "Kemarin aku melihat Sirio ada di antara pasukan Iblis."


Ye Chen mengangguk, "Aku akan mengurusnya sendiri, pastikan kau melindungi adik Jia."


"Baik tuan."


Meskipun Ye Chen tau puteri Jia sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya tapi Ia tetap saja khawatir. Mungkin perlu beberapa waktu agar puteri Jia terbiasa dengan kekuatannya saat ini, alasan inilah yang membuatnya ingin membawa puteri Jia untuk sedikit melatih keterampilan nya menggunakan beberapa teknik pukulan inti es.


Tidak butuh waktu lama sampai Ye Chen dan rombongannya sampai di gurun, kedatangan mereka disambut oleh tetua Lan yang memimpin pasukan alam langit menghalau serangan Iblis.


"Guru Lan, anda di sini." sapa Ye Chen.


Tetua Lan mengangguk, dari pandangannya terlihat senang dengan kedatangan Ye Chen. "Karena kau sudah datang, urusan di sini aku serahkan kepadamu."


Ye Chen bukan tidak mau tapi bagaimana bisa urusan ini diserahkan padanya yang baru saja tiba.

__ADS_1


"Murid-murid akademi sudah ditarik mundur, aku harus pergi melihat tempat lain."


"Tapi...."


"Tidak ada tapi-tapi, nah aku pergi."


Tetua Lan tidak memberi kesempatan Ye Chen membantah, Ia langsung pergi setelah mengucapkan kalimat terakhir.


Selepas tetua Lan pergi, seseorang datang menghampiri Ye Chen. "Saudara Chen, situasi di sini hampir bisa dikendalikan." Hanya itu yang dia ucapkan lalu pergi.


"Saudara Chen, sepertinya ini bukan masalah kecil."


"Aku juga heran, semua tampak tergesa-gesa." ucap Ye Chen menimpali perkataan Lin Yungtao.


"Lalu sekarang bagaimana?"


"Karena kita telah di sini, mungkin lebih baik kita membantu pasukan alam langit, bagaimana menurut kalian?" Ye Chen.


"Aku setuju, aku juga ingin melihat sampai dimana kekuatan ku sekarang."


Puteri Jia tampak bersemangat, dengan langkah lebar Ia melesat cepat menuju pasukan Iblis.


"Saudaranya Chen, ayo."


"Pergilah, jaga adik Jia. Aku ke sisi yang lain." Ye Chen menimpali ajakan Lin Yungtao. Tapi ia tidak benar-benar pergi, Ia menunggu Lin Yungtao pergi lalu berpaling kepada Giro.


"Giro, tak ada yang bisa kita lakukan di sini. Aku bisa melihat pertempuran ini akan segera berakhir."


"Apa yang Tuan rencanakan?"


"Pergilah dan ikuti tetua Lan, selidiki apa yang terjadi dan jangan lupa kabari aku secepatnya kalau kau menemukan keberadaan Sirio. Oh ya aku akan mengajak adik Jia ke rumah kita. Aku tunggu kabarmu."


"Baik tuan."


Degan bantuan Ye Chen, puteri Jia dan Lin Yungtao, pasukan Iblis dan makhluknya terkutuk dapat segera dimusnahkan. Ye Chen membawa puteri Jia ke rumahnya di lembah sementara Lin Yungtao kembali ke akademi untuk mencari informasi lain.

__ADS_1


__ADS_2