
"Jangan terlalu banyak bertanya. Habiskan manakanmu."
Ye Chen menegur Yue yang sering bertanya ini itu, terutama keadaan yang terjadi sekarang.
Selama satu bulan lebih, dia hanya berlatih dan tidak tau apa yang terjadi, berbeda dengan Ye Chen yang masih mempunyai hubungan dengan ketua Bong.
"Lihat, bukankah mereka dari sekte Api Abadi? aku dengar sekte itu sedang bermasalah."
"Bukan bermasalah lagi tapi menjadi buang masalah. Apa kamu tau siapa yang membuat keributan ini, itu adalah keluarga Bai dan keluarga Bai berasal dari sekte Api Abadi."
"Hei pelankan suaramu, apa kalian tidak takut ada yang mendengar."
Rumah makan adalah tempat yang paling cocok untuk mencari informasi, orang-orang bahkan berbicara dengan bebas dan. Karena itulah Ye Chen memilih untuk mencari makan sekaligus mencari informasi ini.
Tapi yang didengarnya membuatnya terkejut, "Ternyata ulah keluarga Bai." Ye Chen ingat Baiyun, lalu terus Bai. Hanya saja masalah antara dirinya dan keluarga Bai tidak cukup untuk membuat keadaan menjadi begini.
"Aku tidak peduli, kalau ada anggota sekte itu yang berani muncul, aku akan mengumpulkan yang lain."
"Apa kalian tau? patriark berselisih dengan partriak Su dan patrialis dari sekte Api Abadi itu pergi dari ruang rapat."
Bahkan Ye Chen terdiam tak percaya dengan berita ini, kalau apa yang diucapkan pengunjung rumah makan ini benar, situasinya mungkin sudah tidak terkendali.
"Kak Chen.... "
__ADS_1
Yue menatap Ye Chen, dia juga mendengar ini dan sedikit khawatir.
"Tenang saja, habiskan saja makananmu. Oh iya mungkin sudah waktunya kamu menunjukkan latihanmu hehe."
Mata Yue berbinar, dia bukanlah penakut malah cenderung lebih ingin menuntaskan masalah. Yue dengan patuh menghabiskan makanannya.
Setelah itu mereka pun pergi, Ye Chen sengaja memilih jalan yang cukup sepi. Memancing orang-orang yang membicarakan mereka di rumah makan.
"Berhenti!"
Tidak sulit menerka apa yang selanjutnya orang-orang ini akan lakukan. "Jangan salahkan aku, tapi setiap anggota sekte Api Abadi harus bertanggung jawab."
"Kak Chen, apa sudah waktunya?"
"Tunggu sedikit lagi, masih banyak yang akan datang." timpal Ye Chen. Sederhananya, dia ingin sekali pukul semua orang-orang itu bisa dibereskan, akan repot kalau masih ada yang lolos.
Ye Chen tidak mungkin salah, beberapa orang pun muncul di depan nya. Dengan sikap yang sangat angkuh.
*Yue, bersiaplah." kata Ye Chen yang melangkah mundur, memberi ruang bagi Yue.
Wooss
Uap air menyapu, bahkan sudah hampir sampai dimana Ye Chen berdiri.
__ADS_1
"Mereka dari sekte Lautan Air." gumam Ye Chen, dia pernah membacanya.
Dari aura dikeluarkan oleh pengawal itu, Ye Chen tau teknik ini termasuk teknik tingkat tinggi dan orang yang menggunakan teknik ini tentu saja adalah orang sekte Lautan Air, minimal dia adalah seorang murid dalam atau bisa saja salah satu tetua.
Uap air itu berubah menjadi kabut, meskipun tidak sedingin es tapi uap air ini membuat kulit terasa tidak nyaman seolah bisa membeli kapan saja.
"Teknik Pilar Api."
Yue tidak tanggung-tanggung, dia langsung menggunakan salah satu teknik terkuat sekte Api Abadi.
Tiga pilar api yang besar segera muncul, memberikan tekanan pada uap air dan menimbulkan suara mendesis. Pilar-pilar api ini berderet memanjang.
Merasa ada kesempatan, Yue pun melesat ke depan dengan telapak tangan terbuka.
Namun, saat masih di tengah jalan, kekuatan lain datang dari samping. Kekuatan ini terus menerus menghantam pilar-pilar api.
"Teknik Seribu Kayu Menelan Bumi."
Sepuluh orang muncul di depan Yue dan dugaan Ye Chen tepat, mereka berasal dari sekte Lautan Air dan, sekte Kayu Langit.
Yue menggertak kan giginya menghadapi dua serangan kuat ini. Yang satu mengeluarkan uap air sedangkan yang lain memunculkan kayu yang sangat banyak, menyerang Yue dari segala arah.
"Tidak buruk."
__ADS_1
Yue mendengus lalu mengangkat tangannya, teknik Seribu Nyala Api."
Yue membakar semua kayu-kayu itu.