Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Manjadi Penyidik Akademi


__ADS_3

"Sebentar lagi akan ada pemilihan murid luar untuk menjadi murid dalam. Apa kau ingin ikut?" tanya tetua Lan.


"Tidak, aku tidak tertarik tetua." jawab Ye Chen cepat.


Misi yang diambil murid dalam lebih sulit dan lebih menantang, pil yang di dapat juga lebih tinggi, mendapat tempat tinggal yang lebih besar dan masih banyak lagi kelebihan murid dalam dibanding murid luar.


"Aku tetap tidak tertarik." kata Ye Chen mantap.


"Baiklah, aku tau kau tidak akan tertarik, jangan bilang aku tidak memberitahumu," kata tetua Lan lagi. "Nah yang kedua, aku ingin kau menjadi salah satu penyidik akademi."


"Penyidik? tapi aku hanya murid luar."


"Jangan terlalu merendah, aku tau kau lebih dari sekedar murid luar, senior Chen... katakan apa aku salah?" tetua Lan sambil tersenyum.


Tetua Lan lalu memberitahu Ye Chen tentang penyidik akademi.


Jumlah penyidik akademi tidak banyak dan tidak ada yang tau siapa saja yang menjadi penyidik kecuali beberapa tetua utama saja bahkan dewan akademi saja tidak semuanya tau.


Penyidik ini terbagi dua.


Yang pertama adalah penyidik biasa yang tugasnya hanya memastikan sebuah informasi lalu melaporkannya dan yang kedua adalah penyidik inti atau penyidik bayangan, tugasnya lebih berat karena harus menyelesaikan atau mengeksekusi laporan dari penyidik biasa.


Membuat batas segel di dimensi pada acara tradisi akademi adalah tugas penyidik inti.


"Yang kau selamatkan tempo hari adalah penyidik inti, salah satu dari mereka tewas terbunuh sehingga satu tempat kosong."


"Tapi tetua, apa yang bisa kulakukan? jujur saja aku tak mau terlalu repot dengan urusan-urusan yang banyak menyita waktu."


"Empat orang penyidik itu yang merekomendasikan mu, tadinya mereka tidak tau kalau kau juga merupakan murid akademi tapi setelah mereka tau, mereka ingin kau menjadi bagian mereka."


"Tapi kau tidak mengenal mereka." bantah Ye Chen lagi.


"Dan mereka memanggilmu senior Chen. Aku tidak memaksa, kalau tidak mau juga tidak apa-apa." kata tetua Lan lagi.


Ye Chen mendapat ide, Ia ingin tau siapa sebenarnya tetua Lan ini. "Tetua, sebelum itu aku ingin bertanya terlebih dahulu, aku lihat posisi tetua sangat penting di sini, apa aku salah?"

__ADS_1


Tetua Lan menatap tajam Ye Chen dan Ye Chen pun balas menatapnya, bahkan ketika tetua Lan mengeluarkan sedikit auranya untuk menekan, Ye Chen juga tetap bertahan, kali ini Ia tak mau mengalah tapi juga tetap tidak ingin terlalu jauh.


Ye Chen ingat perkataan Giro yang melihat baru hitam di dalam dimensi, dan kalau saja dugaan Ye Chen benar bahwa tetua Lan adalah salah satu orang dari raja Iblis Mema atau orang yang disebut pangeran itu, Ye Chen akan bertindak. Petunjuk sekecil apapun akan Ia pertahankan dan Ia siap kalau harus bentrok sekarang juga.


"Anak ini boleh juga." batin tetua Lan. Ia meningkatkan tekanannya menggunakan aura panas.


Aura Surgawi awal sampai puncak terus menekan Ye Chen, udara di dalam dapur menjadi sangat panas. Tak ada lagi murid yang tersisa kecuali Yue yang menatap Ye Chen dengan tatapan yang sedikit aneh.


"Bertahanlah, coba ini." ucap tetua Lan lagi dalam hati. Ia masih terus mencoba ketahanan Ye Chen, kali ini dengan tingkat Dewa tahap awal.


"Cukup pak tua, aku tak akan meladenimu lebih dari ini." batin Ye Chen yang tetap meladeni tetua Lan namun terlihat mulai tertekan.


"Hahaha... aku tau kau pasti bisa," tetua Lan tertawa senang. "Bergabunglah dengan penyidik akademi, kau tak akan menyesal." sambungnya lagi.


"Aku akan memikirkannya nanti."


"Oh ya, tentang siapa aku, kau akan tau sendiri nanti. Besok temui aku di perpustakaan." Tetua Lan kemudian pergi dari sana. Saat melewati Yue, alisnya mengernyit, "Apakah gadis ini sudah sejak tadi di sini?" batinnya, tapi tidak berkata apa-apa.


"Kakak Chen, kau tidak apa-apa?" Yue mendekati Ye Chen, tanpa sadar Ia menyeka keringat di dahinya.


"Kakak Chen...! kau mengacuhkanku lagi."


"Eh? Yue... kau belum pergi?"


"Jadi kau menginginkan aku pergi?"


"Bukan begitu, ya sudah ayo kita keluar, di sini terlalu panas." ajak Ye Chen.


"Kakak Chen, apa yang dilakukan tetua Lan tadi?"


"Oh itu, hanya melakukan tes saja. kau ingat kan waktu di dimensi makhluk terkutuk itu, nah tetua Lan khawatir aku terkontaminasi jadi mencoba mendeteksinya." kilah Ye Chen.


"Oh ya, ini untukmu." Ye Chen menyerahkan sekantung pil, hasil pembagian pil miliknya.


"Ini...

__ADS_1


"Itu pil yang baru kuambil hari ini, jangan ditolak, anggap saja itu permintaan maaf dari ku."


Keesokan harinya, Ye Chen menemui tetua Lan, Ia memutuskan menerima tawaran untuk menjadi bagian dari penyidik akademi.


"Bagus! nah ini tokenmu. Ikut aku, kita ke tempat para penyidik."


Penyidik akademi tidak mempunyai markas atau tampar khusus, yang ada hanya tempat yang digunakan bila ada pertemuan khusus saja di antara para penyidik. Biasanya setiap ada tugas yang akan dikerjakan, tugas itu akan ditempel begitu saja di dinding misi dan hanya penyidik saja yang bisa tau itu misi untuk mereka.


"Kita telah sampai." Tempat yang dikatakan oleh tetua Lan itu lebih mirip seperti sebuah tempat minum teh.


"Besok datanglah ke sini, ambil ini." tetua Lan memberikan sebuah kitab. Sampul depan ada tulisan Teknik Malih Rupa.


"Jangan datang kalau kau belum menguasai teknik itu sepenuhnya."


"Baik tetua."


Hari berikutnya Ye Chen tidak datang, bukan karena belum menguasai teknik malih rupa yang merupakan teknik khusus untuk merubah wajah dan aura, teknik khusus untuk para penyidik akademi agar tak mudah dikenali.


Ye Chen pergi ke divisi informasi untuk mengambil misi, hari ini Ia berencana untuk pergi bersama Giro melihat batu hitam.


"Itu batunya tuan."


"Kau benar, ini adalah batu hitam yang aku berikan kepada tetua Lan dulu." sahut Ye Chen sambil terus melihat baru hitam di depannya.


Bumm...


Tiba-tiba sebuah ledakan keras terdengar, tak jauh dari tempat Ye Chen berada.


"Giro!"


"Baik tuan."


Giro melesat cepat ke tempat ledakan itu terdengar, sementara Ye Chen masih menyelidiki batu hitam yang membuatnya penasaran. "Memang tidak ada." ucap Ye Chen dalam hati lalu segera menyusul Giro.


"Bukankah mereka anggota penyidik akademi?" guman Ye Chen. "Giro pergi dan bantu orang-orang itu."

__ADS_1


Di depan sana, dua orang penyidik tampak bertarung sengit dengan makhluk terkutuk yang kuat, bisa dilihat jelas karena sesekali Ia berbicara.


__ADS_2