
"Jangan berpikir terlalu jauh, fokus saja pada latihanmu." kata guru Baji yang memang sengaja tidak terlalu banyak bercerita, Ia tidak mau membebani Ye Chen dengan berbagai macam hal.
"Aku mengerti, terima kasih." kata Ye Chen, Ia kini mulai paham, yang paling penting sekarang adalah bagaimana caranya berlatih untuk meningkatkan kekuatan.
...
Di alam atas semu, wilayah Ye.
"Senior He, menurut laporan, kota Shinyang sudah mulai kacau. Banyak penduduk yang mulai pergi meninggalkan kota.
"Itu bukan urusan kita, lebih baik fokus untuk meningkatkan keamanan keamanan di sini." kata senior He.
"Aku hanya kuatir kekacauan itu meluas sampai ke wilayah kita saja." Jiang Kun.
Pengrajin Mingdi juga angkat bicara, "Aku setuju dengan senior He, lagipula di sana ada patriark Hauw yang menjaga."
Ketiga pemimpin wilayah Ye berunding bersama. Beberapa hari yang lalu timbul kekacauan yang didalangi entah oleh siapa. Awalnya kekacauan itu terjadi di seluruh negeri tapi semakin lama mengarah ke kota Shinyang, seperti ada yang menariknya ke sini.
"Lapor! di depan ada patriark Hauw ingin bertemu." kata seorang penjaga.
"Persilahkan masuk."
"Salam senior He, saudara Jiang, Pengrajin Mingdi." patriark menyapa satu persatu. "Kedatanganku ini ingin meminta anda membuka wilayah Ye untuk para pengungsi kota Shinyang." kata patriark Hauw, langsung ke inti masalahnya.
"Apakah sudah separah itu?" tanya Jiang Kun mulai khawatir.
"Aku juga tak tau dari mana orang-orang itu datang, tapi suasana sekarang sangat mencekam. Anehnya mereka tidak mengincar harta tapi sangat mudah membunuh siapapun yang mereka jumpai." patriark Hauw.
"Bukannya belum lama ini ada kelompok lain yang menjaga kota?" tanya Jiang Kun kembali.
"Kelompok Suci, bahkan banyak dari mereka yang sudah tewas terbunuh." ucap patriark Hauw dengan sedih, kota yang selama ini Ia pegang mungkin akan hancur
"Ini agak sulit, seingatku tuan Ye melarang kita membuka wilayah ini untuk orang lain."
Patriark Hauw dan yang lain juga tau apa yang dikatakan senior He benar adanya, tapi mau bagaimana lagi, wilayah ini adalah wilayah teraman, aray pelindung yang menutup seluruh area wilayah Ye sangat kuat, tak mudah ditembus jadi sangat wajar jika orang-orang meminta perlindungan di wilayah ini.
__ADS_1
"Aku rasa tidak masalah, aku bisa melakukannya. Tuan Ye pasti setuju." ucap pengrajin Mingdi. Ia ingat pesan Ye Chen untuk membiarkan siapapun masuk asalkan dalam situasi mendesak dengan syarat meminum ramuan di atas formasi.
Semua ini hanya dikatakan pada pengrajin Mingdi, karena hanya dia yang mengerti tentang formasi sesuai catatan yang Ye Chen berikan.
Begitulah, seperti yang mereka sepakati, maka gerbang wilayah Ye dibuka untuk pengungsi kota Shinyang.
Kelompok pelindung Suci juga ikut mengungsi, mereka di undang dan mengatakan Ye Chen adalah tuan dari wilayah Ye sekaligus pemilik tongkat yang menjadi kebanggaan mereka.
Gerbang wilayah Ye kembali dibuka, tentunya dengan pengaturan yang telah ditetapkan, meminum racun di atas lingkaran formasi, memang memakan waktu tapi tak ada yang protes. Semua harta dan sumber makanan juga dibawa masuk.
atriark Hauw dan anggotanya adalah yang terakhir masuk, sektenya hancur, rata dengan tanah. Sama seperti kota Shinyang.
Dua tingkat Suci puncak berdiri di bekas sekte Harimau terbang, mereka mengenakan penutup kepala sehingga tak dapat dikenali.
"Sial, mereka semua telah kabur." ucap salah satu dari dua orang ini setelah sebelumnya kembali melancarkan sebuah pukulan keras ke arah bangunan tersisa di depannya.
"Hancurkan dan bunuh siapa pun yang kalian temui." perintahnya lagi pada orang-orang nya. "Yang lain ikuti aku." ucapnya lagi lalu memimpin orang-orang yang tersisa, menuju ke wilayah Ye.
Blamm...
Blammm...
"Bagaimana, apa tak ada cara lain?"
Seorang dari dua pria bertudung ini tampak tengah berpikir, lalu segera berkata dengan tersenyum. "Kalau tidak bisa dihancurkan, segel lagi saja,
Mendengar perintah ini, beberapa orang lalu keluar dari dalam barisan, bergegas ke seluruh penjuru dan secara bersama-sama mengeluarkan batu sebesar kaki berbentuk prisma. Begitu batu prisma ini di aktifkan, seberkas cahaya muncul dari ujungnya dan secara perlahan bersatu dengan cahaya dari batu prisma lain membentuk sebuah kubah besar yang mengelilingi seluruh wilayah Ye.
Di dalam wilayah Ye terjadi kepanikan, "Senior He, kita dikurung tak bisa kemana-mana lagi. Lihat, mereka memasang penghalang." ucap patriark Hauw.
"Tenanglah, apa ada kabar dari penghubung kita di luar? pasti ada yang terjadi." sahut senior He.
"Tidak ada, jaringan kita terputus," kata Jiang Kun. "Patriark Hauw, bagaimana denganmu, apa masih bisa melakukan kontak?"
Patriark Hauw menggelengkan kepalanya. "Kabar terakhir, muncul dua orang, mungkin pimpinan pengacau lalu mereka menuju kesini dan memasang penghalang. Hubungan terputus setelah itu."
__ADS_1
Saat tengah membahas ini, seorang penjaga tiba-tiba saja masuk, Ia melaporkan kekacauan yang terjadi di antara pengungsi.
"Ada apa lagi ini, kita ke sana." senior He sedikit berang, masalah penghalang sudah cukup membuat pusing, masalah baru muncul lagi.
"Sepertinya ada pengkhianat yang menyusup masuk."
"Mungkin saja, tapi jangan khawatir hehe." pengrajin Mingdi menanggapi ucapan patriark Hauw.
"Aku tidak bisa tenang, apalagi aku sendiri yang meminta mereka semua masuk."
"Sudahlah, lihat saja nanti." pengrajin Mingdi tetap tenang, Ia juga meyakinkan rekan-rekannya agar tidak panik.
Para pengungsi berlarian, suasana sangat kacau, yang bukan kultivator pasti akan lari meninggalkan kultivator bertarung. Tapi bukan itu yang membuat panik melainkan pertempuran di antara para pengungsi itu yang tidak jelas mana kawan mana lawan. Bahkan orang yang ada di belakangmu bisa membunuhmu kapan saja.
"Berhentii...!"
Teriak pengrajin Mingdi dengan sekuat tenaga, lalu berjongkok dan memukul tanah dengan tapaknya.
Wungg...
Lingkaran formasi yang besar tercipta, tidak hanya di kalangan pengungsi tapi seluruh wilayah Ye.
Bukan karena kekuatan pengrajin Mingdi tapi karena setiap satu lingkaran formasi tercipta, itu akan langsung terhubung ke titik formasi yang lain.
"Tidaak...
"Jangan, akhh...
Satu demi satu teriakan keras terdengar, begitu riuh karena saking banyaknya orang yang berteriak.
"Lihat dan perhatikan baik-baik, orang yang ditubuhnya keluar uap hitam itu adalah pengkhianat." kata pengrajin Mingdi sambil menunjuk ke depan.
"Lantas setelah itu?"
"Mereka akan terbakar menjadi debu." ucap pengrajin Mingdi. "Ini semua pengaturan tuan Ye, Ia mengatakan semua ini padaku sebelum pergi."
__ADS_1
Tepat setelah ucapan pengrajin Mingdi selesai. bau hangus terbakar tercium. Lebih dari separuh orang-orang itu tewas sementara yang bukan pengkhianat menjauh, karena takut terkena dampak dari terbakarnya orang-orang ini.
"Tuan Ye telah mengatur semuanya. sangat disayangkan memang tapi itulah yang terjadi. Aku setuju dengannya, tak ada tempat bagi pengkhianat dan lebih baik menyingkirkan racun dari akarnya sebelum menyebar." kata senior He.