Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Perahu Terbang


__ADS_3

Saat kembali di sekte Pil Dewa, Ye memanggil Jiang Kun dan He Liang bersama. "Jiang Kun, apa rencanamu sekarang, apa kau ingin kembali ke desamu?" Ye Chen mempunyai rencana lain tapi sebelum itu Ia ingin tau dulu rencana Jiang Kun.


Jiang Kun yang masih dalam suasana berkabung, hanya bisa tertunduk lesu. Tak ada lagi desa Jiang, semua telah hilang termasuk desa-desa lain di wilayah selatan yang berdekatan dengan desanya. "Entahlah tuan, aku juga bingung." jawabnya sedih.


"Sebetulnya aku ada rencana lain, itupun kalau kau setuju."


Jiang Kun sedikit tertarik. "Kau masih ingat dengan patriark Hauw? tanya Ye Chen yang di balas anggukan oleh Jiang Kun. "Apa kau juga ingat wilayah barat kota Shinyang? kau tinggallah di sana, bawah anakmu juga."


"Tapi tuan...."


"Tidak ada tapi-tapi, kalau mau nanti kita kesana," Ye Chen lalu menoleh ke arah He Liang. "Bagaimana denganmu pak tua, apa kau ingin keluar dari sektemu, tinggallah bersama Jiang Kun."


He Liang diam saja, "Diam berarti setuju, baiklah beberapa hari lagi ke kota Shinyang. Sebelum itu temani aku, kita pergi melihat perahu terbang."


Di rumah pengrajin.


Pada umumnya, yang membuat perahu terbang adalah seorang ahli formasi. Membuat perahu terbang memang membutuhkan keahlian khusus dan di beberapa bagiannya harus dipasang aray formasi agar mudah menyerap Qi sebagai bahan bakarnya.


Ditemani patriark Xiao, Jiang Kun dan He Liang, Ye Chen melihat-lihat model perahu terbang tapi tidak ada yang menarik minatnya. "Tuan pengrajin, apakah masih ada model yg lain?"


Pengrajin diam menatap Ye Chen yang bertanya lalu menatap Xiao Yang, "Tuan Ye kami masih memiliki satu, tapi ini bukanlah morning buatan kami." Pengrajin menceritakan, perahu terbang yamg dimaksud mereka temukan di sebuah dimensi, waktu keadaannya sudah tidak layak lalu memperbaikinya.


"Hanya sayangnya kami belum bisa menerbangkannya seperti yang lain, tak ada kristal yang cocok dan bertahan lama." lanjutnya.


"Maksud anda?"

__ADS_1


"Kami hanya bisa membuatnya melayang rendah, perahu ini membutuhkan Qi yang sangat besar dan jujur saja kami tidak tau formasi yang digunakan." ucap pengrajin sambil menggeleng, ada rasa kecewa dalam nada suaranya.


"Boleh kami melihatnya?" patriark Xiao penasaran. Pengrajin lalu membawa mereka ke ruang kerja lain di bagian dalam.


Perahu terbang ini sangat mewah, bahan dasarnya terbuat dari kayu berwarna hitam peka. Hanya saja sudah bercampur dengan bahan lain karena seperti yang pengrajin katakan, Ia sudah merenovasi sebagian besar bagian-bagian yang rusak.


Ye Chen dan yang lain melihat-lihat bagian perahu, selain desain yang mewah, modelnyapun sedikit tak lazim jika dibandingkan dengan perahu terbang yang ada. Seperti dari dunia yang entah dimana. Perbedaan ini terutama terletak pada bahan dan formasi di beberapa bagian yang terasa lebih kuat.


"Tuan Ye, bagaimana apa anda tertarik dengan perahu ini?" tanya patriark Xiao tapi Ye Chen tidak mendengarnya, Ia tengah asyik memeriksa kayu di bagian kemudi.


Ye Chen memegang dagunya, "Bahan ini sepertinya pernah kuliat." gumamnya lalu meraba dengan lembut permukaan kemudi, di sana ada sebuah cekungan seperti tempat menaruh sesuatu.


"Tuan, itu tempat untuk kristal kemudi." pengrajin menjelaskan lalu mengambil sebuah kristal dan memasukkannya ke cekungan. Perahu berdengung, perlahan dan bertahap mengambang dan melayang. Sayangnya hanya sebentar saja perahu terbang itu kembali turun. "Seperti yang aku katakan, hanya begitu saja."


"Oh, iya... ada apa?"


"Hais, aku tanya, bagaimana apa anda tertarik memilikinya?"


"Oh itu, tentu saja," sahut Ye Chen lalu berpaling ke pengrajin. "Berapa anda akan menjualnya?"


"Sebenarnya aku tidak menjualnya karena masih ingin menyelidiki rahasianya tapi jika tuan mengingatkannya, ditambah rasa hormatku pada patriark Xiao, anda cukup mengganti bahan renovasinya saja." Pengrajin telah berkata, sekaligus memberi muka kepada patriark Xiao. Entah siapa Ye Chen ini tapi mengingat patriark Xiao sendiri yang mengantarnya, maka pemuda di depannya pastilah bukan orang sembarang pikir pengrajin.


Tapi patriark Xiao berkata lain, "Jangan begitu, aku hanya mengantar tuan Ye saja, selain itu adalah hak anda." ucapnya tak mau membebani pengrajin.


Akhirnya Ye Chen berhasil juga membeli perahu terbang itu, dengan catatan akan membawanya setelah Ye Chen berhasil menerbangkannya. Jumlahnya tidak seberapa, bahkan penjualan artefak yang berisi peta saja masih lebih dari cukup.

__ADS_1


"Baiklah, aku pulang dulu, malam nanti aku akan kembali." ucap Ye Chen lalu pergi bersama yang lain. Malamnya Ia kembali datang, ingin mempelajari cara kerja perhatu terbang.


"Pengrajin...." ucap Ye Chen keesokan paginya, semalaman penuh Ia sibuk mempelajari tehnik penerbangan.


"Panggil aku pengrajin Mingdi." ucap ketika melihat Ye Chen ingin bertanya tapi lupa bagaimana memanggilnya.


"Hehe maaf, aku benar-benar-benar lupa," Ye Chen menggaruk kepalanya. "Pengrajin Mingdi, apa tidak ada yang salah dengan formasi anda?" lanjut Ye Chen yang mempelajari formasi pembuka untuk menjalankan perahu terbang.


"Jangan main-main, tak ada yang lebih mengetahui formasi di dunia ini selain aku." ucap pengrajin Mingdi, dan memang betul, mungkin dia adalah puncak formasi di alam atas meskipun kultivasinya masih di tingkat Suci menengah.


"Bukan begitu, coba lihat. Kalau aku memasang titik pusat di sini, maka penyerapan aliran Qi akan mudah ke seluruh bagian kapal." sahut Ye Chen sambil menunjuk formasi yang Ia buat.


Tak mau percaya, pengrajin Mingdi melihat hanya sekilas saja, menurutnya Ye Chen belum cukup umur untuk belajar formasi. Tapi Ia salah, perahu terbang mulai berdengung dan melayang, jauh lebih lama dari yang bisa Ia sendiri lakukan.


"Apa... bagaimana mungkin!" ucapnya tak percaya. "Tuan Ye, bagaimana anda melakukannya?"


"Sekarang baru kau bertanya." ucap Ye Chen setelah perahu kembali turun.


"Maaf... bukan begitu." pengrajin Mingdi sedikit malu juga mendengarnya, memang Ia salah seharusnya tidak memandang orang lain dari usianya. Ye Chen sendiri memang tidak tau formasi apa yang digunakan tapi karena Ia telah melihat banyak macam jenis formasi dari kitab peninggalan gurunya, maka Ia bisa dengan mudah menemukan celah sebuah formasi.


"Sudahlah, oh ya apa anda tau jenis kayu apa dipakai ini? kayu-kayu ini seperti mempunyai aura sendiri." tanya Ye Chen kembali.


Pengrajin Mingdi menggeleng dan berkata tidak tau, lalu dengan cepat mengalihkan pembicaraan mengenai formasi. Ia sangat tertarik dan ingin mengetahui lebih banyak dari Ye Chen. "Tuan Ye, jenis formasi apa yang anda gunakan tadi, lalu bagaimana anda menganalisa dan menentukan sebuah titik formasi?" tanyanya dengan penuh semangat.


"Ha? anda serius? seharusnya aku yang belajar di sini, kenapa jadi anda. Dan tadi itu hanya kebetulan saja aku mencoba tapi ternyata berhasil."

__ADS_1


__ADS_2