Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Mencoba Teknik Baru


__ADS_3

Berkat kemampuan Hong Shin yang alami, mencari peninggalan di dimensi Perang Kuno ini jadi lebih gampang. Kemampuan ini tidak seperti indra spiritual tapi lebih alami dan begitu saja, Hong Shin bahkan bisa mendeteksi kultivator lain yang dan tingkatannya dari jarak jauh.


"Senior di depan ada lembah dan beberapa orang yang memperebutkan buah Pinus Abadi."


"Pinus Abadi? berapa orang?"


"Ratusan."


Pinus Abadi adalah buah yang bisa memperbaiki roh spiritual. Buah ini bahkan tidak perlu di olah menjadi pil, bisa langsung dimakan untuk mengambil manfaatnya.


Roh spiritual adalah tingkat lanjut dari kekuatan jiwa dan syarat utama untuk menaikkan kultivasi ke alam menengah yaitu alam Dewa Kaisar adalah membangun Roh Spiritual.


Tentu saja Ye Chen tidak akan melewatkan kesempatan ini begitu saja.


Ye Chen dan Hong Shin pun masuk ke lembah tanpa ragu.


Ada semacam kabut penghalang di luar lembah yang menghalangi persepsi spiritual masuk ke dalam. Orang-orang yang berada di lembah hanya masuk begitu saja karena perasaan mereka mengatakan ada sesuatu yang menarik. Di sisi lain, Ye Chen masuk penuh perhitungan karena di sampingnya ada Hong Shin yang bisa mendeteksi semuanya.


Begitu masuk ke dalam, seribu talenta muda lain sudah ada di sana. Ketegangan tampak semakin memuncak karena tidak ada yang mau mengalah, semuanya ingin mendapatkan bagian yang lebih banyak dari yang lain.

__ADS_1


Sampai Ye Chen datang dan langsung berjalan mendekati buah Pinus Abadi terdekat dan mengambilnya tanpa peduli banyak tatapan dingin dari semua orang.


"Senior, ini... "


Bahkan Hong Shin dibuat ketakutan dengan apa yang Ye Chen lakukan. Mungkin masih bisa dimaklumi kalau Ye Chen hanya mengambil satu bagian tapi itu tidak akan terjadi karena Ye Chen terus melangkah dan mengambil semua nya. Perlu di ingat bahwa buah abadi ini hanya ada sepuluh buah dan semuanya di ambil.


"Sial! siapa orang ini? benar-benar di luar nalar."


Salah satu dari ribuan orang yang ada di sana tersadar lebih cepat dari yang lain. Mulutnya ternganga tidak percaya.


"Hei! tinggalkan Pinus Abadi, atau kau menyesal."


Semua orang tersadar karena teriakan pertama namun, tetap saja tak bisa berkata-kata. Korban tewas sudah banyak dan yang tersisa sedang menimbang situasi lalu Ye Chen datang begitu saja dan mengumpulkan buah Pinus Abadi tanpa berpikir.


"Saudara-saudara ayo kita lenyapkan orang ini dan buah Pinus Abadi akan menjadi milik kita." Seseorang berseru lagi dan diiyakan oleh yang lain.


Siapa pun dari mereka tidak akan rela. Buah ini adalah jembatan menuju alam Dewa Kaisar.


"Kalian sudah bosan hidup ternyata," balas Ye Chen yang masih berdiri diam. Menunggu ada yang bergerak. Jika ada yang bergerak dan memiliki niat membunuh, Ye Chen tak akan sungkan untuk menghapusnya.

__ADS_1


Baginya, semua orang ini bukanlah apa-apa. Memang tingkatan kultivasi mereka sama-sama di puncak Surgawi dan kemurnian Qi jauh lebih padat tapi Ye Chen sudah cukup lama di dunia ini sehingga Qi nya juga telah dimurnikan.


Ye Chen sendiri tidak sombong, dia bisa dengan mudah mengalahkan tanpa usaha berlebih, dengan catatan mereka tidak menyerang bersama sekaligus. Sebanyak apa pun trik di lengan bajunya, mustahil menghadang serangan ratusan orang sekaligus.


"Senior, disini tidak ada apa-apa lagi." Hong Shin berbicara melalui pikiran setelah mengambil dua buah Pinus Abadi yang letaknya sangat tersembunyi. Totalnya sekarang ada dua belas.


Ye Chen memang memintanya untuk mencari lagi sementara dia menahan yang lainnya. "Baiklah, ayo pergi."


"Kau piki kau mau kemana?"


Seseorang berseru ketika Ye Chen dan Hong Shin terbang menjauh. Lalu tanpa ada yang mengomando, ratusan serangan Qi beraneka warna menyerang.


"Pergi!"


Ye Chen mendorong Hong Shin menjauh sementara dia menghadang serangan ini.


Neraka Api!


Bola api besar dengan diameter seratus meter muncul dari kehampaan. Bola api ini adalah inti dari teknik 3000 api. Hujan api mengawali serangan ini lalu muncul petir api yang merah menyala disusul datang nya badai.

__ADS_1


Sangat kuat, bahkan Ye Chen tidak menyangka akan sekuat itu.


__ADS_2