Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Segel Jiwa Sukses


__ADS_3

"Kepala Beng, cepat lari! selamatkan diri anda." Beberapa pengawal pribadi kepala Beng memperingatinya untuk kabur.


Kepala Beng bukanlah orang lemah, di antara kepala aliansi, bisa dibilang dialah yang terkuat. Dan sebagai kultivator tingkat Surgawi puncak, tentu saja Ia tidak mau pergi begitu saja.


"Bagus! tetaplah di situ agar aku tidak perlu repot." dari dalam kobaran api, Ye Chen berjalan, melangkah pelan menghampiri kepala Beng yang di kelilingi para pengawalnya.


"Apa aku terlambat?"


Suara lain datang disusul munculnya seseorang di depan kepala Beng. "Senior, anda datang." seru kepala Beng, keyakinannya semakin bertambah melihat kehadiran senior yang tak lama kemudian disusul oleh ketua pertama.


"Apa yang terjadi?" tanya senior.


"Dialah orangnya." kepala Beng menunjuk Ye Chen yang masih berdiri tenang di depannya. Ia menunggu sesuatu.


Senior tidak terkejut melihat Ye Chen, Ia hanya tak pernah menduga Ye Chen datang langsung ke kediaman kepala Beng dan membunuhi semua yang ada di sana. Ia sendiri tau, cepat atau lambat Ye Chen akan datang karena dialah yang menculik dan membawa Yue.


"Hahaha kau terlalu berani datang kesini." Senior tertawa keras. Ia terlalu meremehkan Ye Chen yang hanya tersenyum saja.


Ketua menghampiri senior dan bertanya, "Apa senior mengenalnya?"


"Mengenalnya? tentu saja. Tunggu sampai pimpinan dan yang lain datang, kita akan membakar hidup-hidup."


Waktu berlalu namun yang ditunggu-tunggu belum juga datang, ini membuat senior sedikit khawatir. Ia belum tau apa yang terjadi dengan pimpinan dan markasnya karena Ia sendiri langsung ke kediaman kepala Beng.


"Senior, sebenarnya siapa dia ini?"


Kali ini yang bertanya adalah kepala Beng.


"Dia adalah kakak gadis aku culik." katanya dan menerangkan bahwa tadinya akan menculik Ruoyi, tapi karena Ruoyi sangat susah didekati karena berada di akademi.


Dari penyelidikannya, Ye Chen sering terlihat di kediaman kepala Ruo dan kebetulan sangat dekat dengan Yue sehingga Ia berpikir menculik Yue yang Ia kira ada hubungannya dengan kepala Ruo.


"Dialah yang bernama Chen, atau tuan Chen. Yang menjadi buronan kelompok kita." kata senior mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


Apa yang terjadi selanjutnya membuat semua yang ada di sana merasa ngeri, setelah senior mengucapkan kalimat terakhirnya. Ia tiba-tiba saja berteriak kepanasan.


"Panaaass...! Panaaass...!


Senior yang tidak kuat lagi jatuh berguling di tanah, Ia terus memegangi mulut dan lehernya sambil terus berteriak panas.


Mula-mula mulut senior terlihat memerah lalu menjalar ke lehernya sampai seluruh tubuhnya terlihat memerah. Detik berikutnya api besar berkobar membakar seluruh tubuhnya. Senior yang masih terus berguling-guling di tanah dengan tubuh terbakar akhirnya berhenti, Ia tewas terbakar.


"Se-senior...."


Hanya gumaman itu yang terdengar dari mulut semuanya, mereka merasa ngeri. Terbakar dari dalam, siapa yang tidak bergidik menyaksikannya?


"Sepertinya segel itu bekerja dengan baik." gumam Ye Chen.


"Tuan, bukankah itu segel jiwa?"


Giro yang telah kembali setelah membawa Yue ke perahu terbang kepala Ruo, bertanya heran karena Ia mengenali tehnik segel yang membakar Senior.


"Yah, kau pasti tau. Segel itu aku dapatkan setelah mengobati Baojing."


"Nanti kukenalkan kau padanya." kata Ye Chen lagi. Itu adalah kali pertama Ye Chen melihat Segel Jiwa yang Ia gunakan, Ia mempelajari segel itu ketika mengobati Baojing dulu yang juga disegel.


Sebenarnya Ye Chen juga memasang segel itu kepada anak buah pimpinan yang tersisa namun karena Ye Chen harus pergi jadi Ia tak sempat menyaksikan langsung ketika ada anak buah pimpinan yang terbakar karena melanggar perintahnya.


Segel yang akan aktif jika menolak perintah memotong sebelah tangan. Mungkin cuma Ye Chen yang bisa memikirkan syarat yang tidak masuk akal itu.


"Kepala Beng, ayo kita pergi dari sini." kepala Beng kali ini tidak menolak ajakan pengawalnya. Namun sebuah suara yang disusul kilatan cahaya pedang menghentikan gerakan mereka. "Terlambat."


Itu adalah suara Ye Chen yang menghadang jalan mereka sekaligus mengirim serangan mematikan.


Crass...


Pedang hitam memakan korban lagi, kali ini adalah kepala Beng dan para pengawal pribadinya. Saat terakhirnya, kepala Beng masih sempat bertanya kenapa Ye Chen datang dan menghancurkan kediamannya. "Yue adalah adikku."

__ADS_1


Kepala Beng akhirnya tewas membawa penyesalan, kalau saja Ia tidak tergoda oleh kecantikan Yue dan menginginkannya, mungkin semua masih berjalan sesuai rencananya.


"Serang dia!"


Sebagai seorang ketua di kelompok penjahat, tentu saja ketua pertama juga telah bersekutu dengan Iblis Giro. Sayangnya Ia tidak tau Iblis Giro bukanlah seperti yang dulu Ia kenal.


Ia memberi perintah ketika Giro muncul saat Ia menggunakan tehnik pemanggil. Tapi Iblis Giro sama sekali tidak bergerak, Ia hanya berdiri di tempatnya. "Tenanglah ketua pertama." kata Giro, Ia meletakkan tangannya di atas kepala ketua pertama dan menariknya.


Uap tipis keluar dari kepala ketua pertama lalu lenyap dalam telapak tangan Giro.


"Hebat juga tehnikmu itu." Ye Chen menghampiri Giro yang tersenyum puas.


"Eh, apakah tuan tidak tau tehnik menghisap jiwa?" tanya Giro heran, yang ia tau, hampir semua Iblis, terutama yang tingkat tinggi pasti tau dan bisa menggunakan tehnik itu.


Ye Chen menggeleng, Ia sedikit kecewa mendengar ucapan Giro. Masa raja Iblis tidak tau tehnik yang dikuasai hampir semua rasnya?


"Sudahlah, aku mau melihat keadaan adik Yue. Kumpulkan semua cincin penyimpanan mereka semua dan cari gudang penyimpanan kepala Beng." Ye Chen tak mungkin menyia-nyiakan harta yang ada di depan matanya. Ia sekarang sangat miskin dan harta itu pasti berguna kelak.


Giro dengan senang hati melakukan perintah tuannya.


Dimensi raja Iblis Sumo.


Di dalam penjara tempat tubuh asli Giro ditawan, tampak raja Iblis Sumo sedang mengamati tubuh Giro yang menurut laporan penjaga bertambah kuat.


"Tak ada yang aneh." gumam raja Iblis Sumo. "Kapan terakhir kau menyiksanya?" tanyanya kepada penjaga.


"Beberapa hari yang lalu paduka. Selama ini dia tidak pernah menunjukkan reaksi tapi beberapa waktu yang lalu dia tersenyum dan tiba-tiba saja tubuhnya seperti mendapat kekuatan baru." kata penjaga.


"Giro, apa yang kau sembunyikan?" kata raja Iblis Sumo. tangannya bergerak memukul Giro dengan keras, tidak hanya itu Ia juga menggunakan bola api besar menghantam tubuh Giro sampai muntah darah.


"jaga baik-baik, kalau ada yang aneh laporkan padaku." raja Iblis Sumo meninggalkan ruang tahanan sambil merenungkan apa yang terjadi. Ini adalah kali pertama Giro bereaksi sejak sekian lama di penjara.


Hueek...

__ADS_1


Potongan jiwa Giro yang sedang mengumpulkan harta rampasan memuntahkan darah. "Sial, aku terlalu gegabah, sehingga tak sadar." katanya sambil terlentang menahan sakit.


Mungkin karena terlalu senang bertemu Ye Chen sehingga rasa itu bermanifestasi di tubuh aslinya. Untungnya dia masih ingat untuk tetap membatasi keliatannya sendiri.


__ADS_2