
"Kompetisi?" Ye Chen memandang Yue yang berjalan di sampingnya, meminta penjelasan.
Namun, Yue diam saja. Dia mengabaikan tatapan Ye Chen sehingga Ye Chen pun diam saja. Tidak ada gunanya untuk tau dan tidak tau itu kadang lebih baik, pikirnya.
"Kakak Chen, jangan menyerah begitu saja. Harusnya kalau aku diam, kamu tanya lagi, bukan malah ikut diam." Yue cemberut, tadinya Ia sangat berharap Ye Chen akan bertanya lagi lalu membujuknya tapi tak disangka, reaksi Ye Chen malah acuh.
"Baiklah, kamu memang kakak Chen." kata Yue.
Di alam ini sedang diadakan kompetisi untuk mencari yang terkuat dan pemenangnya akan mendapatkan hak untuk naik ke naik ke menara api tertinggi.
kompetisi ini sebenarnya sudah akan berakhir tapi karena Yue pergi, kompetisi ini akhirnya ditunda untuk sementara sampai Yue kembali, itu kenapa banyak urusan dari Tianmeng pergi mencari dan membujuk Yue untuk pulang.
"Nah, sekarang sudah memasuki tahap puncak, lebih dari seratus pemenang kompetisi akan masuk ke dalam menara api."
Yue menyelesaikan keterangan nya, sayang nya Ye Chen tidak tertarik. Mainan anak-anak, pikirnya.
__ADS_1
"Kakak Chen, menara api adalah warisan tingkat surga kuno, jangan samakan dengan warisan yang lain." Yue sangat tidak puas dengan reaksi yang Ye Chen berikan.
"Iya aku tau."
"Apa kamu tidak mau ikut masuk menara api?"
Ye Chen menggeleng, itu hanya buang-buang waktu pikirnya. Lebih baik melatih teknik jiwa yang barusan di dapatnya sampai ke puncak. Sebagai catatan, saat ini baru sepuluh persen bagian yang Ye Chen kuasai dari teknik-teknik itu.
"Tapi aku akan datang melihatmu, masalahnya apa kamu sanggup sampai ke puncak menara?"
"Hahaha kalau begitu kita lihat nanti, seberapa kuat nona ini."
Waktu kompetisi di menara api hanya tersisa tiga hari lagi. Selama waktu ini, Ye Chen tidak pernah keluar kamarnya. Dalam pikiran nya Ia terus melatih fan mengembangkan teknik jiwa.
Ada satu teknik spesial yakni teknik petir merah, sayangnya Ye Chen hanya bisa memahami tiga poin penting saja tanpa bisa mengurai poin-poin ini. Butuh sumber daya dengan tipe petir untuk melatihnya.
__ADS_1
Sedangkan untuk elemen api, Ye Chen sudah memilikinya, bahkan apinya sudah berevolusi menjadi api biru yang lebih kuat dan lebih panas dari api merah sampai titik tertentu.
Hari yang ditunggu pun tiba, seratus peserta termasuk Yue sudah bersiap memasuki menara api.
"Kakak Chen, doakan aku berhasil."
"Tentu saja." sahut Ye Chen dengan senyuman. Lalu, setalah semua peserta masuk, Ye Chen pergi dari sana. Tidak ada gunanya dia ada di sana, lebih baik mencari sumber daya yang mengandung kekuatan petir untuk mempelajari teknik petir merah.
Ye Chen kemudian masuk ke Gedung Herba Alam. "Tuan ada yang bisa kami bantu?"
"Aku butuh sumber daya dengan elemen petir yang kuat dan langka." Ye Chen langsung mengutarakan maksudnya dengan singkat.
"Jangan khawatir masalah harga, selama kamu memiliki apa yang aku minta, harga bukan masalah."
Ye Chen menambahkan lagi dengan penuh keyakinan setelah melihat keraguan di mata pelayan. Salah sendiri penampilan nya berbeda dengan orang-orang di alam Phoenix.
__ADS_1
"Hehe silahkan lewat sini, kebutuhan Anda ada di lantai tiga."