
Tak ada yang instan di dunia ini, semua harus melalui sebuah proses. Yang membedakan adalah seberapa cepat proses itu terjadi dan seberapa besar kemungkinan akan berhasil.
Begitu pun dengan Ye Chen, meskipun secara garis besar dia sudah memahami maksud dari masing-masing elemen tapi tetap saja jalan untuk menguasai lima elemen itu sangat susah. Menyatukan lima unsur di dalam tubuh adalah hal yang sangat sulit tapi bukan berarti mustahil untuk dilakukan.
Resiko selalu ada dan Ye Chen paham betul apa arti sebuah proses. Ada ungkapan lama mengatakan, biar lambat asal selamat. Ungkapan inilah yang Ye Chen ambil dalam memahami kelima unsur alam
Dua unsur telah Ye Chen pahami, yakni unsur api dan perubahan unsur air yakni unsur es. Itupun karena dulu Ia secara tidak sengaja berdiri di antara dua unsur ini.
Sampai lebih dari sepuluh hari, Ye Chen baru memahami unsur ketiga yakni unsur Bumi atau kayu.
Sementara Yue masih berkutat pada unsur api.
Kalau hanya sekedar menggunakan kelima unsur, Ye Chen dan Yue sudah bisa sedikit menggunakan nya dalam sebuah teknik, terutama Ye Chen, kemajuan yang didapat nya sangat lah besar.
Apa yang paling sulit adalah arti daripada unsur, jika bisa memahami artinya maka unsur ini dapat masuk ke dalam tubuh dan mengalir di dalam meridian. Jika sudah begitu, kelima unsur ini bisa dipanggil kapan saja sesuka hati.
Tak terasa satu bulan telah berlalu, pintu dimensi Lima Elemen masih belum terbuka namun tanda-tanda itu sudah nampak.
Di luar aula pelatihan.
Tetua Bai dengan dukungan penuh dari keluarga Bai saat ini sudah mengumpulkan banyak pengikut. Alih-alih mempelajari lima elemen seperti para wakil sekte, dia malah merekrut bakat-bakat jenius dari masing-masing sekte dengan iming-iming hadiah tertentu.
Keluarga Bai sangat kaya dan berpengaruh. Mereka mempunyai cabang di setiap wilayah sekte.
Kepala keluarga, Bai Gong yang sudah mengatur rencana sejak puluhan tahun merasa ini adalah saat yang paling pas untuk bergerak.
Aula utama keluarga Bai. Aula ini terletak di wilayah dimensi Lima Elemen.
"Bagaimana persiapan nya?"
Bai Gong, sang kepala keluarga memimpin rapat. Rapat ini bukan hanya dari keluarga Bai tapi juga keluarga lain yang menjadi sekutunya.
"Semua sudah siap, hanya tinggal menunggu utusan itu datang lalu kita siap bergerak setelah pintu dimensi Lima Elemen terbuka."
"Bagus, bagus hehe... kalau begitu, jangan sampai lengah. Ada laporan tentang kelima patriark yang melakukan pertemuan rahasia. Aku punya firasat mereka sudah mencium gerakan kita."
Bai Gong terlihat sangat puas.
__ADS_1
"Jangan khawatir tuan, bahkan jika mereka bergabung. Mereka bukanlah apa-apa."
"Baiklah, tunggu beberapa hari sampai urusan itu datang lalu kita akan mengadakan pertemuan terakhir."
Rapat itu pun berakhir setelah Bai Gong menerima beberapa laporan lagi dari sekutunya.
Beberapa hari kemudian, utusan yang disebut-sebut dalam rapat itu akhirnya datang juga.
"Tuan Usopp, akhirnya anda datang."
Bai Gong menyambut Usopp dengan wajah yang ceria. "Bagaimana persiapan nya? aku tak mau mendengar kegagalan."
"Hehe anda tenang saja, daripada itu, apakah anda membawa apa yang anda janjikan sebelumnya?"
"Tentu saja, nah ini dia."
Usopp mengambil sebuah bola kristal yang memancarkan aura kuat dan cahaya berwarna-warni dari karakristik lima eleman.
"Kristal Lima Elemen!" ucap Bai Gong, lalu berusaha mengambil bola kristal uru dari tangan Usopp.
"Jangan buru-buru, aku mau melihat seberapa kuat upaya kalian. Sementara itu aku yang akan memegang bola kristal ini."
"Tuan Bai Gong, apakah itu kristal lima elemen?"
"Bai Xing, sejak kapan kamu datang?" tanya Bai Gong. Pandangannya lurus dengan sedikit aura membunuh.
Ini adalah tetua Bai, tetua yang menargetkan Ye Chen. "Aku baru saja tiba saat orang itu pergi."
"Dia adalah utusan. Tetua Bai Xing, ingatlah, semakin sedikit yang kamu ketahui maka semakin baik untukmu."
Ini peringatan, keringat dingin mulai membasahi punggung Bai Xing. "Aku tau tuan."
"Bagus kalau kamu tau. Tugasmu sendiri, apakah sudah siap?"
"Sudah tuan, tinggal menunggu waktunya tiba saja."
...
__ADS_1
Di aula pelatihan.
Degg
Ye Chen yang sedang berlatih di dalam dimensi Cincin Semesta tiba-tiba membuka matanya. "Aura ini, apakah aku tidak salah menangkapnya? mungkinkah dia juga ada di sini?"
Ini adalah aura Usopp, putra pemimpin agung. Usopp yang berperan sebagai utusan itu memang telah datang. Aura yang dibawa nya memang telah dia segel tapi dia lupa kalau ada satu orang yang dapat merasainya dan orang itu juga ada di alam ini.
Karena kebetulan aula utama keluarga Bai memang berada di wilayah dimensi Lima Elemen maka Ye Chen dapat dengan jelas aura yang terpancar dari Usopp.
"Adik Yue, aku keluar sebentar."
Tanpa menunggu Yue bereaksi, Ye Chen melesat keluar. Kalau ada Usopp, semua pasti tidak akan berjalan pada tempatnya.
Tanpa ragu sedikit pun Ye Chen mendekati aula keluarga Bai dan benar saja memang ada aura Usopp di sana hanya saja, orangnya sudah lama pergi sehingga Ye Chen tidak menemukannya.
Di tengah perjalanan kembali ke aula pelatihan, Ye Chen bertemu ketua Bong.
"Senior, kenapa anda keluar?"
"Ketua Bong, ada yang ingin aku tanyakan. Begini, mendapat firasat akan terjadi sesuatu yang besar di sini. Apakah kamu mencium ada sesuatu yang tidak beres?"
"Senior, jangan di sini. Ayo kita cari tempat."
Ketua Bong membawa Ye Chen ke sebuah bangunan lain, setelah memastikan tidak ada yang mengikuti mereka, ketua Bong berkata, "Senior mungkin anda tidak salah, jujur saja kelima patriark juga ada di sini. Beberapa hari setelah kalian memasuki aula pelatihan, mereka mengadakan pertemuan rahasia."
"Apa kau tau apa yang mereka bicarakan?"
Ketua Bong menggeleng pelan, Tapi aku yakin ini bukan hal yang sepele, anda tau? seharusnya bukan aku yang seharusnya menemani anda dan Yue di sini tapi tetua Sung."
Sebenar nya, Ye Chen sudah merasakan ada sesuatu yang tidak beres sejak datang ke wilayah dimensi Lima Elemen, hal ini menjadi semakin terasa ketika dimensi Lima Elemen seringkali mengeluarkan getaran-getaran yang aneh, itu bukan karena akan terbuka tapi seperti akan hancur.
Ye Chen mengabaikan ini semua, dia juga tidak terlalu peduli namun kemunculan Usopp membuatnya mau tidak mau harus peduli.
Dan, akhirnya dia pun keluar dari aula pelatihan dan mencari tau kebenaran atas apa yang dia rasakan.
"Ketua Bong, aku akan kembali ke dalam aula pelatihan. Kalau ada sesuatu yang terjadi, kabari aku secepatnya."
__ADS_1
"Baik senior."