
Malam harinya Ye Chen telah berdiri di depan gedung paviliun Teratai dan memecahkan token teleportasi.
Slapp...
Ye Chen kini berada di kamar Gu Xia yang sebelumnya telah Ia pasang portal teleportasi. "Gelap, tampaknya nona Gu sedang tidak di sini." gumam Ye Chen yang sedikit kecewa, alangkah bagusnya jika Ia bisa melihat nona Gu tidur.
"Aah apa yang kupikirkan." kata Ye Chen menepuk-nepuk jidatnya sendiri. Setelah tenang, Ia lalu mengambil sikap lotus untuk bisa lebih berkonsentrasi mengedarkan kesadaran spiritualnya.
"Sial, lagi-lagi terbentur sesuatu. Sebenarnya ada apa di ruangan ketua Gu itu." Gerutu Ye Chen yang untuk kesekian kalinya tidak bisa menembus ruangan ketua Gu Liang.
Ye Chen memutuskan untuk keluar dan menyelidiki langsung, Ia mengendap-endap mendekati kamar ketua Gu sambil terus memasang perisai, takut terdeteksi.
Tidak menemukan apa-apa, Ye Chen melompat ke atas atap dan mengintip ke dalam kamar.
"Eh, apa itu?" sekilas Ye Chen melihat sekelebatan bayangan berlari menuju bagian belakang gedung. "Sepertinya di sini."
Dengan hati-hati, Ye Chen memeriksa sekitarnya. "Ketemu!" hampir saja Ia berteriak senang, untungnya Ye Chen cepat sadar." Tangannya meraih sebuah panel pintu di balik semak.
Sebuah anak tangga terlihat di balik pintu, "pantas saja aku tidak bisa melacaknya, rupanya ada di bawah tanah."
"Siap di sana!" teriak seorang penjaga yang merasa melihat bayangan Ye Chen.
Dengan cepat Ye Chen menempelkan tubuhnya serapat mungkin ke tembok tapi percuma, penjaga ini datang menghampiri Ye Chen.
Merasa tak ada gunanya bersembunyi, Ye Chen menyerah dan bersiap membunuh penjaga.
"Siapa? apakah kau membawa makanan?" tegur penjaga yang membuat Ye Chen bernafas lega.
"Ah kawan, aku tidak membawa makanan tapi aku membawa arak." Ye Chen mengeluarkan arak istimewanya sambil mengumpat, "oh arakku...."
"Arak yang sungguh nikmat hahaha. Apa masih ada lagi?"
"Hei jangan dihabiskan, bagaimana dengan yang lain?" kata Ye Chen yang tidak mau memberikan araknya lagi untuk penjaga yang lain. "Arak ini kuambil dari tempat ketua, tidak ada yang lain lagi."
__ADS_1
"Hahaha tenang saja, malam ini aku berjaga sendiri." sahut si penjaga yang membuat Ye Chen merasa lega.
"Eh, saudara sebenarnya apa yang kau jaga di sini? maaf ini pertama kalinya aku ke sini. Aku bersimpati jadi kubawakan arak spesial ini." kilah Ye Chen.
"Sst... jangan keras-keras, bisa celaka nanti."
"Ya sudah kalau kau tidak mau memberitahuku, percuma saja aku bersimpati dan membawakanmu arak, jangan harap besok ada arak lagi."
Ye Chen berdiri dan melangkah keluar, tapi penjaga ini memanggilnya kembali. "Bukan begitu, ini sangat penting, kepalaku ini menjadi taruhannya."
"Apa kau pikir gampang mengambil arak ketua? kepalaku juga menjadi taruhannya, kau tau? ah sudahlah, salahku yang menganggapmu saudara." Ye Chen berkata dengan mimik sedih.
Melihat ini, timbul rasa bersalah dari penjaga, Ia lalu memberitahukan Ye Chen bahwa di dalam sana adalah tawanan penting.
Dia adalah ketua Gu Liang dan para pembantu paviliun Teratai. Bayangan yang sebelumnya Ye Chen ikuti adalah komandan jaga yang baru selesai memeriksa tawanan.
Ye tidak berpura-pura kaget mendengar ini, Ia benar-benar tidak menyangka hal ini terjadi. "Apa aku boleh melihatnya?" pinta Ye Chen yang mengaku belum pernah melihat ketua Gu Liang.
"Hha, untuk apa? sebentar lagi dia juga akan mati."
Penjaga yang sempat curiga karena Ye Chen banyak bertanya akhirnya menceritakan semuanya ketika Ye Chen memberitahukan padanya bahwa Ia adalah orang yang baru bertugas di sini.
Menurut keterangan penjaga, ketua Gu Liang disekap di sini oleh pelindung paviliun Teratai dan orang yang di panggil ketua.
Tujuannya adalah ingin menguasai paviliun Teratai.
"Selebihnya aku tidak tau lagi, ingat jangan memberitahukan pada siapapun." kata penjaga dan di iyakan oleh Ye Chen.
"Saudaraku bagaimana kalau aku mencoba membujuknya? mana tau ketua Gu Liang setuju, kau pasti akan diberikan hadiah yang sangat banyak nanti. Dan aku akan membantumu di depan ketua, aku ini termasuk orang kepercayaan ketua."
"Benarkah...?" kata si penjaga masih tidak percaya.
"Tentu saja, arak itu buktinya. Kalau ketua tidak percaya padaku, mana mungkin aku bisa masuk ke ruangannya dan mengambil araknya?"
__ADS_1
Dengan bujuk rayunya, Ye Chen berhasil meyakinkan penjaga dan mengantarnya menemui ketua Gu Liang yang di sekap.
Kondisi Gu Liang sangat memprihatinkan, Ia hanya berbaring saja di lantai.
Para pembantu paviliun Teratai disekap diruang terpisah. Kultivasinya yang berada di tingkat Langit menengah sama sekali tidak banyak berguna.
"Kenapa pintu ini tidak dikunci?" tanya Ye Chen Penasaran setelah memeriksa kondisi ruang tahanan.
"Jangan kuatir, Ia sudah diberi racun pelemah syaraf. Tidak akan bisa bergerak." kata penjaga.
"Ayo pergi, jangan berlama-lama di sini, bisa gawat kalau kepala penjaga datang." Ye Chen mendekat sebentar ke ruang tahanan dan melempar sebuah pil tanpa di sadari si penjaga.
Begitu juga dengan ruang tempat pembantu Gu Liang di sekap, dengan dalih ingin kondisi tawanan, Ye Chen melempar pil ke dalam ruang tahanan dan mengirim telepati. "Makan pil itu, tunggu ada kesempatan lain baru aku akan kembali."
Gu Liang dan tawanan lain bukan tidak tau perbuatan Ye Chen tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena pengaruh racun pelemah syaraf.
Begitu Ye Chen dan penjaga pergi, dengan susah payah akhirnya mereka berhasil meraih pil pemberian Ye Chen dan menelannya.
Rasa hangat yang mereka rasakan dengan cepat menjalar ke seluruh bagian tubuh. Pil ini bukan penawar racun sehingga tidak bisa memulihkan kekuatan Gu Liang dan yang lain, hanya bisa membuat mereka bebas bergerak saja.
Dengan pertimbangan ini pula maka Ye Chen tidak segera membebaskan mereka, Ia harus membuat siasat jika ingin keluar dengan selamat.
"Saudara, sebaiknya aku pergi dari sini. Besok akan ku usahakan membawakanmu arak lagi." kata Ye Chen yang merasa sudah terlalu lama di ruang tahanan ini.
Ye Chen mengedarkan kesadaran spiritualnya dan memastikan keadaan benar-benar aman sebelum pergi.
Di kamar pribadi Gu Xia, Ye Chen yang baru saja saja masuk langsung merebahkan tubuhnya di pembaringan.
Dari pandangannya di ruang tahanan, hanya Gu Liang saja yang ada di tingkat Langit tinggi, tawanan lainnya hanya di tingkat Bumi tengah.
"Satu orang itu sepertinya pelindung paviliun tapi siapa orang yang satu lagi?" Ye Chen mengingat kembali dua orang yang datang ketika Ia membunuh empat bersaudara yang mengincarnya.
Hoaamm...
__ADS_1
Ye Chen menguap dan tertidur. Suasana kamar Gu Xia memang sangat nyaman, wangi khas kamar seorang gadis cantik memang berbeda pikir Ye Chen sebelum tertidur lelap.