Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Rencana


__ADS_3

"Tuan muda, anda baik-baik saja?" Chu Xiong yang melihat Ye Chen yang datang dengan sedikit tertatih menjadi khawatir dan langsung memapahnya masuk.


"Tidak apa, bantu antar ke ruanganku saja."


"Tapi tuan....."


Ye Chen mengerak-gerakkan jarinya, mengusir Chu Xiong pergi.


Ia kemudian duduk, mengambil sikap lotus dan mulai menekan energi kegelapan di dalam jiwanya. Melakukan hal yang seperti cara kerja serum kegelapan.


"Sial, energi ini masih terlalu besar. Tak ada pilihan lain, atau aku akan cacat." batin Ye Chen yang gelisah mulai tenang kembali.


Perlahan Ia melepaskan tekanan di dalam jiwanya, membiarkan energi kegelapan keluar dengan bebas. Energi ini bergerak liar lalu masuk ke dalam dantian.


Kraakk...


Suara seperti retakan tedengar pelan, Ye Chen tau betul apa artinya ini namun Ia tak bisa mencegahnya lagi.


Bumm...


Ledakan kecil menyusul dari dalam dantian Ye Chen, energi ini dengan cepat mengisi semua urat dan meridian di tubuhnya.


Angin kuat berhembus, di sekeliling tubuhnya Ye Chen, diselingi oleh uap hitam tipis yang sesekali terlihat.


Sementara diluar, awan hitam bergulung-gulung. Seperti akan ada badai besar yang akan datang.


"Apa yang terjadi?"


"Oh nona Song, aku juga tidak tau pasti. Dari yang kudengar, tanda ini artinya akan ada seorang kultivator yang akan menerobos ke tingkat Suci?"


"Haa... paman Chu, benarkah?"


"Entahlah, kalaupun benar, semoga itu membawa kebaikan bukan malah sebaliknya."kata Chu Xiong yang mendapat persetujuan Song Fei.


Tanpa tau apa yang terjadi di luar sana, Ye Chen yang menyadari akan menerobos ke tingkat Langit terlihat gelisah.


Ia tak mau energi hitam ini mempengaruhinya dan membuatnya menjadi iblis.


Di saat berpikir inilah dari atas langit muncul kilatan-kilatan petir antara awan dan dengan cepat mengahantam Ye Chen yang sedang menstabilkan aura tingkat Langitnya.


Dalam heningnya, Ye Chen kaget ketika merasakan ada kekuatan besar datang ke arahnya.


Secepat kilat Ia memasang aray pelindung dan memusatkan kekuatan di kedua tangan, menyambut petir yang turun.


Blaarrr...


Ruangan tempat Ye Chen hancur berantakan, bajunya terkoyak habis.


Ye Chen memandang langit kemudian tersenyum tipis, bersiap menyambut sambaran petir kedua.

__ADS_1


Petir yang lebih besar kembali datang, Ye Chen yang telah siap kembali menyambutnya. Sebagian besar berhasil Ia serap dan mengubahnya menjadi energi yang Ia simpan.


Tadi Ia sempat berpikir menggunakan energi lain selain cairan hitam untuk menerobos tahap kultivasi.


Langit mulai tenang setelah sambaran petir kedua, Ye Chen akhirnya naik ke tingkat Langit tahap awal.


Sisa energinya Ia simpan untuk sewaktu-waktu digunakan bila keadaan terdesak.


"Tuan muda, anda...?!"


"Terima kasih telah mengkhawatirkan aku, tapi seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja."


"Selamat tuan, anda telah naik ke tingkat Langit." Chu Xiong dan Sing Fei memberi selamat.


Mereka khawatir dan segera melesat ketika melihat sambaran petir yang turun tepat di tempat Ye Chen berada.


"Oh ya apa saudara Cia sudah kembali?" tanya Ye Chen.


Chu Xiong mengangguk dan berkata mereka sedang keluar mengurus sesuatu.


Di tempat lain, "Ayah... ...."


"Ayo kita kembali." Cia sun yang belum sempat menyelesaikan kata-katanya segera mengangguk dan melesat cepat mengikuti ayahnya, pulang ke taman desa.


Lu Ping juga sama, bersama Lu Jia Li dan Ma Dong juga segera kembali.


"Panglima Cia, kakek Lu, selamat datang," sapa Ye Chen. "Oh kalian juga di sini?" katanya lagi ketika melihat Ma Dong dan Lu Jia Li.


Berbeda dengan yang lain, panglima Cia dan Lu Ping menatap serius Ye Chen.


"Bakat jenius." batin mereka.


"Jadi, apa kau baik-baik saja?" tanya panglima Cia.


"Seperti yang anda lihat aku baik-baik saja. Oh ya kita ke dalam, ada hal penting yang perlu anda tahu"


Ye Chen menghindari pertanyaan lain dengan mengajak mereka semua.


"Nah begitulah keadaan sekte kegelapan." kata Ye Chen mengakhiri ceritanya.


Diam. Tak ada yang berani berkata apapun, mereka tak menyangka sekte kegelapan sangat kuat ditambah lagi dengan adanya serum yang bisa meningkatkan kekuatan sampai satu tahap kultivasi.


Bahkan panglima sendiri ragu bisa membasmi mereka sampai ke akarnya.


Ia berpaling pada Ye Chen menanyakan rencananya.


"Yang paling tepat menurutku adalah menghadang setiap anggota atau kelompok yang keluar, dengan begini bisa mengurangi jumlah mereka sambil menunggu bantuan tiba."


"Mungkin seminggu lagi baru mereka tiba," kata panglima. "orangku sudah ke perbatasan untuk menjemput mereka.

__ADS_1


Setelah berunding, merekapun membubarkan diri. Kini hanya tinggal Cia Sun, Ma Dong, Chu Xiong dan Ye Chen.


Lu Jia Li sudah pergi bersama Song Fei untuk beristirahat.


"Senior, sebelumnya selamat sudah menerobos. Sangat hebat," puji Ma Dong. "Um, bisakah kau memberitahu rahasiamu?"


"Hah kau ini, ujung-ujungnya minta pentunjuk." sela Cia Sun.


"Saudara Cia, padahal kau juga mengharapkannya bukan? hehe...."


Ye Chen hanya tersenyum melihat dua rekannya dan berkata ini kondisi khusus. Mungkin mereka tidak akan sanggup.


"Aku pasti sanggup." sahut Ma Dong.


"Pertama harus meminum cairan hitam dari artefak pangeran kegelapan. Kalau tidak sanggup menahan tekanannya, kau akan berubah menjadi iblis dan akhirnya mati dengan leher terpotong."


Tanpa sadar ketiga orang ini memegang leher mereka.


"Aku menyerah." kata Ma Dong diikuti anggukan yang lain.


"Sesuatu yang besar pasti membutuhkan usaha yang tidak ringan. Jujur saja, aku ini termasuk beruntung masih bisa hidup."


"Saudara Chen, apa benar efeknya sampai sedemikian?" Ma Dong yang masih penasaran bertanya lagi.


"Buat apa aku berbohong. Sudahlah aku akan istirahat dulu." ucap Ye Chen dan meninggalkan mereka.


...


Di gedung utama, markas sekte kegelapan.


Patriark tampak uringan-uringan mendengar Ye Chen tak ada.


"Sial kemana anak itu, apa tidak ada seorangpun yang melihatnya?"


Semua diam.


"Kau! tetua kanan, tidak adakah yang bisa kau lakukan? Bagaimana juga dengan orang-orang dikirim dulu?"


Tetua kanan menceritakan keadaan anggota sekte yang keluar, semua tewas tak ada yang tersisa.


Patriark hanya menggeleng pelan mendengar berita ini. Ia juga tak mungkin Ia akan terus menerus marah."


"Kuatkan barisan, kuharap kejadian tidak akan terulang kembali." sambung patriark lalu berdiri dan masuk ke dalam.


Tetua kanan masih menunduk ketika patriark berjalan pergi. "Tetua kiri, bagaimana penyelidikanmu?"


"Sama sepertimu, aku juga tidak menemukan apa-apa. bahkan semua anggota yang dikirim keluar tidak kembali."


Tetua kanan mengerti arti ucapan rekannya. "Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, lebih baik-baik kita kembali terlebih dahulu."

__ADS_1


__ADS_2