
Dimensi kristal roh tempat Ye Chen sekarang berada hanyalah salah satu dimensi kristal roh yang diketahui dan ditambang oleh manusia. Di luar sana masih banyak lagi namun letaknya sangat rahasia sehingga jarang sekali ada yang dapat menemukannya.
Dimensi ini sendiri dikuasai oleh sebuah kelompok penambang, hasilnya mereka pakai untuk kepentingan mereka sendiri. Dan jangan dikira gampang untuk menemukan tempat ini, bahkan sekte yang kuat seperti sekte teratai tidak akan berani menyerang langsung, sekte-sekte ini lebih memilih untuk mengirim penyidik untuk memastikan kekuatan penguasa tambang.
Suatu hari pak tua datang menemui Ye Chen, "Sepertinya kau mulai terbiasa di sini, kau tentu sudah sadar kenapa waktu di tawan dulu kita semua sangat lemah."
"Apakah karena kristal roh yang ada di dimensi ini?" tanya Ye Chen.
Pak tua mengangguk. "Dimensi kristal roh ditopang oleh sebuah akar abadi, selama akar abadi ini masih hidup, maka dimensi ini akan tetap ada dan terus menghasilkan kristal roh."
"Berapa lama akar abadi ini bisa hidup?"
"Akar abadi terbentuk jutaan tahun yang lalu, setelah menyerap esensi alam semesta, barulah akar abadi ini bisa menghasilkan kristal roh. Seiring banyaknya kristal roh yang tercipta maka akar roh secara perlahan akan mati."
"Pak tua, satu lagi, sejak masuk kesini aku merasa dimensi kadang bergetar, apakah karena akar abadi di sini sudah sekarat?"
"Kau benar, mungkin sebentar lagi akar abadi di sini akan mati. Karena itu pulalah maka dimensi ini bisa kami dan para penambang liar itu deteksi."
"Apa kau tau letak akar abadi itu?" tanya Ye Chen lagi.
"Jangan pernah berpikir mengambilnya, kau akan mati sebelum mendekat" pak tua memperingati Ye Chen, Ia merasa Ye Chen ini sangat berbeda. Dapat terlihat saat Ia selesai menjawab pertanyaannya, ketika itu Ye Chen selalu tersenyum sambil memutar-mutar cincin hijau ditangannya.
"Apa yang kau rencanakan? selain penguasa tempat ini, tak ada lagi yang memiliki pil pemulih, jangan bertindak ceroboh."
"Pak tua, jangan khawatir. jaga saja dirimu baik-baik. Nah terima kasih informasinya." ucap Ye Chen lalu meninggalkan pak tua sendiri.
"Anak itu, rasanya aku pernah melihatnya tapi entah dimana." gumam pak tua seorang diri.
__ADS_1
Beberapa hari ini Ye Chen sibuk mencari informasi penguasa dimensi, mulai dari jumlah pasukannya sampai jadwal Ia pergi dan juga pintu keluar dimensi. Sampai suatu hari Ia berhasil menemukan gudang penyimpanan kristal roh yang sudah dipanen. Gudangnya terletak di sebelah ruang tahanan, tempat Ia ditawan dulu.
"Selanjutnya tinggal mengatur rencana." batinnya lalu mencari pak tua dan para pekerja, memberitahu rencananya dan membagikan pil pemulih yang banyak terdapat di dimensi cincinnya.
"Pak tua, besok rencana yang sudah kususun akan kulaksanakan. Terserah kau ikut atau tidak, bagaimana menurutmu?"
"Katakan, matipun aku rela. Lebih baik mati daripada terus berada di sini." ucapan ini disambut oleh puluhan pekerja tambang.
Ye Chen lalu membagi mereka dalam beberapa kelompok kecil. "Tunggu tanda dariku, begitu kalian melihatnya segera telan pil pemulih dan bunuh semua penjaga." ucap Ye Chen mantap.
"Pak tua, aku menyimpan puluhan senjata di tempat kita ditahan dulu, bukan senjata yang bagus tapi kurasa bisa sedikit membantu."
Dalam herannya pak tua hanya mengangguk setuju, "Darimana anak itu mendapat ini semua?" batinnya.
Blarr...
Ye Chen meledakkan tambang, semua pekerja yang memang sudah bersiap segera berlari keluar yang langsung dihadang penjaga yang ternyata telah menunggu.
"Sial rupanya ada penghianat di sini. munduuur!" selamatkan diri kalian." teriak pak tua. Tapi sebelum para pekerja mundur, sebuah tapak Qi menghantam para penjaga sekaligus isyarat bagi para pekerja untuk menelan pil pemulih.
"Pil yang bagus." batin pak tua dan para pekerja, karena tidak butuh waktu lama pil pemulih langsung bekerja. Yang tidak mereka sadari adalah pengaruh akar abadi yang biasa menyerap Qi saat ini sama sekali tidak berpengaruh.
Pertempuran sengit berlangsung, semua orang memiliki tingkat Langit. Ye Chen melesat cepat ke salah satu pekerja dan berbisik, "Di dalam sana masih ada banyak kristal roh ungu, ayo kita amankan dulu."
Tanpa pikir panjang, pekerja ini melesat mengikuti Ye Chen. Kristal roh Ungu adalah kristal kualitas terbaik, satu saja bernilai seribu kristal roh biasa yang berwarna putih. Benar saja, jauh di dalam area tambang terdapat banyak sekali kristal roh ungu yang berserakan.
Pekerja ini tersenyum lebar tapi senyum di wajahnya langsung hilang ketika Ye Chen menyerangnya dengan tapak jiwanya.
__ADS_1
Blamm...
Pekerja ini terpental dan terduduk dengan tubuh lemas, darah segar tak berhenti mengalir dari mulutnya. Ia terluka hanya dalam satu kali serangan saja.
"Kau... apa yang ...
Ye Chen mengangkat tangannya, menghentikan ucapan pekerja. "Kau pikir aku bodoh, kau mungkin bisa mengelabui yang lain tapi aku tidak. Nah matilah dengan tenang." ucapnya, akar abadi yang memang berada dalam ruangan ini bekerja, perlahan tapi pasti Qi pekerja yang ternyata adalah wakil penjaga yang menyamar diserapnya.
Ye Chen sama sekali tidak terpengaruh, aura kematian yang pekat melindungi dirinya. Hal ini Ia temukan ketika masuk ke ruangan ini. Ketika Ia putus asa, secara tak sengaja Ia melepas auranya dan berhasil menghalangi Qi nya tersedot oleh akar abadi. Setelah mengetahui ini, dengan santai Ia lalu menyegel ruangan ini sehingga para pekerja diluar sana juga tidak terpengaruh.
Kembali ke pertempuran di luar, pak tua yang kewalahan menghadapi kepala penjaga mulai terdesak hebat. Hal ini karena Ia baru saja memulihkan diri, berbeda dengan lawannya yang memang sudah siap.
"Pak tua, apa kau butuh bantuanku?" Suara Ye Chen dari sampingnya yang lagi-lagi terkena hantaman telak di dadanya.
"Cepatlah, jangan sampai pemimpin mereka datang." ucap pak tua sambil menahan dadanya yang sesak.
"Telan ini." sahut Ye Chen memberikan pil pemulih, menunggunya pulih dan menyerang bersama.
Hanya beberapa kali serangan saja kepala penjaga ini sudah tewas, gabungan kekuatan Ye Chen dan pak tua terlalu kuat untuknya.
"Pak tua keluarlah, ajak yang lain."
"Langkah angin ketiga...."
Ye Chen tak membuang-buang waktu, mengandalkan kecepatannya Ia bergerak membantai semua penjaga. Pedang hitam menari-nari memotong dan memenggal kepala setiap penjaga.
"Kalian keluarlah, ikuti pak tua." Tidak usah menungguku. Tak ada yang membantah, semua berlari keluar meninggalkan Ye Chen seorang diri. Semua tau bahaya yang mengancam jika pemimpin dimensi ini sampai datang, kabarnya pemimpin dimensi ini berada di tingkat Suci, tak ada yang sanggup melawannya.
__ADS_1
Sementara itu Ye Chen yang kini seorang diri, bergerak cepat mengambil cincin dimensi kepala penjaga lalu menguras semua kristal roh yang ada dimensi ini. Tak lupa juga Ia berkeliling memastikan tak ada penjaga yang masih hidup.
Sayangnya, sesaat setelah keluar, pemimpin dimensi sudah datang dan membunuh semua pekerja. Hanya pak tua dan satu pekerja saja yang selamat.