
Hari pertemuan yang disepakati oleh keluarga Bai dan sekte Lautan Air pun tiba.
Yang mewakili keluarga Bai adalah Bai Feng, dia adalah orang kedua setelah kepala keluarga. Senior Bai, yang menjalin kerjasama dengan Ye Chen, segera menghubungi Ye Chen saat Bai Feng sudah berada di penginapan.
"Tuan Feng, silahkan."
Senior Bai menyilahkan Bai Feng dengan sangat sopan, status dan posisinya di dalam keluarga Bai tidak cukup untuk hanya sekedar mengangkat kepalanya.
"Kamu hanya mata-mata, katakan, kenapa aku harus menuruti kata-katamu?" Bai Feng.
Saat senior Bai tidak tidak membalas ucapan Bai Feng, Ye Chen muncul.
"Senior Bai! anda masih disini? dimana utusan tuan Bai? guru sudah menunggu."
"Saudara Ma, kenalkan, ini adalah tetua Bai Feng, utusan keluarga Bai." Mata senior Bai berbinar melihat kedatangan Ye Chen, beban berat seolah terangkat dari pundaknya.
Aura dari Bai Feng adalah sesuatu yang belum bisa ditahan oleh senior Bai, apalagi statusnya memang sangat jauh jika dibandingkan dengan nya.
"Oh tetua Bai, maaf aku tidak mengenali anda." Ucap Ye Chen sopan. "Silahkan, guruku, tetua puncak murid dalam sudah menunggu anda." kata Ye Chen lagi, yang sengaja mengatakan gurunya adalah orang yang penting di sekte.
"Aku tidak ada urusan dengan tetua manapun."
"Tuan Feng, silahkan, saya akan mengantar anda." senior Bai yang melihat Bai Feng tidak bergeming, berkata sambil menunjukkan jalan ke sekte Lautan Air.
Sudut matanya melirik Ye Chen.
"Tetua Bai, aku akan mengawal anda. Kalau anda tidak ingin bertemu guruku maka aku akan langsung mengantar anda bertemu patriark sekte."
"Tetua, kenapa tidak ada yang mengawal anda?"
"Mengawalku? itu tidak perlu, sektemu bukanlah apa-apa. Jangan banyak bicara, jalan saja."
__ADS_1
Betul-betul sombong, Ye Chen tadi hanya bertanya untuk memastikan kalau Bai Feng memang tidak membawa seorang pun pengawal dan ternyata dugaan Ye Chen tidak meleset. 'Yah kau pasti akan menyesal nanti.' ucap Ye Chen dalam hati.
Sampai di sebuah tanah yang sunyi, Ye Chen tiba-tiba melompat ke samping diikuti senior Bai. Ye Chen menepuk tanah untuk mengaktifkan aray pelindung dan ilusi sekaligus.
"Apa kamu pikir kamu bisa menakutiku dengan perbuatan mu ini?"
"Haha tidak, tidak, aku tidak mencoba menakutimu. Ini hanya tindakan pencegahan saja." sahut Ye Chen.
"Apa yang kamu inginkan?"
"Bai Feng, Bai Feng, jangan bertanya lagi, takdirmu sudah ditentukan."
"Jangan meremehkan kekuatan keluarga Bai."
Bai Feng yang masih menganggap dirinya bukanlah lawan Ye Chen, mengambil inisiatif serangannya.
Dia bergerak cepat, menusuk dada Lin Chen dengan sebuah pedang yang entah sejak kapan muncul di tangannya.
Latar belakang keluarga Bai adalah sekte Api Abadi tapi dalam perkembangan nya, mereka juga menguasai elemen-elemen lain, meskipun tidak sampai mahir tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membawa nama keluarga mereka menduduki posisi tertinggi di bawah lima sekte.
Api dan angin adalah elemen yang saling mendukung, ketika digunakan bersama, kekuatannya akan berlipat ganda.
Sayangnya, yang dihadapi Bai Feng sekarang adalah Ye Chen, sebelum Ye Chen memahami lima elemen dasar saja dia sudah bukan tandingan Bai Feng, apalagi sekarang.
Ye Chen hanya mendengus, dia mengambil pedang hitamnya dan membelah serangan Bai Feng dari atas.
Gelombang Qi yang kuat membelah kobaran api dan terus merangsek masuk, mengincar kepala Bai Feng.
"Gawat!"
Seru Bai Feng lalu buru-buru melompat mundur.
__ADS_1
"Mau kabur? Pilar Api!"
Wuss!
Puluhan pilar api besar mengepung dan menghalangi Bai Feng, menguncinya di tengah-tengah.
"Kau bukan dari sekte Lautan Air, kau orang sekte Api Abadi." Bai Feng baru sadar ketika melihat teknik andalan sekte Api Abadi.
"Anda benar! namun sayang, sudah terlambat."
"Teknik Cambuk Api!"
Lidah api berbentuk tali yang panjang menyelinap di antara pilar api, tak memberikan kesempatan Bai Feng untuk menghindar.
"Aku tak punya waktu banyak! pergi dan tebus dosa-dosamu di neraka."
Cambuk api melilit sekujur tubuh Bai Feng, sesaat kemudian dia sudah berubah menjadi abu dan hilang tertiup angin. Tak lupa, Ye Chen mengambil cincin penyimpanan Bai Feng.
"Saudara Ma, dimana tuan Feng?" tanya senior Bai ketika aray pelindung terhapus.
"Tuanmu telah menjadi abu." jawab Ye Chen.
"An-anda membunuhnya?" senior Bai mau tidak percaya tapi samar-samar memang ada jejak aura Bai Feng di tempat yang Ye Chen tunjuk.
"Sudah, ayo kita ke sekte Lautan Air. Ingat, aku adalah Bai Feng.
Glek!
"Ten-tentu saudara Ma. Ah bukan, bukan, tuan Feng."
Untung saja senior Bai tidak terlalu memprovokasi Ye Chen, kalau tidak, mungkin dia juga sudah menjadi abu. Dia kini sadar, selama ini Ye Chen hanya tidak serius dengannya saja.
__ADS_1
'Saudara Ma sangat kuat.' ucapnya dalam hati dan beranji tidak akan meremehkan Ye Chen lagi.
Ye Chen dan senior Bai memasuki aula sekte Di sana.