Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Yue Diculik


__ADS_3

Makam kuno adalah sebuah dimensi lain yang diciptakan oleh orang yang sangat kuat. Di dalamnya terdapat banyak hal yang menguntungkan, mulai dari senjata, gulungan tehnik sampai herbal-herbal langka. Ini mirip seperti dimensi bau jajar yang diciptakan oleh guru Ye Chen.


Dan tujuan Yue mencarinya adalah untuk mencari sebuah herbal untuk membuat pil penyembuh, pil itu akan Ia gunakan untuk menyembuhkan Ibunya yang sekarat.


"Apakah tak ada tempat lain selain di makam kuno?" tanya Ye Chen penasaran.


"Ah kau tidak mengerti kakak Chen, itu bukan makam kuno sembarangan tapi makam kuno peninggalan penguasa Surgawi yang tewas ribuan atau mungkin jutaan tahun yang lalu."


"Tunggu dulu, kau bisa mendeteksinya?"


"Itu masalah gampang, lihat benda ini? nah benda inilah yang mendeteksinya, ia akan bergetar dan berdengung jika makam itu muncul." Yue memperlihatkan sebuah batu kecil yang tergeletak di telapak tangan Yue.


"Oh begitu, dan portal yang kau cari pasti untuk kembali ke tempat asalmu."


Yue mengangguk, tapi sedetik kemudian Ia kembali cemberut. "Kakak Chen kau mengerjaiku, pertanyaanmu itu sama saja." Tiba-tiba Yue teringat pertanyaan Ye Chen, pertama menceritakan apa yang dilakukannya dan yang kedua apa yang Ia cari. Ujungnya sama saja, memberitahu Ye Chen apa yang terjadi.


"Hahaha... salah sendiri." Ye Chen tertawa senang.


"Sudahlah, aku akan menyegel lubang hitam ini." kaya Yue, lalu melempar token dari akademi untuk menyegel lubang hitam.


Wuss...


Lubang hitam tersegel, sekaligus menutupinya sampai tidak terlihat. "Aku periksa sebentar." kata Ye Chen yang diam-diam menandai lokasinya dan membuat segel tambahan di sana.


Sudah tiga kali Ye Chen menemani Yue mencari lubang hitam dan tetap saja Yue tidak menemukan apa yang Ia cari. Ye Chen pun sama tidak menemukan apa yang dicarinya. Jadi setiap kali Yue menyegel lubang hitam, Ye Chen segera menandainya dan membukanya untuk melihat.


Hubungan mereka pun semakin akrab, Yue yang merasa aman berdekatan dengan Ye Chen mulai menceritakan asal usulnya.


Yue berasal dari sebuah tempat yang sangat jauh di alam langit. Sepuluh tahun yang lalu di alam langit tersiar kabar tentang sebuah makam kuno atau dimensi kuno yang terbuka. Hal itu ditandai dengan getaran-getaran yang sering terasa di beberapa tempat di alam langit, terutama tempat yang menyimpan batu kecil seperti milik Yue.

__ADS_1


Alam langit heboh, semua sibuk mencari dimensi itu tapi tak satupun yang berhasil menemukannya dan akhirnya berita itu pun menguap begitu saja.


Dua tahun lalu, dengan alasan ingin belajar di akademi langit, Yue pergi dari rumah dan sampai sekarang berada di akademi sambil terus mencari dimensi itu. Portal, itu hanya alasannya saja, toh Ia bisa menggunakan jalur udara untuk kembali, Ia hanya tidak mau bercerita terlalu banyak karena belum lama mengenal Ye Chen.


Sudah beberapa hari Yue tidak muncul, Ye Chen juga tidak berusahalah mencarinya karena tidak mungkin juga Ia masuk ke akademi mencarinya.


Hari itu, seperti biasa Ye Chen kembali ke kediaman Peri setelah selesai memeriksa lubang hitam. Ia teringat benda yang diberikan Ruoyi dari gudang penyimpanan keluarganya.


Tapi alangkah kagetnya ketika Ia sampai dirumah, sebagian rumah itu telah hancur. "Ada yang ingin bermain rupanya." gumam Ye Chen. Ia lalu melangkah ke bagian rumah yang masih utuh, pikirannya tak bisa lepas dari penjahat yang tempo hari berselisih dengannya.


Ye Chen tidak langsung bertindak, Ia harus membuat rencana terlebih dahulu. Tak lama setelah itu Ye Chen kembali membuat klon dirinya dan pergi ke markas penjahat sementara dirinya yang asli membuka kotak kecil dan gulungan tehnik cahaya serta pil pembuka dari Ruoyi.


Klik...


Kotak kecil yang tersegel itu terbuka, di dalamnya terdapat sebuah benih. Ye Chen tak ambil pusing, Ia langsung masuk ke dimensi cincin dan menanam benih tersebut. Pil pembuka hanya diamati sekilas saja lalu menyimpannya. "Langkah Cahaya? apakah ini tehnik yang sama dengan langkah angin?" ucap Ye Chen dalam hati dan terus melihat gulungan itu sampai selesai, Ia hanya dapat memahami sekilas saja karena tulisan di gulungan itu tidak dimengerti oleh Ye Chen.


Kalau begitu nanti saja, harus cari kitab bahas dulu, pikirnya lalu menyimpan gulungan.


Semua tampak senang, tampak di sana ketua-ketua dan pemimpin sedang dalam suasana hati yang baik.


"Pimpinan, kami menghancurkan kediaman anak muda itu." lapor salah satu ketua, yang Ia maksud adalah kediaman Ye Chen.


"Pimpinan, keluarga Ruo sudah tidak berdaya. tinggal eksekusi saja maka semuanya akan beres."


"Bagaimana dengan keluarga Beng?" tanya pimpinan.


"Kita tinggal menunggu persetujuannya saja untuk masalah ini." sahut ketua itu lagi.


"Bagus," seru pimpinan. "Oh ya apa ada kabar dari senior?" sambungnya.

__ADS_1


"Baru kemarin senior kembali, Ia membawa seorang gadis. Katanya kita tidak boleh mengganggunya karena ini tawanan ownting." sahut ketua ketiga.


"Bawa kesini, aku mau lihat." perintah pimpinan.


"Lepaskan! dasar orang-orang jahat, kalian pasti akan menerima balasannya." gadis yang dibawa itu terus saja berteriak-teriak.


"Hehehe tenanglah manis, katakan siapa namamu." pimpinan.


"Tunggu kakakku datang dan lihat apa kalian masih bisa tertawa." ucap si gadis.


Hahaha...


Semua yang hadir tertawa keras, "Kakakmu...? bahkan ayahmu saja tak akan bisa membawamu pergi, apalagi kakakmu." ketua pertama.


Pimpinan melambaikan tangannya, "Bawa masuk, ingat, perlakukan dengan baik." katanya.


Pertemuan itu masih terus berlanjut, tiga ketua dan satu pemimpin. Sampai ketika mereka membahas tentang gadis itu lagi dan tertawa keras karena mengingat apa yang dikatakannya tentang kakak yang dikatakannya akan membunuh mereka semua.


Markas itu tiba-tiba saja bergetar kuat, ada hawa dingin yang berhembus, hanya beberapa detik saja tapi membuat mereka terdiam.


"Cepat, hubungi senior. Minta keterangan yang lengkap tentang gadis itu." pimpinan yang merasa aneh sekaligus khawatir itu sedikit panik, peristiwa barusan langsung Ia hubungkan dengan si gadis.


Salah satu ketua langsung bangkit dan pergi, membuat pesan dan mengirimkannya kepada senior.


Sementara itu Ye Chen yang sedang konsentrasi mengolah tehnik langkah cahaya dibuat terkejut ketika menarik kembali klon nya.


"Adik Yue...."


Katanya dengan perlahan namun sangat menyeramkan, darahnya seperti mendidih mengetahui Yue yang selama ini Ia tunggu kedatangannya tenyata telah diculik dan yang menculiknya adalah senior di divisi informasi.

__ADS_1


"Adik Yue, kau tenanglah di sana. Sebentar lagi kakakmu akan datang dan akan mencuci tempat itu dengan darah mereka."


Ye Chen beranjak dari duduknya dan melesat pergi. Bukan menuju markas penjahat tapi menuju ke kediaman keluarga Ruo. Alasannya tidak langsung ke sana adalah karena merasa Yue pasti akan baik-baik saja, sesuai perintah dari senior.


__ADS_2