Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Raja Iblis Mema


__ADS_3

"Apa kau benar-benar sudah yakin?"


"Tentu saja tuan, aku tak mungkin salah mengenal orang. Aku yakin itu dia."


"Tunggu aku di sana, aku akan membuat beberapa artefak dan yang yang lainnya. Paling lama tiga hari dari sekarang aku sudah sampai."


Pemberitahuan pertemuan para Iblis yang ditemukan oleh Giro bukanlah kebetulan, utusan yang menyebarkan berita itu memanglah telah sampai di sekitar rumah Ye Chen karena mengikuti aura Iblis yang tertinggal. Tapi karena wilayah kediaman itu tersegel dengan aray ilusi maka utusan ini tidak menemukannya dan akhirnya memutuskan untuk meletakkannya begitu saja di jalan.


Utusan itu tidak khawatir akan ada orang lain selain ras Iblis yang bisa membaca pemberitahuan, karena secarik kertas itu hanya bisa dibaca dengan menggunakan aura Iblis saja. Dengan kata lain hanya ras Iblis yang bisa membacanya.


Ye Chen mulai hari itu sibuk membuat artefak tingkat tinggi lagi, sekaligus memperbaiki artefak pelindung dari kulit Trenggiling Batu.


...


Di sebuah dimensi yang akan menjadi tempat pertemuan para Iblis, tampak tiga sosok yang sedang melakukan pembicaraan serius.


Sosok yang pertama adalah raja Iblis Mema dan dua lainnya adalah pembantu utamanya, Siluman Kerbau dan makhluk terkutuk.


Raja Iblis Mema lah yang mempunyai rencana mengumpulkan para Iblis, tujuan utamanya tentu saja untuk menyerang ras lain dan menjadi penguasa di antar semua ras.


"Tuan raja, apakah anda yakin tidak akan ada masalah dalam pertemuan nanti?" siluman Kerbau.


"Justru itu aku memanggil kalian, bawa pasukan terbaik kalian ke pertemuan, kalau ada yang menentang ucapanku atau ada yang meragukanku, bunuh ditempat." Raja Iblis Mema.


"Tapi tuan raja, bagaimana kalau ternyata yang menentang ini di atas kuasa kami?"


"Aku tau yang datang sebagian besar yang datang nanti mungkin jauh lebih kuat dari kalian tapi percayalah, mereka akan berpikir dua kali untuk membunuh kalian."


"Baik tuan raja, kami mengerti." kedua bawahan Iblis Mema itu lalu pergi, meninggalkannya sendiri.


"Kuharap kau juga datang, aku sudah menyiapkan satu kejutan spesial untukmu." kata Mema pelan. Yang Ia maksud tentu saja adalah Ye Chen yang Ia percaya sudah berada di alam langit.

__ADS_1


Raja Iblis Mema adalah yang terlemah di antara empat raja Iblis lainnya namun Ia terkenal dengan kecerdikannya. Pertemuan Iblis yang dicanangkan olehnya ini adalah buah dari kecerdikannya.


Jika Ye Chen ikut hadir di pertemuan, Ia akan menghasut Iblis lain untuk memojokkan dan membunuhnya di tempat. Tapi jika ternyata Ye Chen tidak muncul, maka Ia akan mempengaruhi yang lain untuk memburu Ye Chen.


Semua dilakukannya dengan sangat baik, ditambah lagi dengan dukungan dua pembantu utamanya yang sangat kuat dan mempunyai pasukan sendiri.


Tiga hari kemudian, Ye Chen dan Giro sudah masuk ke dalam dimensi tempat pertemuan nanti. Tempat itu masih sepi, hanya ada beberapa sosok saja yang terlihat mengatur dan membuat persiapan.


"Giro, aku belum pernah melihat Mema, seperti apa sosoknya itu?"


"Dengan tingkat tuan yang sekarang, raja Mema bukanlah apa-apa, yang kutau dia adalah yang terlemah di antara empat raja lainnya. Tapi tuan harus berhati-hati, jangan dengarkan apapun yang Ia katakan, dia sangat cerdik tuan."


"Baik aku mengandalkanmu, pergilah dan pasang semua artefak ini, aku akan memanggangnya bersama semua kaki tangannya."


Ye Chen lau memberikan semua artefak tipe api kepada Giro sedangkan Ia sendiri menyegel pintu masuk dimensi untuk mencegah ada tamu yang merepotkan datang.


Di bangunan dalam, Iblis Mema yang sedang mengatur strategi dengan dua pembantu utamanya dikejutkan ketika merasakan ada riak di pintu masuk dimensi. Mustahil ada yang bisa masuk karena pintu itu masih di segel dan pertemuan juga masih beberapa hari.


Siluman Kerbau memberi hormat lalu pergi. Setelah itu Ia tak pernah kembali lagi. Ia bertemu Ye Chen di depan gerbang dimensi, andai saja Ia membawa beberapa anak buah, mungkin Ia bisa bertahan sebentar sampai Iblis Mema mengirim seseorang untuk melihat.


"Hei, siapa kau!? pertemuan masih lama dan kami tidak menerima kunjungan siapa pun." seru siluman Kerbau ketika melihat Ye Chen yang sedang menyegel gerbang.


Ye Chen membalikkan tubuhnya dan tersenyum, Ia lalu berkata. "Apa kau salah satu pembantu Iblis Mema?"


"Aku adalah pembantu utamanya, sebaiknya kau serahkan dirimu dan ikut aku menghadap raja Mema." kata siluman Kerbau dengan tegas.


Namun Ye Chen hanya tersenyum, Ia tidak marah hanya saja matanya sedikit berkilat. Detik berikutnya, siluman Kerbau telah kehilangan kepalanya."


"Bicaramu terlalu kasar." kata Ye Chen pelan sambil memungut inti siluman kerbau dan memberikannya kepada Rajawali yang sebelumnya telah Ia keluarkan untuk membantu memantau dari atas.


"Tuan, dia berada di bangunan sana." kata Giro yang baru selesai dengan tugasnya menanam artefak.

__ADS_1


"Ayo ke sana."


Entah sudah berapa banyak Iblis, siluman Kerbau atau makhluk terkutuk yang Ye Chen tebas saat menuju kediaman Iblis Mema. Lebih baik dibereskan sekarang daripada nanti akan merepotkan.


"Hahaha tidak salah lagi, pasti ini dia," Iblis Mema. "Kau bersembunyilah, panggil komandan pasukanmu dan kepung bangunan ini." lanjut Iblis Mema memberi perintah kepada pimpinan makhluk terkutuk. Ia sendiri berjalan ke depan pintu untuk menyambut kedatangan Ye Chen.


"Selamat datang wahai keponakanku." sapa Iblis Mema. "Ayo silahkan masuk." sambungnya.


"Tuan, hati-hati." Giro yang bersembunyi di bayangan Ye Chen.


"Apa kau sudah memasangnya disini."


"Beres tuan, anda tenang saja." sahur Giro.


Iblis Mema mengernyit, Ia merasa ada sesuatu saat melihat Ye Chen terdiam, tapi Ia tidak mengindahkannya karena Ia tau pasukan makhluk terkutuk telah siaga di sekeliling bangunan.


"Apa kau takut, hei putera Yeming?"


"Ye Chen tidak menjawab, Ia hanya melangkah mendekat dan mengikuti Iblis Mema ke dalam.


"Aku hanya ingin bertanya, apa kau juga ikut menjadi dalang penyerangan teman-temanku?" Ye Chen mema membuka mulut bertanya.


"Langsung ke intinya, bagus! aku suka. Ah kau sangat mirip dengan ayahmu." Sahut Iblis Mema.


Hm, bagaimana ya... dibilang tidak ikut, aku memang tidak ikut tapi kalau dibilang ikut, ya mungkin aku juga ikut."


"Jadi menurutmu bagaimana? apakah aku ikut atau tidak? jangan bilang kau datang jauh-jauh hanya untuk bertanya hal itu saja." sambungnya lagi.


Ye Chen tampak mulai ragu dan bingung, bagaimana kalau tidak ikut? dan kalau ikut apakah harus langsung menyerang? sejak pertemuan pertama tadi, Iblis sama sekali tidak memperlihatkan permusuhan, malah bersikap ramah sambil tersenyum, membuat Ye Chen semakin tidak yakin tujuannya mencari Iblis Mema.


Untungnya ada Giro yang memperingatkan Ye Chen. "Tuan, jangan dengarkan perkataannya, Iblis Mema sangat pandai mengecoh dengan kata-kata." seru Giro dari dalam bayangan, Ia khawatir Ye Chen terbius dan lengah.

__ADS_1


__ADS_2