Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Rahasia Tungku Penyulingan


__ADS_3

Murid-murid sekte Pengobatan Ilahi tidak bisa berkata lagi saat Hong Shin menyemprot mereka dengan kasar. Mau marah pun percuma saja karena apa yang Hong Shin katakan memang benar adanya.


Mau membalas juga tidak mungkin, mereka bisa saja bergabung dan mengeroyok Hong Shin tapi Ye Chen ada di sana, meskipun Ye Chen hanya berdiri dalam diam tapi ini justru membawa ketakutan sendiri dalam hati mereka.


"Nah kalau tidak ada yang ingin kalian katakan lagi, lebih baik kalian cepat pergi dari sini."


Bukan hanya Hong Shin yang tidak senang, Ye Chen pun sangat tidak suka dengan sekumpulan murid-murid ini. Kalau bukan dari tempat yang sama, mungkin Ye Chen sudah memberi mereka pelajaran.


Ye Chen bukan orang yang tidak tahu diri juga, alasan dia bisa masuk ke dalama dimensi Perang Kuno karena sekte Pengobatan Ilahi. Kalau tidak, dia mungkin masih akan berkeliling tanpa arah yang jelas di dunia luar sana.


Faktanya, kultivator yang masih tersisa di bukit itu pun mencibir murid-murid Pengobatan Ilahi.


Bahkan ada yang terang-terangan berkata kalau mereka sungguh sekumpulan orang yang bodoh dan tidak tahu diri.


Akhirnya mereka pun pergi satu persatu dengan kepala tertunduk, mereka sangat menyesal tadi tidak membantu Ye Chen dan Hong Shin.

__ADS_1


Ye Chen kembali mengalihkan perhatiannya pada tunggu terbalik ini. Setelah sekali lagi menggunakan teknik api untuk membakar seluruh tungku sehingga menampilkan semua rune-rune kuno.


"Jing, apa yang kamu tahu tentang rune-rune ini?" Ye Chen membawa Jing keluar. Jing memang tidak keluar karena sedan memulihkan diri sedangkan Lanlan serta pasukannya berkultivasi.


Jangan lupa kalau hampir separuh esensi kehidupan Jing telah mereka serap sebelumnya.


Sementara itu, Hong Shin, yang telah puas memaki-maki murid-murid sekte Pengobatan Ilahi meminta diri untuk memulihkan diri setelah pertarungan.


Jing tampak berpikir keras saat ini, beberapa kali dia mengangguk dan di lain saat terlihat memijit keningnya. Tak lama kemudian dia pun berkata, "Tuan, ini memang warisan leluhur Dewa Obat, tapi aku yakin ini dari salah satu muridnya."


"Aku sendiri kurang yakin apa bentuk warisannya, aku hanya bisa mengatakan kalau tungku penyulingan ini tidak biasa."


"Tuan, anda harus hati-hati. Mungkin ada jebakan dalam tungku penyulingan ini."


"Aku mengerti." ucap Ye Chen dan membiarkan Jing kembali memulihkan diri.

__ADS_1


"Senior, siapa irang orang tua itu? kenapa aku merasa sangat takut padanya?" Hong Shin yang sedang memulihkan diri membuka matanya saat Jing keluar.


Aura Jing yang memang tidak biasa membuatnya sangat tidak nyaman.


"Namanya Jing." ucap Ye Chen yang kemudian menerangkan secara singkat siapa Jing sekarang.


Hebat, Hong Shin memuji sekaligus bergidik dalam hati. Mempunyai pembantu seorang leluhur Iblis bukanlah sesuatu yang bisa dimiliki setiap orang.


Dia ingat Ye Chen pernah berkata kalau musuhnya adalah ras Iblis, ini akan menjadi menarik, pikirnya dan kembali berjanji dalam hati untuk berkultivasi dengan giat agar tidak mengecewakan Ye Chen.


Apa yang Ye Chen pikirkan berbeda dengan apa yang Hong Shin pikirkan, saat ini dia sibuk memahami tungku penyulingan. Ini adalah harta seorang alkemis dan sesuai janjinya pada tuan Tang, dia akan berusaha mengembalikan warisan pada sekte Pengobatan Ilahi.


Kalau tidak bisa dimengerti, lebih baik membawanya saja. Ide ini bukan tidak Ye Chen pikirkan tapi tungku penyulingan di depannya tidak bisa dia masukkan ke dalam cincin penyimpanan.


Bahkan bergerak saja tidak bisa, apalagi memindahkannya. Tungku penyulingan seolah telah berakar di puncak bukit itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, dihancurkan saja." Ye Chen yang bingung mengambil kesimpulan ini dan tanpa menunda-nunda, dia membakar tungku itu.


Kali ini Ye Chen menggunakan hampir semua kekuatannya.


__ADS_2