Pendekar Sadis

Pendekar Sadis
Tehnik Tapak Semesta


__ADS_3

Ras Iblis memang berbeda dengan ras lain, mereka dengan mudah dapat membujuk ras lain yang lemah untuk bergabung dan menjadi Sekutu mereka. Biasanya dengan iming-iming kekuatan tak terbatas, faktanya memang ras Iblis bisa meningkatkan kultivasi seseorang dengan metode gelap.


Seperti yang Ye Chen lihat di depannya, banyak sekali ras lain yang bergabung tapi yang Ye Chen pedulikan adalah orang-orang di dalam wilayah Ye, mereka tak bisa keluar.


"Baojing, coba lihat apakah ada celah untuk mendekati pilar-pilar itu." kata Ye Chen. Ia menunjuk ke pilar yang menjadi titik pusat segel.


Baojing bergerak cepat menelusuri pilar segel, pun begitu dengan Ye Chen, Ia bergerak sambil menghitung kekuatan lawan dan baru sadar setelah melihat jumlah mereka. "Ini... tidak mungkin, darimana asal semua orang-orang ini?" katanya seolah tak percaya.


Di depannya, puluhan ribu manusia bergabung dengan ras Iblis, ini seperti akan menyerang sebuah kekaisaran saja pikir Ye Chen lalu kembali ketempat pertama ia datang, di sana telah ada Baojing yang telah selesai melakukan penyelidikannya.


"Bagaimana?" tanya Ye Chen.


"Aku tidak tau tapi pilar di sebelah barat sepertinya sedikit lemah, penjagaannya juga tidak seketat yang lain."


"kita ke sana." ajak Ye Chen.


Informasi Baojing sangat tepat. Mungkin karena merasa aman maka penjaga terlihat santai sekali.


"Baojing, di sini." Ye Chen memanggil Baojing dan meraih tangannya dan masuk melewati segel.


"Tuan, segel ini, apa bisa dihancurkan dari dalam?"


"Tidak bisa, harus menghancurkan pilar² itu terlebih dahulu, tapi aku punya rencana lain. Kita temui dulu yang lain."


Senior He dan yang lain bersukacita atas kedatangan Ye Chen, "Tuan Ye selamat datang kembali." sapa senior He.

__ADS_1


Pertemuan penting segera di adakan, semua tokoh wilayah Ye termasuk kelompok pasukan Suci kota Shinyang dan patriark Hauw juga hadir.


"Baiklah, karena semua sudah hadir, aku akan menyampaikan apa yang aku lihat dan pikirkan," kata Ye Chen membuka pertemuan ini. "Pertama, pasukan musuh sangat banyak, kita tidak mungkin menang melawan mereka."


Selanjutnya Ye Chen mengatakan bahwa Ia sendiri yang akan maju membunuh semua yang ada di luar.


"Tuan Ye, kami bisa membantu, biarpun bertaruh nyawa." kata semua yang hadir.


Namun Ye Chen mengangkat tangannya, "Terima kasih, kurasa itu tidak perlu tapi untuk berjaga-jaga, aku telah membuka sebuah celah kecil pada segel musuh, kalian bisa keluar dan masuk dengan mudah."


Ye Chen bukan tidak yakin tapi mempunyai rencana kedua bukanlah hal yang buruk.


"Baojing akan menunjukkan jalannya, aku akan latihan sebentar dan menguatkan formasi pelindung kita." kata Ye Chen lalu pergi ke salah satu menara di gedung utara. Ia akan menyempurnakan tehnik tapak semesta di dalam di dimensi cincin.


Hampir tujuh hari lamanya Ye Chen berlatih, tehnik yang memang sulit ini harus benar-benar ia kuasai sebelum bertindak karena hanya tehnik inilah yang memiliki jangkauan yang luas. Kalau dulu waktu hendak menggempur guru Baji, Ia terpicu oleh perkataan guru Baji yang membuatnya dapat mengeluarkan tehnik ini. Sekarang Ia harus bisa melatihnya dengan kontrol penuh dan akhirnya berhasil.


Ye Chen memejamkan matanya lalu berkata, "Musuh terlalu banyak dan aku adalah keturunan Iblis. Begitu syarat itu terpenuhi... kau tau sendiri bagaimana," Ia lalu membuka matanya dan memandang langit biru, "Setelah ini desa Ye, aku yakin mereka juga ada di sana."


"Aku mengerti tuan, hanya satu permintaanku, tetaplah menjadi seperti anda sebelumnya."


Menurut cerita guru Baji, cara ini adalah cara yang paling kejam, mengorbankan ratusan ribu jiwa untuk menjadi kuat dan seorang raja Iblis yang terbangun pasti akan menjadi sangat kejam jika tak bisa mengontrolnya.


"Jangan khawatirkan yang lain, aku akan tetap di sisi anda." sambung Baojing lagi dengan yakin. Ia akan menjaga tubuh fisik Ye Chen selama prosesnya nanti.


"Terima kasih." tunggulah, kalian akan membayar semua yang kalian lakukan pada orangku, batin Ye Chen.

__ADS_1


Rencana kemudian di atur dengan baik, senior He dan yang lain akan menunggu setelah Ye Chen membereskan semuanya, mereka akan mengejar orang tersisa yang luput dari serangan Ye Chen.


Ye Chen keluar dari segel pelindung, langsung melayang tinggi dengan pedang hitamnya di atas tenda-tenda musuh. Setelah dirasa cukup, Ia lalu mengangkat kedua tangannya ke atas dan memulai tehnik tapak semesta.


Langit pagi yang tidak begitu cerah berubah menjadi gelap tertutup awan mendung, angin berhembus lembut namun terasa sangat dingin. Tidak begitu lama sampai sebuah tapak tangan besar muncul di balik awan membawa tekanan yang kuat, sementara orang-orang yang di bawah mulai menyadari setelah mendapat tekanan ini.


Ye Chen tersenyum, "Terlambat." ucapnya lalu ribuan api kecil tercipta dan langsung melesat seperti anak panah kecil menembus semua yang ada di bawah.


Teriakan dan erangan kesakitan terdengar, yang tertembus di bagian vital akan langsung tewas sementara yang tidak hanya mengerang karena luka itu sangat panas.


Ye Chen tidak mengontrol api kecilnya yang tajam, Ia hanya melepasnya saja, siapa pun dan apa pun yang ada di bawah. Bukan tidak mau mengontrolnya tapi memang tidak bisa dan itu sangat sulit untuk dilalukan.


Seluruh area yang ditempati pasukan itu hancur, udara yang tadinya dingin berubah menjadi sangat panas, dan yang masih mengerang kesakitan pasti akan segera tewas oleh panas ini. Tidak sampai disitu saja, tekanan dari tapak Qi di langit yang perlahan mulai turun juga sangat menyiksa, tak ada yang lolos, semua tewas kecuali mereka yang berada di luar jangkauan tapak semesta. Mereka hanya terluka.


Dari atas, Ye Chen melihat semuanya, lalu sudut matanya melihat dua sosok yang juga terbaring lemah. Ia merasa mengenal mereka dan ingin memastikannya.


Sementara Baojing dan yang lain, yang melihat tanda dari Ye Chen segera keluar. Seperti rencana sebelumnya, mereka akan menghabisi sisa pasukan musuh.


"Sudah kuduga, itu pasti kalian." kata Ye Chen tersenyum sinis ketika mengenali sosok yang terbaring di tanah.


"Katakan, dimana pemimpin kalian dan akan kuberikan kematian yang layak untuk kalian." lanjutnya lagi, tak ada belas kasihan dalam suara Ye Chen.


"Tuan, semua beres." Baojing yang telah menyelesaikan tugasnya datang melapor, diikuti oleh yang lain.


Mereka semua berdiri di samping Ye Chen, agak kebelakang. "Tuan, bukankah mereka ini... ah tak kusangka merekalah di balik semua ini." kata senior He.

__ADS_1


"Keserakahan akan kekuatan akan membawamu kepada kehancuran, kalian salah memilih jalan." kata Ye Chen lalu mengangkat pedang hitamnya.


__ADS_2