
Untuk pertama kalinya, Ye Chen melihat artefak pangeran kegelapan di gedung utama.
Perasaan yang selama ini Ia rasakan terjawab sudah, rupanya perasaan ini asalnya dari artefak ini.
Artefak setinggi lutut di depannya yang kadang mengeluarkan uap hitam tipis ini terbuat dari material berwarna hitam, Ia sendiri tak tau namanya.
Di bagian belakang terdapat cekungan berbentuk dua telapak tangan yang biasa digunakan anggota sekte untuk memberikan Qi mereka. Sementara bagian depan terdapat cekungan dengan wadah kecil tempat menampung cairan hitam kental dari dalam artefak.
Aura artefak yang gelap dan menindas ini seolah tak ada pengaruhnya bagi Ye Chen, Ia lebih mendekat dan memperhatikan detail artefak.
Matanya terpaku pada cairan hitam yang hampir penuh, perlu di ingat, cairan hitam yang keluar ini hanya satu tetes dalam beberapa hari saja.
Tanpa pikir panjang Ye Chen meraih wadah yang hampir penuh cairan hitam dan langsung menenggaknya.
Tak ada sesuatu yang terjadi seperti waktu pertama kali Ia meminum serum kegelapan, meski cairan hitam ini jauh lebih pekat dan kuat dari serum kegelapan itu sendiri.
"Memang begitu cara kerjanya." batin Ye Chen yang kini telah mengerti cara kerja serum kegelapan menaikkan kultivasi orang yang meminumnya. Sayangnya setelah Ia mencoba beberapa kali, tetap saja Ia tidak mampu menerobos ke tingkat Langit. Mungkin karena memang Ia sendiri belum mencapai ranah itu pikirnya.
"Patriark telah kembali, ayo kita sama-sama masuk menemuinya." ajak tetua kanan yang tadi pergi mencaritahu keberadaan patriark.
"Salam patriark." sapa tetua kanan diikuti oleh Ye Chen.
"Apa betul kau baru saja datang?" kata patriark yang terlihat tidak senang.
"Tentu saja."
"Coba lihat itu," tunjuk patriark ke wadah cairan hitam yang kini telah kosong. "Lalu bagaimana kau menjelaskan ini dan siapa yang kau bawa itu?"
Tetua kanan yang tau patriark pasti akan marah besar mendapati cawan cairan kosong segera menjelaskan maksud kedatangannya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Kalau tidak percaya, silahkan patriark periksa sendiri." ucapnya lagi.
"Hahaha bagus! bagus sekali, kali ini kau sangat berjasa." patriark tertawa sangat senang.
"Margaku Chen patriark," kata Ye Chen yang sedikit menyembunyikan identitasnya. "Dan aku belum lama bergabung, kemarin aku baru kembali dari tugas."
__ADS_1
"Apa kau tau apa yang ada di depanmu ini?" tanya patriark lagi yang ditanggapi dengan menggeleng kepala oleh Ye Chen.
"Ini adalah lambang sekte kita, sumber kekuatan kita sekaligus sebagai penyambung dengan tuan kita." kata patriark memulai ceritanya.
Sekte kegelapan telah berdiri sangat lama, jauh sebelum perang besar dimulai.
Sekte ini didirikan oleh seorang tetua yang disebut pangeran kegelapan. Artefak di depan ini adalah peninggalan pangeran kegelapan.
Di luar sana masih ada beberapa markas lagi, setiap markas ini memiliki artefak yang sama.
Lalu patriark menjelaskan lagi kenapa sekte ini sangat menghargai Ye Chen.
Itu karena ada rumor bahwa orang yang tidak mati setelah mengkonsumsi serum kegelapan dipercaya akan menjadi penerus sekte dan membawa kejayaan bagi sekte.
"Aku sangat senang melihatmu, dan hm... tingkat Bumi puncak, sangat menjanjikan," kata patriark. "Jangan heran kenapa kami bisa mengetahui bahwa kau telah meminum serum kegelapan, itu karena samar-samar kami dapat merasakan auramu yang hitam."
"Oh pantas saja Chu Xiong bersikap aneh setelah aku meminum serum itu." batin Ye Chen dan mulai berpikir cara menghilangkan aura itu.
"Tetua kanan, kumpulkan semua tawanan bawa kesini. cawan itu harus terisi lagi secepat mungkin."
Patriark kembali menatap Ye Chen. "Kau di sini saja, lihat bagaimana pangeran kegelapan mengumpulkan kekuatan pada kita semua."
"Patriark, bagaimana meningkatkan kultivasi anggota lainnya? apakah meminum serum dosis rendah?" Ye Chen memberanikan diri bertanya. Ia sangat berhati-hati, Ia tidak begitu percaya pada orang di depannya ini.
"Kau tidak tau, satu titik saja dari serum itu sudah bisa membuatmu menerobos ke tahap selanjutnya hanya saja belum bisa menerobos tingkatan kultivasi."
Ye Chen mengerti sekarang, meskipun energinya sangat besar tapi itu masih belum cukup.
Tidak lama kemudian tetua kanan membawa banyak tawanan yang tampak linglung, mereka satu persatu digiring ke belakang artefak dan pemandangan mengerikan terlihat.
Begitu ada orang yang menempelkan tanganny pada artefak, dengan cepat Qi dan energi kehidupannya diserap habis sampai orang ini tewas tak tersisa.
Sampai semua tawanan lenyap, Ye Chen yang tidak berani pergi hanya memejamkan matanya saja. Dalam hati Ia mengutuk perbuatan sekte ini.
Tik...
__ADS_1
Suara tetesan cairan hitam jatuh di dalam cawan. "Lanjutkan!" perintah patriark.
Kembali sekelompok tawanan digiring masuk dan pemandangan yang sama terulang, begitu terus sampai tidak ada lagi tawanan yang tersisa.
"Aku akan menjawab pertannyanmu yang lain," tiba-tiba saja patriark berkata mengejutkan Ye Chen. "Setiap anggota sekte secara bergantian akan menyerap energi pangeran kegelapan di sini untuk menaikkan kultivasi. Nah sekarang giliranmu."
Ye Chen tak bisa berkata-kata lagi, kalau Ia tau akan begini, Ia tidak akan pernah mau masuk ke sini.
Rasa bersalah menyelimuti pikiran dan hatinya. Bagaimana tidak, energi yang akan Ia serap adalah energi para tawanan.
Ini sama saja dengan Ia menghisap darah dan memakan orang-orang itu. Hanya iblis yang bisa melakukan ini.
Pergi? Ye Chen tidak akan sanggup. Dengan penuh penyesalan akhirnya Ia duduk juga, mencoba berkultivasi menyerap energi dari artefak pangeran kegelapan.
"Maafkan aku, aku janji akan membalaskan semua dendam kalian." batin Ye Chen lalu memulai berkultivasi.
Ye Chen tidak hanya berkultivasi, Ia sekaligus mencari cara menghilangkan aura yang ditimbulkan oleh serum kegelapan.
Ia juga tidak mau menerobos di sini. Semua energi yang Ia serap Ia tampung di lautan jiwa miliknya, bukan dimasukkan ke dalam dantian seperti yang biasa dilakukan kultivator ketika sedang berkultivasi.
Beberapa hari setelahnya, Ye Chen membuka mata. Lautan jiwanya seakan bisa meledak kapan saja jika Ia tak menekannya.
Energi ini terlalu banyak, ditambah lagi secawan cairan hitam sebelumnya yang merupakan inti dari energi ini memenuhi lautan jiwanya.
"Oh masih belum juga?" patriark yang tiba-tiba saja datang bertanya heran.
"Maaf patriark." kata Ye Chen memasang muka sedih.
"Hahaha bahkan energi sebanyak itu tidak cukup? Ambil ini." Bukannya marah atau kecewa, patriark malah tertawa keras. "Benar-benar sang penerus, tunggu saja sampai kalian semua melihat ini hehe." batin patriark.
Ye Chen memejamkan matanya, Ia berkultivasi kembali menggunakan pil pemberian patriark. Mengalirkan energi dalam pil ke lautan jiwanya.
Cukup lama Ye Chen menyerap semua esensi pil pemberian patriark.
Ketika selesai, Ia tidak segera bangun melainkan menstabilkan kondisinya dan mencoba menahan energi yang semakin bertambah besar.
__ADS_1
Ia akan keluar setelah ini dari markas sekte dan mengatur rencana untuk menghancurkan sekte kegelapan sesat yang menyembah iblis ini.