
"Buka menu file saya, lalu tekan titik tiga dipojok kanan, cari pengakuran dan klik lalu aktifkan file yang tersembunyi, maka anda akan menemukan hal tak terduga disana."
Semua yang ada di sana terkesiap mendengar ucapan pengacara tersebut. Bahkan Wajah Reynan dan Lehan langsung memucat saat mendengar ucapan pengacara paling mahal di negeri ini. Kedua pria itu langsung saling lirik dengan perasaan yang sangat was was.
Sedangkan Pak Suryo yang memegang ponsel sang anak langsung melakukan apa yang diinterupsikan oleh sang pengacara. Meski perasaannya tidak tenang, tapi Pak Suryo mencoba bersikap biasa saja saat melakukan interupsi tersebut. Kening Suryo langsung berkerut begitu ada file yang muncul saat melakukan petunjuk dari Pak Hotmin. Dia pun langsung menekan file itu dengan jempol tangan kanannya
Deg!
Mata Suryo membelalak, dadanya berdegup kencang. Ada lebih dari sepuluh video yang terpampang di sana. Dengan perasaan yang sudah tidak menentu serta pikiran yang runyam, jempol tangan kanan Suryo menekan salah satu video terebut dan mata Suryo semakin membulat tak percaya dengan apa yang dia saksikan.
"Pah, ada apa? Kenapa Papah tegang gitu?" sang istri mulai ikut khawatir melihat sikap sang suami. Pak Suryo yang merasa syok dengan apa yang dia lihat. Suryo langsung menatap anaknya dengan tatapan tajam tapi dia hanya terdiam sampai ponsel yang Suryo pegang terjatuh. Sedangkan wajah Reynan semakin memucat. Begitu juga dengan Lehan.
"Astaga! Kalian!" pekik ibunya Reynan. Karena ponsel yang dipegang Suryo terjatuh, sang istri pun langsung memungutnya. Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat video yang masih diputar. "Kalian benar benar menjijikkan!"
__ADS_1
Air mata Bu Suryo pecah. Semua yang ada disana nampak terkejut melihat sikap suami istri tersebut. Lehan dan Reynan benar benar tidak bisa berkutik. Mereka tertunduk karena belang mereka sudah ketahuan.
"Bagaimana, Pak Sumanto? Apa kita akan meneruskan mediasi ini?" tantang Pak Hotmin dengan santainya.
Sedangkan Sumanto sendiri bingung harus berbuat apa saat ini. Melihat sikap kliennya membuat nyali pria buncit itu menciut dan tidak memiliki keberanian untuk menatap lawan dalam waktu yang lama.
"Sekarang Paman dan Bibi bisa lihat, kan? Siapa yang salah?" Kamila juga ikut mengeluarkan suaranya pada orang tua Lehan yang ikut hadir disana. "Sekarang Paman dan Bibi bisa lihat, siapa yang difitnah dan siapa yang fitnah. Kalau Paman masih kurang percaya, lihat saja videonya. Paman akan tahu bagaimana kelakuan anak kebanggaan Paman di belakang orang tuanya."
Orang tua Lehan tentu saja tak bisa berkata apa apa. Mereka benar benar terbungkam dengan rasa malu dan kecewa juga marah menjadi satu. Mereka hanya bisa menatap sang anak dengan tatapan penuh tanya dan kemarahan.
"Melihat dari sikap tergugat yang sepertinya dalam keadaan tidak baik baik saja, lebih baik kita akhiri dulu mediasi kali ini. Untuk selanjutnya kami serahkan kepada saudara Julian selaku penggugat untuk mengambil keputusan."
"Bagaimana Julian? Apa keputusan anda?"
__ADS_1
Julian memandang sekilas ke pengacaranya. Dari awal dia tidak menyangka kalau sang ayah akan menggunakan pengacara sehebat Pak Hotmin. Sekarang dia tahu kenapa pengacara itu terkenal dan dijuluki pengacara paling mahal. Sepak terjang pak Hotmin benar benar tidak diragukan lagi.
Julian menatap orang orang yang mendukungnya, lalu tatapannya berpindah ke arah orang orang yang menjadi lawannya. "Apa kalian masih ada niat untuk menghina saya?"
Semua orang nampak terkejut dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Julian. Rastam, Suryo dan semuanya, tidak ada yang berani menatap pemuda yang selalu mereka hina sebelum semua kebenaran itu terungkap. Mereka hanya bisa menunduk ataupun menatap ke arah lain tanpa mengeluarkan suaranya.
Julian tersenyum sinis. "Sekarang saya hanya minta sama kalian. Bersihkan nama ketiga istri saya, bagaimanapun caranya, atau saya memilih jalur hukum dan memenjarakan Reynan dan Lehan."
Pihak musuh terkesiap mendengarnya. Mereka benar benar berada dalam pilihan yang sangat sulit.
Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Julian, akhirnya hakim memutuskan acara mediasi untuk hari ini selesai. Dia juga memberi waktu satu minggu kepada pihak dari Reynan, untuk menentukan pilihan tindakan apa yang akan mereka lakukan. Begitu acara diakhiri, pihak Julian memilu meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan suka cita.
Pihak Reynan masih terlihat tegang di tempat itu, kecuali Rastam. Meskipun dia sangat kaget saat mengetahui kebenarannya, pria itu masih bisa bersikap sedikit lebih tenang. Bahkan pria itu mulai mengambil keuntungan dari apa yang terjadi di depan matanya.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus menggagalkan acara pertunangan Reynan dan Mirna. Nggak sudi aku punya menantu kaya tapi menyimpang," gumam Rastam dalam hati. "Mungkin aku harus cari tahu, siapa anak orang Italia itu dan akan aku jodohkan dengan Mirna."
...@@@@@@...