PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Satu Tumbang Satu Beraksi


__ADS_3

Saat ini suasana di rumah Lehan begitu tegang dan mencekam. Keluarga Lehan yang masih memilih bungkam, membuat geram para tetangga yang sedang menuntut kebenaran. Biar bagaimanapun, berita kalau sebenarnya Lehan yang bersalah dalam kasus yang menimpa sepupunya cukup mengejutkan bagi para warga.


"Apa susahnya sih, Pak, ngomong yang sebenarnya? Apa Pak Tarmidi mau kita terus berburuk sangka sama keluarga Rosidi? Dia kakak kandungmu loh?" ucap seorang ibu yang sudah merasa gemas dengan sikap keluarga Lehan yang tetap bertahan dalam diamnya. Mungkin diamnya keluarga itu adalah salah satu cara agar mereka bisa bertahan untuk menutupi aib mereka.


"Mungkin mereka baru mau ngaku jika video yang Lehan buat bersama temannya kesebar," suara celetukan seseorang yang baru saja dstang, tentu saja mengejutkan siapapun yang ada disana, tak terkecuali Lehan dan orang tuanya. Mereka hampir serentak menoleh ke sumber suara yang membuat mereka semua terkejut.


"Video Lehan dan temannya? Maksud kamu apa, Rif?" tanya Bapak Rt begitu tahu siapa yang bersuara. Ternyata dia adalah Arif, kakaknya Kamila.


Wajah Lehan dan kedua orang tuanya langsung saja memucat. Mendengar perkataan Arif menyinggung soal video, membuat mereka ketar ketir. Mereka pun berpikir keras untuk menyangkal perbuatan mereka.


"Jangan fitnah kamu, Rif! Nggak mungkin Lehan bikin video kayak gitu? Ini pasti rekayasa yang dibuat Julian?" hardik Tarmidi kepada sang keponakan.


"Hahaha ... paman lucu sekali," Arif malah terbahak menndengar tuduhan yang dilakukan Tarmidi. "Bagaimana Julian bisa merekaya, kalau video yang Lehan dan Reynan bikin itu ada banyak dengan lakii laki yang berbeda?"


"Video apa sih, Rif?" tanya seorang Ibu mewakili rasa penasaran para tetangga.


Arif sontak menyeringai dan menatap sang sepupu. "Lehan, sekarang aku atau kamu yang cerita? Mereka juga ingin tahu loh video apa yang kamu bikin sampai kamu menfitnah Kamila?"


Wajah Lehan dan orang tuanya semakin pucat. Tentu saja Arif sangat menyukai peristiwa ini. Inilah saat yang sudah sangat Arif tunggu. Sudah cukup orang tuanya menanggung malu atas fitnah yang Lehan lakukan. Arif benar benar akan menggunakan kesempatan ini untuk membersihkan nama adiknya.

__ADS_1


"Katakan saja yang sebenarnya, Rif? Nggak usah bertele tele."


"Iya, Rif, katakan saja! Keluarga Tarmidi mendadak bisu sedari tadi, jadi percuma jika kamu meminta Lehan untuk cerita."


Arif kembali tersenyum sinis. Dia paham betul para warga pasti sudah sangat kesal karena rasa penasaran apa yang terjadi sebenarnya. "Jadi gini, Ibu ibu dan Bapak bapak, Lehan dan Reynan itu ..." dengan sangat lancar Arif menceritakan segalanya yang dia tahu dari adik dan adik iparnya.


"Apa! Yang bener, Rif?" semua orang yang ada disana langsung menunjukkan wajah terkejutnya mendengar cerita dari mulut Arif. Meski kakak Kamila itu hanya menceritakan intinya saja, tapi para warga cukup cerdas mencerna setiap kata yang keluar dari mulut pria itu.


"Nggak! Itu bohong! Itu fitnah!" sangkal Lehan dengan lantang. Sedangkan orang tuanya tetap memilih diam dengan rasa malu yang semakin menebal.


"Hahaha ... fitnah darimana, Lehan? Apa kamu ingin aku menyebar semua video kamu, agar mereka tahu kalau apa yang aku katakan benar?"


"Ya pasti tegalah, Bu. Namanya juga dia nggak mau aibnya kebuka."


"Ya, Tuhan. Jadi kamu sudah membohongi orang tua kamu. Menyebabkan dua saudara bermusuhan. Membuat kami berprasangka buruk sama keluarga Rosidi, hanya demi aib yang kamu buat sendiri?"


"Kalau sudah tahu kenyataannya kalian mau apa, hah! Kalian mau apa!" bentak Tarmidi. Orang yang sedari tadi diam langsung menunjukkan amarahnya.


"Ya ampun, Pak Tarmidi! Bapak bangga memiliki anak yang suka berbuat kriminal!"

__ADS_1


"Iya, sebagai orang tua itu harusnya menasehati jika anaknya salah. Lah ini, udah tahu dibohongi anaknya, eh masih saja membela anaknya yang salah."


"Betul itu! Kelihatannya kok Pak Tarmidi malah bangga? Apa Pak Tarmidi senang memiliki anak yang nyimpang. Bagaimana nasib pacarnya Lehan kalau dia tahu siapa sebenernya Lehan."


"Diam!" teriak Ibunya Lehan dengan kencang hingga beberapa warga hampir terlonjak karena keget. "Pergi kalian dari rumah saya! Pergi!"


"Lah, malah ngamuk!"


"Pergi kalian semua! Pergi!"


Karena terus mendapat pengusiran, para warga akhirnya mengalah dan memilih meninggalkan rumah itu. Namun mereka cukup lega, karena mereka tahu kebenaran yang menimpa Kamila. Sekarang tugas mereka adalah meminta maaf kepada orang tua Kamila karena pernah ikut berburuk sangka akibat perbuatan Leha.


"Puas kamu, Lehan! Puas kamu! Hah! Kamu sudah sukses bikin Bapak sama Ibu bener benar Malu!"


Lehan hanya diam. Dia terduduk dan menunduk. Entah apa yang akan dia lakukan, yang pasti dia sangat frustasi saat ini.


Di lain tempat, hal yang sangat mengesalkan juga sedang terjadi pada dua orang kakak beradik karena ulah dari seorang anak yang tidak masuk akal.


"Tolonglah, Mas, minta sama suami Namira agar mau menikahi Vita."

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2