PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Perlindungan Jarak Jauh


__ADS_3

"Wah! Sepertinya anda mengalami kemajuan yang sangat pesat, Tuan Alonso," ucap seorang dokter saat membaca catatan yang dia pegang.


"Benarkah?" tanya Alonso dengan mata yang berbinar dan senyum yang merekah sangat lebar.


"Tentu, anda mengalami kemajuan yang sangat tidak terduga, selamat, Tuan."


"Lihat, Jhon! Aku akan segera sembuh!" seru Alonso pada sang asisten yang sedari tadi sibuk dengan laptop di hadapannya.


"Yayaya, aku turut senang mendengarnya," balas Jhon tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.


"Lihat, Dokter! Dia tidak senang mendengar saya akan segera sembuh, dasar asisten sialan," adu Alonso layaknya anak kecil. Sedangkan sang dokter dan perawat yang mengikutinya hanya tersenyum melihat tingkah pria itu. Bagi mereka, melihat pertengkaran Tuan Alonso dan asistennya itu adalah hal yang biasa terjadi di ruang itu.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu, Tuan. Anda masih ingat kan nasehat saya?" ucap sang dokter.


"Tentu!" jawab Alonso sangat antusias. "Baiklah, terima kasih, Dok."


Sang dokter pun melenggang pergi. Sedangkan Alonso turun dari brangkarnya dan menghampiri sang asisten yang nampak sedang sibuk memeriksa segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan milik tuannya.


"Apa ada masalah dengan perusahaan kita, Jhon?" tanya Alonso begitu pantatnya mendarat di sota yang sama yang diduduki oleh asistennya.


"Untuk saat ini tidak ada masalah. Malah laba perusahaan semakin meningkat tiap harinya," balas Jhon tanpa menoleh ke arah Alonso.


"Baguslah," ucap Alonso sembari menyandarkan punggungnya serta memejamkan kedua matanya. Tentu saja, sikap Alonso yang seperti itu justru menarik perhatian sang asisten.


"Kenapa? Kangen anak istri?" tanya Jhon yang sebenarnya mengerti apa yang dipikirkan Tuannya.

__ADS_1


"Apa ada kabar kalau aku akan memiliki cucu?" Alonso malah bertanya hal yang mengejutkan.


"Astaga! Baru juga seminggu, Julian menikah. Udah ditanya soal cucu aja," cibir Jhon sembari kembali menatap layar laptop.


"Maksudku, apa Julian sudah ada tanda tanda kesembuhan?" Alonso memperjelas maksud dari pertanyaan tentang cucu tadi.


"Ya kurang tahu, Tuan. Itu kan masalah di dalam kamar. Masa iya, orang suruhan kita mengawasi Tuan muda sampai ke dalam kamarnya," balas Jhon sedikit kesal. Bisa bisanya Alonso berpikiran sejauh itu. Apa lagi Alonso langsung terkekeh mendengar jawaban sang asisten, membuat Jhon makin merasa kesal saja.


"Hehehe ... tapi orang kita masih mengawasi gerak gerik Julian kan?"


"Tentu, malah orang kita sekarang sedang bertindak menyelidiki orang orang yang hendak berbuat curang pada Tuan Julian."


"Baguslah! Berarti tidak percuma aku mengeluarkan uang banyak untuk mereka. Suruh mereka melakukan yang terbaik."


Apa yang dikatakan sang asisten memang benar. Orang suruhan Tuannya sekarang sedang mangawasi gerak gerik dua pria yang hendak melawan Julian dalam menuntaskan kasus yang menyeret nama istri istri Julian. Dua orang kepercayaan Alonso bernama Budi dan Ferdi itu sedang duduk sembari menikmati segelas kopi sachet di depan warung dekat dengan rumah target.


"Sepertinya pria pria belok itu sedang merencanakan sesuatu," ucap Budi setelah menyesap kopi hitam di hadapannya.


"Apa mereka benar benar tidak menyukai perempuan. Itu perempuan yang bersama mereka, sangat cantik loh," balas Ferdi sembari menatatap target yang sedang duduk di teras rumahnya bersama dua wanita.


"Mungkin perempuan itu akan dijadikan umpan untuk menjatuhkan anak bos kita," balas Budi sembari mengikuti arah pandang rekan kerjanya.


Ferdi sontak menyeringai. "Jika memang itu yang mereka rencanakan, berarti mereka memang sedang menggali kuburannya sendiri."


"Heh, benar. Kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan. Baru kita bikin kejutan buat mereka."

__ADS_1


Dua pria berbadan kekar itu menyeringai dengan menatap ke arah target yang sedang berbicara serius dengan dua wanita di teras depan rumah. Target bernama Reynan dan Lehan itu memamg sedang sedang merencanakan sesuatu sebelum Julian benar benar mengambil jalur hukum untuk membersihkan nama ketiga istrinya.


"Kalian pasti tahu kan, tugas kalian apa?"


Dua wanita itu menyeringai, "tentu dong. Kamu kayak nggak tahu sepak terjang kita aja," jawab salah satu wanita yang berpakaian seksi.


"Aku tahu, Lit. Aku cuma memastikan saja," balas Reynan sambil cengengesan..


"Emang dia ngapain kamu sih, Rey? Sampe kamu berbuat nekat kaya gini," tanya wanita bernama Lita itu.


Reynan menoleh ke arah Lehan sejenak, lalu kembali menatap dua wanita di depannya. "Biasalah, Lit, masalah cewek. Mentang mentang ganteng, dia merusak cewekku dengan segala bujuk rayunya."


"Ahahhaa ... yakin dia ganteng?"


"Modal ganteng doang, tapi miskin. Kamu tahulah pria macam apa dia."


"Hahhaa ... cuma modal tampang dan isi celana doang."


"Hahha ... betul! Jadi kalian tahu kan? Apa yang kalian lakukan?"


"Beres. Serahkan saja pada kita."


"Sipp!"


...@@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2