PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Nasib Tiga Wanita


__ADS_3

"Alaaahh! Mana ada maling. Ya Tuhan. Aku tahu aku salah sama kalian. Tapi tidak begini caranya. Sekarang aku ternoda, aku tidak suci lagi karena ulah kalian!" bentak Julian makin emosi. Bersamaan dengan itu, mereka dikejutkan oleh suara yang sangat keras.


Brak!


"Lihat tuh, Pak. Mereka zina rame rame!"


Mata Julian dan ketiga wanita yang berada di sana langsung terbelalak. Di depan pintu ada beberapa orang yang menatap empat anak manusia dengan tatapan yang sukar diartikan. Sedangkan seorang pria yang ada bersama beberapa orang tua, tersenyum penuh kemenangan.


Ya, orang itu adalah Reynan. Dia dan Lehan sengaja mengundang beberapa tetangga termasuk Rt setempat untuk menfitnah tiga wanita yang sudah memergoki kejahatannya. Dengan sandiwara yang dia perankan dengan sangat bagus, Reynan justru memutar balikkan fakta.


"Wanita yang itu namanya Kamila, Pak, teman saya. Dia yang memaksa saya meminjam kamar ini, untuk balas dendam kepada pria itu, Pak. Dan kedua wanita itu adalah teman temannya."


Deg!


"Hey! Jangan fitnah kamu!" teriak Kamila lantang. "Kenal juga nggak!"


Kamila, Namira dan Safira langsung syok dengan tuduhan yang dilontarkan pria belok itu. Mereka tidak menyangka kalau mereka akan difitnah seperti ini. Kamila yakin, semua ini pasti ada campur tangan saudara sepupunya, Lehan.


Memang benar, Reynan mendapat semua info itu dari Lehan. Curhatan Kamila kepada saudara sepupunya ternyata dibeberkan semua oleh Lehan dan dijadikan senjata untuk menjebak Kamila.

__ADS_1


Sedangkan Julian yang mendengar fitnahan Reynan, semakin menunjukkan emosinya. "Benar kan apa yang aku bilang? Kalian memang bersekongkol ingin menodaiku! Astaga! Kenapa kalian melakulan hal menjijikkan seperti ini? Hah!"


"Ini fitnah, Julian! Kami kesini justru karena ingin menyelamatkanmu!" bantah Kamila tak kalah emosi. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke bapak bapak yang sedari tadi nampak syok dengan apa yang terjadi. "Sumpah demi apapun, ini fitnah, Pak."


"Benar, Pak. Kami hanya berniat menolong pria ini dari ..." ucapan Namira langsung dipotong oleh Reynan.


"Menolong apaan? Lihat! Bahkan Jaket dan kerudung kalian berserakan dilantai. Kalian pasti kecewa kan? Karena baru mau mulai tapi sudah ketahuan duluan."


Katiga wanita itu benar benar merasa terpojokan. Mereka masih berusaha menyangkal karena memang mereka tidak bersalah. Namun ucapan yang keluar dari mulut Julian semakin membuat wanita itu terlihat bersalah di mata orang orang.


"Beruntung, aku menolak kalian. Ternyata kalian memang tidak punya harga diri," ucap Julian penuh dengan kebencian. "Ternyata kemarin yang memperingatkanku agar hati hati saat menerima pesanan, hanya akal akalan kalian saja. Ya, Tuhan!"


Deg!


Julian dan ketiga wanita itu semakin merasa ketakutan. Mereka pasti tidak ingin membuat malu keluarga mereka. Tapi sayang, ketiga wanita itu tidak memiliki bukti saat ini. Sedangkan Reynan tertawa puas karena namanya berhasil dia tutupi. Berbeda dengan Lehan. Pria itu sebenarnya merasa bersalah pada sepupunya, tapi dia juga tidak mau rahasia buruknya terbongkar. Lehan memilih bersembunyi terlebih dahulu.


Hingga puluhan menit berlalu, Julian dan tiga wanita itu benar benar menjalani sidang warga. Berbagai cibiran pun terlontar pada ketiga wanita itu. Sedangkan Julian, selain merasa malu, dia juga semakin merasa emosi karena tiga wanita itu selalu menyangkal dari berbagai tuduhan. Suasana semakin panas saat orang tua dari masing masing tersangka datang ke tempat sidang.


"Sumpah, Abah! Safira tidak mungkin melakukan hal serendah itu. Fira hanya difitnah," rintih Safira kepada orang tuanya.

__ADS_1


"Abah percaya, Nduk. Tapi mereka butuh bukti," balas Abah Safira.


"Ini semua rencana Lehan, Pak," ucap Kamila kepada ayahnya.


"Apa kamu punya bukti?" tanya sang ayah dengan lembut. Meski emosi, ayah Kamila masih percaya dengan ucapan anaknya. "Lehan itu saudaramu loh, Mil."


"Itu dia yang membuat kami terpojok, Pak. Kami benar benar nggak memiliki bukti sama sekali."


"Serius, Pak, Nami tidak menyangka bakalan kayak gini ceritanya. Nami tahu, kami bertiga memang menyukai pria yang sama dan sakit hati sama pria itu. Tapi Nami tidak pernah terlintas sedikitpun untuk melakukan hal kotor seperti ini," ucap Namira kepada Bapaknya.


"Tapi masalahnya kalian nggak ada bukti. Sedangkan mereka semua menangkap basah kalian saat si pria itu tanpa busana," balas Bapaknya Namira.


Sedangkan dipihak Julian. "Paman, aku sudah ternoda. Aku nggak suci lagi. Ibu pasti sangat kecewa sama aku."


"Astaga! Ternoda apanya, kayak perawan aja kamu, Kamu tuh beruntung, bukannya rugi," sungut sang paman gemas.


"Jadi bagaimana bapak bapak?" tanya Pak Rt setempat. "Kita ambil jalur hukum atau kita nikahkan mereka saja?"


Deg!

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2