PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Pertemuan Ayah dan Musuhnya


__ADS_3

"Jangan terlalu dipikirkan, Jul," Julian yang sedari tadi sempat terdiam setelah mengetahui sebuah kenyataan masa lalunya, langsung menoleh ke arah orang yang baru saja menasehatinya. "Sekarang tidak akan ada lagi yang menghina kamu anak haram kalau mereka tahu siapa kamu sebenarnya."


"Benar," seseorang lagi ikut menimpali. "Dulu mungkin kamu dihina karena kita itu miskin. Lain cerita kalau mereka tahu kamu siapa, pasti kamu bakalan disanjung apapun kesalahan kamu. Ingat, uang bisa merubah pola pikir manusia, Jul."


Julian masih terdiam, tapi dia mencerna ucapan Paman dan Bibinya dengan serius. Apa yang dikatakan sepasang suami istri itu memang benar, keadaan akan merubah cara pandang orang lain. Itulah kenyataan yang memang tidak bisa terbantahkan.


"Semua salah Ibu. Andai Ibu tidak egois dan memilih kabur, kamu nggak akan pernah mengalami hinaan dari kecil, Jul. Maafkan ibu," ucap Bu Sukma penuh sesal. Julian yang melihat wajah sedih orang yang telah melahirkannya, jadi merasa tidak enak hati akan sikapnya sendiri.


"Sudah, nggak perlu ada yang disesali," Alonso kembali bersuara. "Semua sudah berlalu. Apapun yang terjadi, tetap saja, kamu adalah anak kebanggaan kita, Son. Sumber kebahagiaan kami sampai saat ini. Besok kamu ikut ayah. Sudah saatnya orang orang tahu siapa kamu sebenarnya."


"Tapi, Yah ..."


"Udah, nggak ada tapi tapian. Lagian Ayah kan sudah pernah cerita, kamu akan menggantikan Ayah menjadi presdir. Mau tidak mau kamu harus siap."


"Ciyee, Mas Jul mau jadi presdir. Jatah aku nambah dong," ledek Asifa dengan dengan suara yang cukup keras.

__ADS_1


"Apa! Mas Jul jadi presdir!" seru Safira yang memang duduk agak jauh dari keluarga suaminya. "Mas Jul bakalan jadi CEO?"


"Kenapa teriak gitu? Nggak perlu teriak teriak kali, Fir," protes Kamila. Meski dia juga kaget, tapi dia dan Namira masih bisa menahan rasa terkejutnya.


"Hahaha ... kaget aja. Aku kira cuma ada di novel online cerita yang kayak beginian, eh ternyata aku mengalaminya juga. Sepertinya aku juga harus belajar nulis novel dan membagi kisah nyata ini."


"Astaga! Dasar korban novel!"


Semua yang melihat tingkah Safira tentu saja langsung tersenyum lebar. Begitu juga dengan Julian. Pria beristri tiga itu sepertinya sudah bisa menerima keadaan. Biar bagaimanapun itu sudah menjadi jalan hidupnya. Sekarang memang sudah saatnya harus banyak yang tahu siapa sebenarnya pejual batagor dan siomay itu.


Hari pun kini berganti lagi. Keluarga Julian dari semalam menghabiskan waktunya dan tinggal di hotel tempat restoran itu berada. Mereka memang sengaja menginap di hotel atas ajakan Alonso. Selain untuk merayakan kemenangan Julian atas kasusnya, alonso juga akan mengadakan pertemuan dengan orang orang penting dan ingin mengenalkan Julian kepada siapapun nantinya.


Di lain tempat, dua orang yang namanya menjadi target Alonso, terlihat sedang mempersiapkan diri di rumahnya masing masing. Keduanya sudah banyak menyusun rencana agar bisa mengambil hati Alonso dengan tujuan yang menurut mereka sangat menguntungkan.


"Ingat, Pak. Pokoknya bapak harus terlihat akrab dengan Tuan Alonso dan membuat orang itu simpati sama Bapak. Siapa tahu jika anaknya Tuan Alonso ketemu, Bapak bisa langsung jodohkan sama aku."

__ADS_1


"Tenang saja, Mir, itu sudah Bapak pikirkan baik baik. Makanya kamu doain Bapak agar bisa dekat dengan Tuan Alonso."


"Pastilah, Pak. Apa lagi Bapak kan orang kaya. Aku sih yakin kalau Tuan Alonso juga pilih pilih dalam pergaulan. Mana mungkin kan dia bergaul dengan orang miskin."


"Benar juga. Ya udah, Bapak berangkat dulu. Bapak harus datang tepat waktu biar terkesan baik dimata orang itu."


"Hati hati, Pak."


Rastam pun berangkat dengan suka ciita dan mimpi yang begitu besar. Dalam benaknya, Rastam sudah membayangkan jika dirinya berbesan dengan Alonso pasti namanya sebagai orang kaya akan semakin meluas dan semakin terkenal.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, Rastam dan Suryo kini sudah duduk di restoran yang semalam digunakan Alonso dan keluarga, di sana juga sudah Alonso yang baru saja datang. Dua orang itu tentu saja langsung cari muka dengan segala ucapan manis mereka.


"Gimana? Apa tuan setuju dengan ide saya? Saya yakin jika saya yang memegang kendali superMall ini, pasti pengunjungnya bakalan membludak dari berbagai daerah," ucap Suryo dengan sangat percaya diri. Begitu juga dengan Rastam. Dia juga tak henti hentinya mengucapkan kata kata manis.


Di saat Suryo dan Rastam sedang menjalankan aksinya, mereka cukup terkejut saat melihat orang yang mereka kenal, baru masuk di restoran yang sama dengan mereka.

__ADS_1


"Ngapain orang miskin itu ada disini?"


...@@@@@...


__ADS_2