PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Julian Go Public


__ADS_3

Siapapun yang melihat penampilan Julian saat ini, pasti akan menunjukkan ekpresi terkejut dan juga takjub. Pemuda yang jarang tampil rapi dengan keseharian lebih banyak memakai kaos, sandal jepit dan celana pendek atau kolor, saat ini terlihat lebih elegan dan berwibawa dalam balutan kemeja putih, jass abu abu yang warnanya senada dengan celananya, dasi, dan sepatu kerja kantoran, menjadikan Julian terlihat berbeda dari biasanya.


Pakaian yang baru saja dia beli setelah mediasi kemarin, benar benar bisa merubah Julian menjadi pemuda yang berkelas dan mempertegas kalau Julian memang keturunann orang besar dan ternama. Dan pakaian itu akan menjadi pakaian keseharian Julian yang akan dia gunakan saat sudah bekerja dengan ayahnya nanti.


Julian saat ini sedang duduk bersama sang ayah di atas panggung sebagai tamu kehormatan para pengusaha seluruh negeri ini. Alonso pun menggunakan kesempatan itu untuk memperkenalkan anaknya. Sontak saja yang hadir ikut senang mendengarnya.


Setelah bertemu dengan orang orang besar pelaku usaha dari negara ini, kini Julian sudah duduk bersama sang ayah dan Jhon di kursi khusus yang berada di atas panggung dalam acara yang lain. Pada acara peresmian pembangunan supermall tersebut, sosok Julian benar benar menjadi sorotan para warga.


Ketika Julian baru datang, banyak yang bertanya tanya kenapa penjual batagor bisa berada di atas panggung dan nampak akrab dengan dua bule yang duduk bersamanya. Namun, ketika sang ayah menberi sambutan dan memperkenalkan Julian sebagai anaknya, suara riuh para warga langsung menggema. Banyak yang takjub dan tidak menyangka kalau Julian adalah anak seorang sultan.


Tentu saja para wanita yang dulu menjadi penggemar Julian, ataupun yang menaruh hati pada pria itu, merasa histeris dengan fakta yang terjadi di hadapan mereka. Ada yang ikut senang, adq yang mengkhayal, ada juga yang emosi karena tidak mendapatkan cinta Julian.


"Gila! Ternyata sahabat kita anak sultan, Cup!"


"Benar benar kurang ajar dia ya? Bisa bisanya merahasiakan hal ini dari kita?"


"Hahaha ... perlu dikasih pelajaran tuh bocah."


"Harus itu, kita chat aja, dia harus nraktir kita makanan yang mahal."

__ADS_1


"Siap!"


Tiga sahabat Julian yang kebetulan berada di sana juga ikutan terkejut saat mengetahui identitas asli sahabat mereka. Sebagai sahabat, tentu saja mereka senang dengan berita itu.


Sebelum acara ditutup dengan penampilan grup dangdut ternama kota itu, Alonso memangil nama dua orang yang bermasalah dengan anak mereka. Siapa lagi kalau bukan Suryo dan Rastam. Sayang sekali, dua orang itu tidak mau menunjukkan wajahnya demi menghindari rasa malu. Alonso sebenarnya cukup geram, tapi dia tahu apa yang harus dia lakukan.


Dalam kesempatan itu, Alonso juga tak lupa membersihkan nama ketiga memantunya. Dia juga tak segan memberi ultimatum kepada semua yang pernah menghakimi istri Julian atas fitnah yang disebarkan oleh Reynan, agar segera meminta maaf atas segala tuduhan yang terlontar. Sekarang hujatan berbalik arah kepada Reynan dan Lehan.


"Astaga! Kok bisa ya ada manusia sekeji itu?"


"Dunia benar benar udah gila! Menjijikan."


Berbagai umpatan dan hujatan langsung terdengar dari mulut para warga yang menyaksikan jalannya acara. Beberapa tetangga Kamila yang juga hadir disana turut menyayangkan dengan kejadian itu. Tentu saja mereka yang memilih pulang terlebih dahulu, langsung menyampaikan berita yang baru saja mereka dengar.


"Benar, Bu. Ternyata selama ini yang salah itu si Lehan. Dia yang sudah menfitnah sepupunya sendiri."


"Astaga! Kok ada ya orang setega itu? Kalau gitu, kita harus ambil sikap tegas! Gara gara Lehan, kita berprasangka buruk pada orang yang salah."


"Betul itu! Sebaiknya kita lapor Pak Rt untuk menindak Lehan dan keluarganya."

__ADS_1


"Setuju!"


Beberapa Ibu itu langsung saja bergerak untuk melaksanakan aksi mereka. Banyak juga warga yang bergabung begitu mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keluarga Lehan yang sedang santai di rumahnya tentu saja terkejut dengan kedatangan para warga. Wajah mereka berubah panik dengan segala pemikiran buruk yang terlintas pada otak mereka.


"Aduh, Pak, gimana ini? Kenapa para warga pada kumpul di depan rumah kita? Apa mungkin tetangga sudah tahu ulah anak kita?"


"Ah, sial! Padahal Bapak sengaja nggak ngungkit masalah ini dan nggak minta maaf pada Bang Rosidi. Pasti ada yang membocorkan masalah Lehan, Bu."


Lehan yang juga ada di sana, ikut merasa panik luar biasa. Bahkan Lehan dan keluarga tidak segera membuka pintu dan mengabaikan panggilan warga karena merasa sangat takut dan khawatir.


Di lain tempat, mendengar nama Julian sebagai anak sultan, tentu saja mengundang reaksi yang tidak biasa bagi para wanita. Salah satunya wanita yang tinggal di salah satu kampung. Dia bahkan sampai merengek pada ibunya.


"Tuh kan Bu, Namira sangat beruntung. Suaminya ternyata anak sultan."


"Lah terus, Ibu harus bagaimana, Vita!"


"Ya Ibu bilang lah sama Pakde, suruh menantunya nikah sama aku juga. Aku mau kok jadi istri keempat Julian. Yang penting kan hidup kita terjamin."


Benar juga. Nanti coba ibu bilang sama Pakdemu."

__ADS_1


"Nah gitu dong."


...@@@@@...


__ADS_2