PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Seiring waktu terus bergulir, tanpa terasa sudah delapan bulan perjalanan rumah tangga yang Julian jalani bersama tiga istrinya. Satu persatu masalah yang menghampiri dan menerpa, bisa mereka hadapi dengan kepala dingin. Baik itu masalah yang terjadi di dalam rumah tangga mereka, maupun masalah yang datang dari arah luar. Semua masalah dapat mereka atasi dengan baik.


Nama Julian yang semakin terkenal sebagai seorang anak Sultan, kadang juga sering menimbulkan masalah sendiri bagi dirinya dan juga tiga istrinya. Godaan dari wanita serta cibiran yang menghampiri para istri, kerap sekali mereka dapatkan. Bahkan tak sedikit pula wanita yang terang terangan ingin menjadi istri Julian. Pengaruh harta dan tahta memang sangat menakjubkan.


Sehari harinya, Julian sudah mulai mempelajari segala hal yang berhubungan dengan perusahaan ayahnya. Selain itu Julian juga mempelajari ilmu umum yang masih ada kaitannya dengan pekerjaannya nanti. Sedangkan ketiga istri Julian, disibukkan dengan usaha baru mereka yang hampir tiap hari ramai didatangi pengunjung.


Nama Julian yang sedang meroket, cukup berpengaruh pada usaha yang dijalani istrinya. Selain itu, batagor dan Siomay yang mereka jual juga memiliki rasa yang membuat siapapun yang menyantapnya menjadi ketagihan. Banyak pembeli baru yang berdatangan, karena mendengar informasi yang tersebar dari mulut ke mulut tentang lezatnya batagor dan siomay tersebut.


"Loh, baru jam tiga kok udah pada pulang, Dek?" tanya Julian yang saat itu sedang menatap layar laptop, mempelajari ilmu yang dia dapat dari pembimbingnya yang dikirim langsung oleh ayahnya. Julian cukup terkejut dengan kedatangan tiga istrinya yang tiba tiba masuk ke rumah padahal waktu baru menunjukkan pukul tiga sore lebih sedikit.


"Orang dagangan sudah habis, ya mending tutup lebih awal," ucap Namira dengan suara pelan. Kini ketiga istri Julian duduk di sofa yang sama dengan sang suami.


"Oh sudah habis semua, ya syukurlah," ucap Julian merasa senang. Dia kembali menatap layar laptop dan meneruskan apa yang tadi dia lakukan.


"Mas, tadi di warung, Mirna datang dengan suaminya," adu Kamila.


"Terus?" ucap Julian tanpa menoleh dari layar laptopnya. Sebenarnya dia malas menanggapi cerita istrinya itu.

__ADS_1


"Kata temen temen sih, Mirna sekarang berubah gitu, jadi orang pendiam. Nyatanya emang iya sih. Tadi aja dia nggak berani natap aku."


"Hahaha ... mana mungkin dia berani sama kita, Mil. Padahal yang aku dengar, omongan dia tuh masih tinggi gitu, masih sombong. Sayangnya, Mirna berani sombong di depan orang yang tidak kenal sama dia," ucap Namira.


"Nah kan, Mirna berani sombong kalau di kota doang. Kalau di kampung, mana berani dia. Sekali dia sombong langsung dibandingin sama suami kita," balas Kamila.


"Udah udah, biain aja, dia mau bagaimana. Yang penting dia nggak ngusik hidup kita, mau bertingkah kayak apapun ya terserah dia," Julian ikut menimpali. Bukannya dia membela Mirna, dia hanya malas para istrinya membahas hal seperti itu. Kini mata Julian beralih ke salah satu istrinya yang sedari tadi diam begitu pulang ke rumah. "Dek, kamu kenapa? Kok dari tadi diam?"


Safira yang merasa sang suami bertanya kepadanya, hanya menoleh dengan lemas lalu merebahkan kepalanya di bahu sofa.


"Kamu sakit, Dek?" wajah Julian berubah menjadi khawatir.


"Fira kan emang ngeluh pusing dari pagi, Mas. Tadi saja aku udah ngelarang dia ikut jualan," ucap Namira.


"Astaga! Kenapa nggak ada yang bilang sama Mas?" Julian sedikit kesal mendengarnya. Dia langsung beranjak dan mendekat ke arah Safira.


"Aku sih yakin, kalau dia juga hamil, Mas," celetuk Kamila. Julian sontak membulatkan matanya.

__ADS_1


Dua istri Julian memang sudah hamil terlebih dahulu. Kamila yang usia kehamilannya menuju tiga bulan dan Namira yang berjalan menuju dua bulan. Tapi Namira dan Kamila tidak merasakan lemas ataupun mual di awal kehamilannya. Keduanya ketahuan hamil saja gara gara mereka sadar telah telat datang bulan.


"Ah iya! Bulan ini sepertinya aku udah telat satu minggu!" pekik Safira da sontak saja semuanya merasa kaget.


"Astaga, Sayang! Kok bisa sampai lupa gitu sih? Ya udah kita siap siap pergi ke klinik."


Safira langsung menuruti perintah sang suami. Dia segera merapikan diri dan pergi ke salah satu klinik dokter kandungan bersama sang suami. Sedangkan Namira dan Kamila memilih istirahat di rumah saja


Benar saja, begitu Safira diperiksa sang dokter, ternyata wanita itu memang sedang mengandung. Betapa bahagianya Julian mendengar kabar tersebut. Julian merasa benar benar menjadi laki laki paling sempurna karena kehamilan ketiga istrinya.


Selamat Julian Alonso Darwin, semoga kebahagiaan kelak akan selalu menghampirimu dan menghampiri para pembaca kisahmu.


》》》》》》 T A M A T 《《《《《《


Akhirnya kisah Julian pun usui. Terima kasih buat semua telah mendukung kisah ini sampai akhir. Semoga kalian semua terhibur. Dan jangan lupa tetap kunjungi kisah saya yang lainnya ya? Sebagai gantinya, othor telah menyiapkan cerita yang pastinya sama serunya. Judulnya SISTEM PERAWAN. Mulai besok, satu maret 2023. Ditunggu dukungannya ya? Terima kasih.


__ADS_1


__ADS_2