PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Terjebak


__ADS_3

"Kenapa, Mas? Kok kepalanya dipegangin?" tanya Lehan dengan wajah pura puranya.


"Nggak tahu, Mas tiba tiba pusing banget," jawab Julian, dan perlahan lahan dia tertidur.


Lehan dan Reynan pun tersenyum senang. "Saatnya kita pesta, sayang."


"Ya udah, aku bawa Julian ke kamar dulu," ucap Lehan sambil bergeser ke arah Julian yang terbaring tak sadarkan diri.


"Enak aja, ya bareng bareng dong. Aku juga udah nggak tahan pengin menyentuhnya," tolak Reynan yang ikutan bergerak mendekati korbannya. Gila! Saat tak sadar saja, Julian masih ganteng banget. Apa lagi pas tidak memakai baju ya?"


"Ya udah cepat kita angkat!" titah Lehan yang sama sama sudah merasa tidak tahan ingin menikmati pria yang tidak sadarkan diri itu. "Eh pintu udah kamu kunci?"


"Astga, Sayang. Siapa yang mau masuk ke dalam rumah ini? Kamu tahu kan rumah ini aman," balas Reynan.


"Hehehe ... iya, iya."


Keduanya lantas membawa Julian ke dalam kamar yang sudah mereka siapkan. Sambil menggerayangi tubuh Julian, kedua pria yang salah jalan itu mencopot satu persatu baju yang menempel pada tubuh mereka dan juga baju Julian. Tak butuh waktu lama kini ketiganya sudah polos tanpa mengenakan apa apa.


"Belum tegang aja udah gede banget nih," ucap Reynan saat memegang benda yang terletak di bawah perut Julian. "Bakalan puas banget kita."


"Betul!" seru Lehan dengan bahagia. "Kamu sudah siapkan obat perangsang, buat jaga jaga kalau dia sadar dan minta minum?"


"Udah, itu!" ucap Reynan sambil menunjukkan tempat air minum yang dia taruh di atas lantai dekat kasur yang tergelak.


"Oke! Sekarang saatnya kita pesta!" seru Lehan.

__ADS_1


Mereka mulai melakukan aksi nakalnya dengan menciumi perut Julian. Namun, belum lama mereka menikmati mangsanya, Lehan dan Reynan dikejutkan oleh suara keras di sekitarnya.


Brak!


"Lehan!"


Kedua pria yang sedang duduk di atas kasur sembari memegangi sesuatu milik Julian sontak menoleh dan mata mereka seketika membelalak.


"Kamila!"


Betapa kagetnya kedua pria tersebut saat melihat tiga wanita sudah berdiri di depan pintu, memergoki aksi kotor mereka. Apa lagi satu di antara tiga wanita itu adalah saudara sepupu pria yang bernama Lehan.


Ya, Kamila, Safira dan Namira berhasil menangkap basah dua pria yang sedang berbuat tidak pantas pada pria pujaan tiga wanita itu. Meski mereka sedikit terlambat karena ada kendala saat dalam perjalanan, tapi setidaknya mereka masih bisa menyelamatkan Julian, sebelum kedua pria itu melancarkan aksinya lebih jauh.


"Astaga. Lehan! Apa yang kamu lakukan? Ya Tuhan!" seru Kamila merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat pada sepupunya. Begitu juga dengan dua wanita yang bersamanya. "Bagaimana jika Paman dan Bibi tahu?"


"Tidak seperti yang aku pikirkan?Hah!" bentak Kamila. Ketiga wanita itu maju mendekati Julian yang belum sadarkan. Namira meraih selimut yang tergeletak di atas kasur untuk memutupi tubuh Julian.


"Mil, aku mohon, jangan laporkan hal ini sama Bapak dan Ibu," ucap Lehan sambil memunguti pakaiannya. Begitu juga dengan Reynan. Dia terdiam tapi otaknya bekerja mencari jalan keluar.


"Kamu gila nyuruh aku diam? Astaga, Lehan. Aku nggak percaya kalau ternyata kamu bisa jahat banget kaya gini," ucap Kamila yang masih syok melihat kenyataan tentang saudaranya.


Di saat mereka sedang fokus berdebat, Reynan sepertinya menemukan sebuah ide. Tanpa banyak bicara, dia langsung menarik tangan Lehan dan begegas keluar kamar. Ketiga wanita itu mengira Lehan dan Reynan akan kabur, tapi betapa terkejutnya mereka saat dengan gerakan cepat, Reynan menutup pintu kamar dari luar dan mengunci pintunya.


"Lehan! Buka pintunya! Lehan!" teriak Kamila dari dalam sambil menggedor gedor pintu. Begitu juga dengan Namira dan Safira.

__ADS_1


"Untung aku berpikir cepat, kalau tidak. Bisa hancur reputasi keluarga aku," ucap Reynan setelah mencabut kunci pintu kamarnya yang memang selalu tergantung di lubang kunci pintu.


"Terus, apa yang akan kita lakukan? Aku juga nggak mau kalau keluargaku tahu?" ucap Lehan dengan wajah masih terlihat panik.


"Kita keluar dulu, nanti kita tinggal mikirin cara membungkam mulut mereka semua," ucap Reynan, dan mereka segera mamakai pakaian mereka.


Sementara itu, ketiga wanita yang ada disana masih mencoba meminta pintu kamar dibuka. Tapi sayang, usaha mereka benar benar tidak berhasil sampai mereka sedikit frustasi.


"Bagaimana ini? Kita malah terkurung disini?" keluh Safira.


"Iya, Mil. Mana kamarnya panas banget lagi," ucap Safira sambil melirik teko air minum dan gelas tak jauh dari tempatnya berada.


"Aku juga nggak tahu," balas Kamila lesu.


"Ini air minum bener kan ya? Haus banget aku," ucap Namira sembari meraih gelas dan mengisinya dengan air putih yang ada dalam teko.


"Astaga! Air minum siapa itu? Main tenggak aja!" seru Safira.


"Haus kali, Fir," balas Namira.


"Aku juga, sini aku minta," balas Safira.


Karena merasa aman, mereka meminum air yang sebenarnya sudah dicampur obat perangsang oleh Reynan.


"Aku juga, sisain," ucap Kamila.

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2