PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Malam Untuk Kamila


__ADS_3

"Wahh! Gede banget!" seru Kamila dengan mata melebar saat melihat benda yang bisa membesar dan menegang milik suaminya. "Ini serius punya kamu, Mas?" Julian tak menjawab. Hanya senyumnya yang mewakili jawaban dari pertanyaan istrinya. "Mirip kayak punya bule ya Mas Jul tonton videonya. Gede banget."


Tidak ada tanggapan yang keluar dari mulut Julian. Dia hanya bisa membalas setiap pujian yang dilontarkan istrinya. Sekarang Julian semakin diam saat tangan kamila mulai menyentuh dan menggengam isi celananya. Julian sangat menikmati sentuhan itu dan dia menyadari, ternyata isi celananya lebih enak dipegangi tangan lain daripada tangannya sendiri.


"Dek."


"Hum?"


"Coba jilatin?" pinta Julian. Saat dia melihat sang istri memainkan isi celananya, tiba tiba dia teringat adegan dewasa yang memperagakan si wanita menikmati milik si pria pakai mulutnya dan terlihat lahap.


Kening Kamila langsung berkerut mendengar permintaan suaminya. "Enggaklah. Jijik."


"Ayo dong, Sayang. Pliss?" rengek Julian penuh permohonan.


"Sayang? Kamu merayuku?" tanya Kamila yang sempat terkejut medengar panggilannya berubah.


Julian malah nyengir. "Ya nggak apa apa, kan, aku memanggil sayang. Sama istri sendiri."


"Dih! Gombal banget!" cibir Kamila pura pura kesal, padahal hatinya girang sekali dipanggil sayang oleh suaminya.


"Ayo dong, Yang. Pliss. Aku pengin ngerasain?" Julian memasang wajah memelas.


"Iya, iya, aku coba," Kamila akhirnya mengalah. Biar bagaimanapun dia tidak tega menolak permintaan suaminya yang baru saja sembuh dan bisa mendekati wanita sampai sejauh ini.

__ADS_1


Meski agak ragu, Kamila mulai mendekatkan bibirnya di kepala batang suaminya yang berlubang kecil. Lidahny terjulur dan dengan sangat pelan dia mulai mencoba jilatan pertamanya. Segala rasa jijik dia hempas demi menyenangkan sang suami.


Julian pun terdiam, tapi matanya fokus memperhatikan sang istri yang mulai mengabulkan permintaannya. Awalnya sang istri merasa jijik, namun seiring berjalannya waktu Kamila terlihat sangat berhasrat dalam menikmati batangnya. Sang istri bukan hanya menjilat, tapi juga melahapnya.


"Akh ... enak banget, Sayang. Ughh ..." racau Julian dengan mata sesekali terpejam menikmati apa yang dilakukan istrinya.


"Mas," panggil Kamila dengan suara yang sudah menandakan kalau dia sangat bergairah.


"Iya, Sayang?"


"Apa malam ini kita akan melakukan malam pertama?"


"Ya ayuk. Kamu sudah siap, kan?" balas Julian tanpa pikir panjang.


Kamila malah tersenyum dan dia tengkurap di atas tubuh suaminya. "Aku siap, Mas."


Saat perang bibir berlangsung, tangan Julian mulai bergerilnya menjelajahi tubuh istrinya. Meski tubuh sang istri masih tertutup daster dan kain lainnya, tangan Julian menelusup masuk dan memegang benda penting milik sang istrinya.


"Punya kamu gundul, Yang? Kok nggak ada bulunya?" tanya Julian nampak terkejut saat tangannya masuk ke dalam bawah perut istrinya. Dengan malu malu, Kamila mengangguk pelan. "Aku lihat lah, Yang."


"Malu, Mas."


"Malu? Katanya mau malam pertama?" Kamila hanya bisa diam. Melihat sang istri pasrah, Julian mulai mencopot satu persatu kain yang menempel pada tubuh istrinya. Karena masih merasa malu, Kamila kembali menutupi dua bagian penting di tubuhnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


"Malu," rengek Kamila.


"Jangan malu, Sayang. Ya," ucap Julian lembut. Tangannya melepas tangan tangan Kamila yang menutupi bukit kembar dan lubang gundulnya. "Indahnya tubuh istriku."


Kamila makin tersipu, tapi hatinya senang mendapat pujian dari suaminya. Kepala Julian bergerak menuju dada istrinya. Satu tangannya menyentuh salah satu bukit kembar yang tersaji, dan mulutnya mulai nenyesap bukit kembar lainnya.


Tubuh Kamila yang terbaring pasrah langsung menegang. Untuk pertama kalinya dia benar benar disentuh oleh pria dan rasanya sangat nikmat dan menenangkan. Setiap sentuhan tangan dan mulut Julian, membuat Kamila semakin bergejolak ingin menikmati sesuatu yang lebih.


"Sayang," panggil Julian dengan lembut.


"Hum?" jawab Kamila dengan tatapan penuh hasrat.


"Aku mau masukin lubang kamu. Kamu siapkan?" Kamila hanya mengangguk lemah. Dia juga sudah tidak sabar ingin merasakan lubangnya dimasuki milik suaminya.


Julian membentangkan kaki Kamila lebar lebar, dia bersimpuh di dantara dua kaki sang istri menghadap ke arah gundukan daging terbelah yang bersih tanpa bulu. Tangan kiri Julian mengusap lembut lubang istrinya yang masih sangat rapat. Sedangkan tangan kanan Julian mengusap miliknya sendiri.


"Aku masukin sekarang, ya?" pamit Julian, dan Kamila mengangguk pasrah.


Di gesek gesekkannya ujung batang Julian pada pintu lubang nikmat milik istrinya. Hingga beberapa saat kemudian, ujung batang Julian mulai bersiap diri untuk masuk. Pinggang Julian perlahan bergerak mendorong batangnya untuk masuk.


"Akh ..." Kamila muali merintih kesakitan. Meski begitu Julian tetap memilih terus maju. Walaupun dia tidak tega mendengar rintihan kesakitan istrinya, tapi Julian tidak punya pilihan lain lagi, dia harus meneruskan perjuangannya.


Saat Julian merasa di dalam lubang ada sesuatu yang menghalangi jalan masuk batangnya, Julian langsung mengirup nagas dalam dalam dan menghembuskannya. Setelah tenang, Julian langsung menghentakan pinggangnya dengan kencang.

__ADS_1


"Akh ..." Kamila menjerit kesakitan.


...@@@@@@...


__ADS_2