PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Nonton Bareng


__ADS_3

"Dek."


"Hum? Apa?"


"Buka situs film dewasa dong? Buat belajar cara memasuki lubang wanita?" pinta Julian pelan tapi cukup mencengangkan.


Kening Safira langsung berkerut. Kepalanya menoleh sedikit ke arah suaminya yang sedang menempelkan dagu di pundaknya. "Aku ya nggak tahu situs kayak gitu, Mas. Emang Mas Jul juga nggak tahu?"


"Hehhee ... nggak tahu, Dek."


"Astaga!" Safira langsung memekik. Saking terkejutnya, Safira sampai merubah posisi tidurnya menjadi telentang agar mudah menatap wajah suamimya. "Yakin, Mas Jul nggak tahu sama sekali?"


Julian pun tanpa ragu menggelengkan kepalanya. "Aku kan nggak suka nonton film kayak gitu, Dek. Buat apa. Kalau kepengin malah bingung. Yang ada nanti malah nambah dosa."


"Ya Tuhan, ternyata suamiku pria yang sangat polos!" seru Safira penuh dengan rasa syukur. "Ya udah kita cari sama sama ys."


Julian mengangguk. Mereka bangkit dari berbaringnya dan duduk berdampingan. Safira yang bertugas mencari sedangkan Julian hanya menunggu sembari memperhatikan layar ponsel sang istri.


"Kamu tahu beberapa situs, Dek?" tanya Julian saat menyaksikan sang istri mengetik sebuah Link di apliiasi pencarian dengan simbol huruf G.


"Pernah dengar, cuma nggak pernah lihat. Malu sendiri gitu rasanya kalau lihat video itu," balas Safira. "Loh, kok nggak ada!"

__ADS_1


Suami istri itu terkejut saat pencariannya tidak menunjukkan hasil. Tanpa rasa putus asa, mereka mencoba lagi dan juga mencoba mencari dengan kata kata yang menjurus ke arah hubungan badan. Namun tetap tidak ada hasil


"Kok nggak ada ya, Mas?"


"Nggak tahu," jawab Julian sembari berpikir. "Eh kata Ucup, kan pemerintah ngeblokir situs dewasa, Dek."


"Oh iya, terus gimana dong?"


"Katanya kalau pengin lihat yang tidak terblokir harus mengatifkan aplikasi bernama vepeen, dek."


"Ah iya, aku juga pernah dengar itu," Safira langsung saja mengggulir layar ponselnya dan pindah ke aplikasi lain untuk mengunduh aplikasi yang dikatakan oleh Julian. Setelah sukses mengunduh dan mengaktifkannya, Safira kembali mengetik link yang dia yakini sebagai situs kumpulan video dewasa.


"Loh! Kok tetap nggak ada!"


"Nggak tahu. Mungkin saja iya, hehehe ..."


Selain saling melempar senyum, suami istri itu juga sekalian memikirkan situs video yang mungkin bisa ditemukan.


"Coba sini, Dek. Aku yang nyari."


Safira menyerahkan ponselnya. Julian mencoba menulis kata yang lebih barani dan berhasil. Beberapa situs terpampang banyak situs yang tinggal di sentuh saja. Julian dan Safira jelas saja kegirangan begitu menemukan apa yang mereka cari.

__ADS_1


"Nonton yang mana ini, Dek?"


"Terserah kamu, Mas" Safira langsung merasa gelisah.


Dengan sangat semangat Julian menyentuh salah satu situs dan terpampanglah beragam video dengan menggunakan judul bahasa inggris. Julian memilih kategori yang berbau anak muda.


"Ada headset nggak, Dek?"


"Di laci itu kayaknya ada hesdet blutut."


Julian bergeser dan membuka laci yang ditunjukan Safira. Benar saja ada headset disana. Headset itu Julian ambil dan dia memakai salah satunya. Sedangkan yang satunya dia serahkan ke sang istri. Setelah itu mereka bersiap siap untuk menonton bersama.


Awal video diputar, Julian dan Safira nampak baik baik saja. Namun makin menuju ke menit berikutnya nafas mereka semakin berat. Apa lagi adegan yang mereka tonton juga mulai memanas.


Berkali kali mereka meneguk salivanya sendiri. Hingga saat video memasuki ke adegan ini, suami istri tersebut semakin dibuat resah. Suasana semakin panas saat rintihan nikmat dari video yang mereka putar mulai menggema di telinga mereka. Julian dan Safira benar benar semakin merasa kegerahan.


Sebagai laki laki yang tidak pernah nonton film dewasa seperti itu tentu saja hasratnya langsung naik. Ponsel yang berada di tangan kanan, Julian pindahkan ke tangan kiri. Setelah itu, tangan Julian memggerakkan tangan kanannya melingkar di pinggang istrinya.


Safira sedikit terjengat saat merasakan tangan sang suami menyentuh pinggangnya. Dia menoleh ke arah pria disebelahnya. Begitu juga dengan Julian, dia membalas tatapan mata sang istri. Tatapan keduanya begitu lekat, seperti sedang berdiskusi untuk mengambil keputusan tentang sesuatu yang harus terjadi di malam ini.


Tanpa mengangguk ataupun menggeleng, Julian memberanikan menggerakan kepalanya ke arah sang istri. Tanpa penolakan, Safira menyambut bibir sang suami yang menempel pada bibirnya. Untuk sejenak perang bibir terjadi diantara mereka.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian bibir suami istri itu terlepas, tapi mata mereka masih saling memandang. Hingga tanpa sadar keduanya saling melempar senyum. Dengan segala rasa gemuruh di dalam dada dan hasrat yang makin menggelora, bibir mereka kembali saling menempel dan mereia berpagutan semakin panas.


...@@@@@@...


__ADS_2