PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Daya Tarik Julian


__ADS_3

"Mas, Jul!" pekik Kamila.


"Kamu nonton film begituan?"


"Iya, buat belajar, Dek. Kamu kan tahu aku kurang pengalaman dalam hal gituan."


"Astaga!" Kamila memekik lagi lalu dia merebahkan tubuhnya dan memunggungi sang suami. Julian sendiri hanya tersenyum manis melihat sekilas ke arah istrinya lalu kembali ke layar ponsel memilih film dewasa yang menurutnya bagus.


Film dewasa itu sebenarnya adegan intinya sama, gaya dan permainannya itu itu saja. Tapi entah kenapa film seperti itu setiap hari makin banyak peminatnya. Bahkan Julian yang awalnya sama sekali tidak tertarik nonton film begituan, menjadi sedikit suka dengan alasan untuk belajar cara bercinta dengan baik dan benar.


"Dek."


"Hum?"


"Kamu nggak ikut nonton?"


Kamila kembali dibuat tertegun. Sejenak dia terlihat seperti sedang berpikir, lalu dia merubah posisi rebahannya menjadi menghadap sang suami. "Emang apa yang kamu pelajari dari film itu sih, Mas?"


Julian melepas salah satu headset yang nangkring di telinganya. "Ya banyak, Dek."


"Contohnya?"

__ADS_1


Julian berpikir sejenak. "Ya cara memasuki lubang, macam macam gaya dalam berhubungan suami istri, cara memulai percintaan dengan wanita dan membangkitkan hasrat lawan jenis. Selama ini kan yang sering memberi godaan itu kamu, Dek. Aku juga pengin bisa menggoda istriku."


Kamila sontak terkekeh sembari menutup mulutnya agar suaranya tidak pecah. Dia merasa gemas dengan kejujuran suaminya yang sangat lugu. "Kamu tuh nggak perlu repot repot cari cara menggoda wanita, Mas. Kamu buka baju aja, banyak kok wanita yang langsung pasrah."


Kening Julian berkerut. Sepertinya dia terkejut dengan apa yang baru saja dikatakan istrinya. "Buka baju? Kok bisa?"


"Coba deh kamu buka baju," titah Kamila. Dengan penuh tanda tanya Julian menurutinya, melepas kaos yang dia pakai. "Nah, lihat! Badan kamu yang kekar dan atletis itu sudah cukup bisa membuat hasrat wanita langsung naik. Dada bidang kamu, lengan kekar kamu, bulu ketiak, perut yang rata dan ketampanan kamu, itu paket lengkap untuk mengundang hasrat wanita."


"Yang benar, Dek?" Julian nampak terkejut mendengar penjelasaan dari istrinya. "Kok bisa?"


"Ya bisalah, Mas. Hampir semua wanita itu suka sama badan atletis seperti kamu, Mas. Lihat deh pemain film dewasa, rata rata semuanya badannya bagus bagus. Karena badan atletis itu kelihatan lebih keren saat sedang berhubungan badan, Mas."


Kamila langsung tersenyum lebar dan dia menggeser tubuhnya ke arah sang suami dan tangannya langsung meraba dada suaminya. "Sejak mengenal kamu, aku tuh selalu terpana dengan ketampananmu, Mas. Apa lagi jika kamu lepas kaos saat habis main bola, aku tuh langsung membayangkan bagaimana jika tubuh berkeringat Julian memeluk, aku pasti sangat bahagia. Nggak nyangka saja, sekarang aku bisa menyentuh tubuhmu seperti ini dalam keadaan halal."


Julian tersenyum sembari meresapi sentuhan tangan lembut isttinya di dada dan perutnya. "Tadi kamu bilang bulu ketiak juga bisa membangkitkan hasrat, kok bisa, Dek?"


"Ya bisa dong, Mas. Sekarang, Mas jul pamerkan ketiaknya." Dengan agak ragu, Julian menuruti perintah istrinya. Diangkathya salah satu tangannya hingga ketiaknya terpampang dengan sangat jelas. Tangan Kamila bergerak dan membelai bulu ketiak Julian yang tidak terlalu tipis dan juga tidak terlalu tebal.


"Geli, Dek," ucap Julian dengan tubuh sedikit menegang menahan geli karena ulah sang istri. Kamila malah tersenyum lalu dia menempelkan lubang hidungnya pada ketiak sang suami dan menghirup baunya. "Astaga! Bau asem loh, Dek."


Kamila tersenyum lebar. "Justru banyak wanita yang lebih suka bau ketiak yang asam daripada yang wangi, Mas. Aku juga sepertinya begitu. Aku selalu penasaran sama bau ketiak kamu."

__ADS_1


"Ya Ampun! Ada ada aja. Asam kan baunya?"


"Nggak terlalu sih, coba yang satunya."


Julian kembali mengangkat tangannya. Sedangkan ponselnya dia taruh di sembarang tempat. Kamila bergeser menjadi berada di atas tubuh suaminya. Awalnya Julian kaget dengan posisi seperti itu, tapi dia memilih diam karena dia mendadak suka berada dalam posisi seperti ini.


"Gimana? Sama aja kan baunya?" tanya Julian saat sang istri sedang menghirup aroma ketiak yang satunya lagi.


"Lebih enak yang kanan sih, asemnya terasa."


"Hahaah ... ada ada aja kamu, Dek."


Kamila tersenyum senang lalu dia kembali menghirup aroma ketiak suaminya dalam waktu yang cukup lama. "Mas, boleh lihat isi celanamu?" pinta kamila setelah merasa puas menghirup ketiak kanan dan kiri.


Julian tertegun sejenak, awalnya agak tapi akhirnya dia mengijinkannya. Sang istri tersenyum terus bergerak turun ke bawah hingga berada tepat dihadapan celana Julian. Kamila mengusap gundukan yang isinya sudah sangat menegang.


Mata Julian terus memandangi ke arah bawah perutnya. Kadang mereka saling melempar senyum dengan dada yang semakin bergejolak. Kini Julian melihat tangan sang istri mulai melepas pengait celananya lalu melepas resletingnya.


Dengan perlahan tangan Kamila menurunkan dua celana yang dipakai sang suami. Saat isi celana Julian terlihat, mata Kamila langsung membelalak. "Wahh! Gede banget!"


...@@@@@...

__ADS_1


__ADS_2