
"Gimana, rencana kita berhasil kan?"
"Yah, sesuai apa yang kita rencanakan."
"Benar. Yang penting nama kita aman. Kamu tahu kan, Sayang, kalau kita juga punya cewek." ucap Reynan lalu dia mengecup pipi pasangannya. "Tapi kok kamu kelihatannya lesu?"
Pria bernama Lehan lalu bangkit dari kasurnya hingga pelukan Reynan terlepas. Tapi sekarang aku kehilangan suadaraku."
Reynan bangkit dan memeluk dari belakang. "Jangan terlalu dipikirkan. Yang penting itu nama baik kita. Kamu juga nggak mau kan rencana pernikahan kamu sama pacar kamu batal?"
Lehan mengangguk pelan beberapa kali. "Yah, mungkin memang harus ada yang di korban kan."
"Nah itu tahu, ya udah kita lanjut yok permaimannya. Nanti kita pikirkan lagi cara naklukin Julian."
Dua orang yang salah jalan itu kembali melakukan adegan kotor satu sama lain. Mungkin mereka saat ini bebas. Tapi mereka tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya pada dua pasangan pria tersebut.
Kabar pernikahan Julian juga telah sampai ketelinga pria paruh baya yang menjadi nama belakang Julian. Alonso Darwin telah mendengar kejadian yang menimpa putranya. Marah sudah pasti, tapi pria yang memiliki paras gagah di usianya yang tidak muda lagi, tidak bisa melakukan banyak hal untuk menolong putranya, karena dia harus fokus dengan kesembuhan penyakitnya.
Alonso mendapat kabar pernikahan Julian dari orang suruhannya yang bertugas mengawasi kehidupan anak dan istrinya. Sebenaranya dia bisa saja membantu sang istri dan anaknya, tapi Alonso takut istri dan anaknya akan kabur lagi. Maka itu Alonso lebih memilih menunggu waktu sampai dia sembuh.
"Tapi ada benarnya juga jika Julian menikah, Tuan," ucap Jhon yang sedang menemani Alonso di salah satu rumah sakit yang elit.
__ADS_1
"Kalau ngomong yang jelas, Jhon, jangan bikin aku bertanya tanya," protes Alonso sebal. "Ada benarnya bagaimana maksudnya?"
"Hehehe ..." Jhon malah terkekeh lebih dulu sebelum menjawab. Dia memang senang sekali menjahili Tuan kesepianya itu. "Jika anda sembuh dari kelainan anda karena anda memperkosa Nyonya Sukma, bisa saja Julian akan sembuh dengan istri istrinya juga."
Alonso mencebikkan bibirnya. "Kiraian soal apaan. Tahunya soal penyakit," protes pria itu.
Jhon kembali cengengesan. "Emangnya apa lagi kalau bukan soal itu?"
"Yayaya ... kamu benar. Tapi anakku hebat, dia menikah langsung sama tiga cewek."
"Hahahah ... bapaknya kalah," ejek Jhon.
"Hallah, setia apaan. Iya menikahnya sih setia sama satu wanita tapi jajannya itu yang parah."
"Hahaha sialan kamu, Jhon!"
Kedua pria itu pun terbahak bersama. Biar bagaimanapun mereka laki laki yang memiliki hasrat. Apa lagi Alonso yang ditinggal sang istri dalam waktu yang sangat lama. Wajar kalau dia sekali kali jajan demi kebutuhan hasratnya. Meskipun dulu orang tuanya menuntut Alonso untuk menikah lagi dengan wanita yang sederajat, tapi Alonso menolak dengan menggunakan kelainan yang dia alami sebagai senjata.
Dua minggu kemudian, hari pernikahan pun tiba. Dengan persiapan yang singkat dan ala kadarnya, Julian terpaksa menikahi tiga wanita cantik sekaligus secara agama dan negara. Entah kedepannya akan bagaimana, Julian sendiri tidak tahu nanti. Bagi Julian, yang penting dia tidak membuat keluarganya malu dan juga menyelamatkan nama baik para wanita yang telah dia hina.
Gempar sudah pasti. Meski tak jauh dari desa Julian ada seorang pria yang memilki tiga belas istri, tapi pada kisah pernikahan Julian ini terbilang sangat langka. Banyak wanita yang patah hati. Banyak juga yang mencibir dan bertaruh kalau pernikahan tanpa cinta itu tidak akan bertahan lama.
__ADS_1
"Gimana saksi? Sah?"
"Sahh!" jawab para saksi yang ada disana.
"Alhamduilillah."
Doa untuk pengantin langsung mengalir di rumah Julian yang dijadikan tempat akad. Senyum dan airmata, mengiringi jalannya pernikahan tersebut. Semua keluarga dari mempelai berusaha kuat dan ikhlas dengan pernikahan yang terjadi.
"Tahan, Jul. Kamu bisa kan?" bisik sang paman saat melihat gelagat aneh pada keponakannya. Sedari tadi Julian memang sedang menahan rasa gelisah yang menyerangnya, karena saat ini dia sedang duduk bersanding dengan tiga wanita yang telah sah nenjadi istrinya.
Semua yang mengetahui kondisi Julian tentu saja sangat khawatir. Tapi untungnya, Julian mampu melewati semua rangkaian acara pernikahannya dengan baik. Bagi Julian, itu perjuangan yang tidak mudah melawan kondisinya dihadapan banyak orang.
Setelah acara pernikahan selesai dan rumah sudah mulai terasa sepi, kini tantangan terberat bagi Julian adalah berada dalam satu kamar bersama ketiga istrinya.
"Kenapa nggak ganti baju, Jul?" tanya Bu sukma saat melihat anaknya masih memakai pakaian pernikahanya.
"Malu, Bu. Ada cewek di kamarku."
"Astaga! Mereka kan istri istri kamu," jawab bu Sukma antara ingin ketawa dan juga kasihan melihat anaknya.
...@@@@@...
__ADS_1