PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Kemajuan Yang Menyenangkan


__ADS_3

Di saat Julian sedang berbahagia karena berhasil melakukan malam pertama. Rasa bahagia saat ini juga sedang dirasakan oleh seorang pria yang wajahnya tak beda jauh dengan Julian. Pria yang merupakan ayah kandung dari Julian itu, kini tengah merasa sangat bahagia karena kesehatannya sudah sangat membaik setelah dokter melakukan pemeriksaan. Oleh karena kabar baik itulah, dia sudah tidak sabar untuk melakukan penerbangan jauh menuju ke negara dimana anak dan istrinya berada.


Dua puluh tahun sudah, Alonso tidak menginjakkan kakinya di negara sang istri. Akibat perpisahan dengan istri dan anaknya yang sangat mendadak, Alonso memilih terbang kembali ke negara asalnya dengan segala rasa kecewa dan sakit hati. Bukan kecewa kepada istrinya, tapi lebih kecewa ke keluarganya yang menyebabkan dia harus terpisah dari Sukma dan Julian.


Kini, waktu yang dia tunggu untuk bertemu keluarganya, sebentar lagi akan tiba. Sejak perpisahan itu, saat inilah yang paling dia harapkan dalam doanya. Bertemu dengan anak dan istrinya adalah mimpi terbesar dalam hidup seorang Alonso.


"Wahh! Sepertinya ada yang sedang berbahagia nih," sebuah suara yang tiba tiba muncul sedikit mengejutkan Alonso yang sedang senyum senyum sendirian di atas ranjangnya. Pria itu menoleh ke arah sumber suara dan senyum Alonso perlahan memudar dan wajahnya langsung bersikap dingin.


"Oh Ciripa, ngapain kamu kesini?" tanya Alonso basa basi. Dari raut wajahnya terlihat jelas sekali, kalau Alonso sepertinya kurang suka dengan hadirnya wanita muda itu, anak tiri dari saudaranya yang telah meninggal.


"Ya jenguk Om Alonso dong. Mau apa lagi," balas Ciripa dengan senyum sumringah mendekati pria itu.


"Nggak perlu basa basi Ciripa. Kamu jauh jauh menemuiku pasti karena uang, bukan?"


Tawa Ciripa langsung menggema. "Ya wajarlah, Om, jika aku meminta uang pada Omku sendiri. Lagian, aku kan butuh dana untuk membayar orang yang mencari anak Om."


Alonso langsung menyeringai. "Kamu itu sudah bukan keponakanku lagi, Ciripa. Ingat, sejak adikku meninggal karena ulah ayahmu, kita sudah bukan siapa siapa lagi, mengerti?"

__ADS_1


"Nggak bisa begitu dong, Om. Aku tetap ponakan Om satu satunya," Ciripa nampak tidak terima.


"Tentu saja bisa, kita tidak ada hubungan darah. Jadi jangan harap kamu bisa menikmati hartaku."


Ciripa yang merasa kesal, langsung memutar otak. Dia tidak mau kehilangan tambang uangnya yang dulu selalu menyokong kehidupan mewahnya sejak ayah kandungnya menikah dengan adik satu satunya dari Alonso. Meskipun pernikahannya hanya bertahan satu tahun lamanya, tapi adiknya Julian mampu mendongkrak kehidupan Ciripa dan ayahnya. Segala fasilitas mewah bisa dia nikmati tanpa harus memeras keringat. Uang berjuta juta juga bisa dia habiskan dalam satu malam saja.


Namun sayang, kesalahan sang ayah yang berselingkuh hingga menyebabkan adik Alonso meninggal, membuat Ciripa dan ayahnya harus kembali menjalani kehidupan sulit mereka. Tentu saja Ciripa sangat menolak untuk kembali hidup miskin.


Jalan satu satunya Ciripa agar tetap mendapat uang adalah dengan berpura pura membantu Alonso mencari anak dan istrinya. Ketika sang adik masih hidup, Alonso percaya saja kalau ciripa membantunya. Namun makin lama kebohongannya terbongkar tanpa Ciripa sadari. Bahkan sampai detik ini, Ciripa masih yakin kalau Alonso tidak tahu rencana busuknya. Maka itu dia hari ini datang untuk melancarkan rencananya.


"Ayolah, Om! Kenapa Om jadi seperti itu? Tapi ya sudah lah, kalau Om Alonso menganggapku seperti itu. Padahal aku ke sini membawa kabar baik untuk Om," Ciripa berkata sambil menunjukan senyum palsunya.


Ciripa bersorak dalam hati. Dia sudah menduga kalau Alonso pasti akan percaya dengan berita bohong yang dia bawa. "Aku sudah menemukan dimana keberadaan anak Om Alonso."


Kening Alonso sontak berkerut, tapi tak lama kemudian alonso terlihat terkejut. "Benarkah?"


Ciripa mengangguk, lalu dia menunjukan wajah sedihnya. "Tapi ada kabar buruk, Om."

__ADS_1


"Kabar buruk? Kabar buruk apa?"


"Istri Om Alonso katanya sudah meninggal," Ciripa memasang wajah sedih.


"Apa? Bagaimana bisa?"


"Katanya sakit parah sejak sepuluh tahun yang lalu. Makanya orang suruhan aku hanya menemukan Julian saja."


Alonso juga langsung menunjukkan wajah sedihnya. Pria itu sampai berpura pura frustasi demi mengetahui rencana apa yang dilakukan wanita itu. "Terus gimana?"


Hati Ciripa bersorak. Dia menduga sang Paman telah masuk dalam sandiwaranya. "Selama ini Julian hidup di panti asuhan, Om. Dia juga bekerja apa saja demi untuk bertahan hidup. Tapi Om tenang saja, dalam waktu dekat, saya akan bawa Julian kesini untuk ketemu sama ayahnya."


"Benarkah?" tanya Alonso pura pura antusias.


"Tentu! Tapi mungkin kalian nanti nggak akan saling kenal, Om, karena Kalian sudah lama tidak ketemu. Tapi Om tenang saja, Julian punya foto istri Om, kok."


Kening Alonso sontak berkerut dengan hati berkata, "darimana dia dapat foto istriku? Apa dia berani memasuki kamarku?"

__ADS_1


...@@@@@...


__ADS_2