
"Bagaimana, Tuan Rastam? Apa anda dan anak anda siap melawan saya dan anak saya melalui jalur hukum?"
Rasa terkejut keluarga Rastam sontak saja semakin bertambah. Terutama bagi Mirna. Dia tidak menyangka kalau apa yang dia katakan malah membuat keadaan semakin runyam. Bukan ini yang dia inginkan, ini tidak sesuai apa yang dia rencanakan.
"Maaf, Tuan, kenapa anda malah melibatkan saya dalam hal ini? Saya hanya memberi tahu anda, kalau anak anda itu mencintai saya. Apa ada yang salah?" meski tergagap dan juga diselimuti rasa takut, Mirna malah lebih memilih melanjutkan kebohongannya.
"Hahaha ..." suara tawa Alonso langsung menggelegar dan itu terdengar sangat menyeramkan. Bahkan Seno dan yang lainnya yang sedari tadi menguping pembicaraan di ruang tamu, sempat merinnding mendengar suara tawa kakak iparnya.
"Baiklah,katakan saja apa yang ingin kamu katakan di pengadilan nanti, ya? Pasti kamu berani, bukan?"
Mata Mirna kembali membulat. Bukan itu jawaban yang dia inginkan. Bukan menempuh jalur hukum. Rastam juga terbungkam, dia datang ke rumah Julian, bukan untuk hal seperti ini. Tapi tujuan Rastam malah berantakan karena ulah anaknya.
"Tapi itu tidak berlaku bagi saya kan, Tuan," Suryo akhirnya angkat suara. "Saya kesini sangat serius untuk meminta maaf kepada anda dan anak anda, Tuan Alonso."
"Tergantung."
"Tergantung bagaimana, Tuan?"
"Tergantung sikap anak anda. Apakah dia dan temannya sudah membersihkan nama baik menantu saya atau belum."
Deg!
Keluarga Suryo tentu terkejut mendengarnya. Tentu saja mereka tidak ingin melakukan hal ini. Sungguu mereka tidak percaya, hanya demi melindungi nama baik, mereka sampai harus mengalami perlakuan seperti ini.
__ADS_1
"Bagaimana caranya anak saya bisa membersihkan nama menantu anda, Tuan Alonso," tanya Ibu dari Julian dengan suara yang cukup pelan.
"Loh, masa malah tanya sama saya? Bukanlah anda sekeluarga itu orang yang berpendidikan? Masa seperti itu saja anda tidak tahu. Tanyakan saja sama anak anda. Dia bisa menjebak anak orang lain, masa dia juga tidak tahu cara membersihkan nama orang yang dia jebak."
Mendengar jawaban Alonso, Suryo dan istriya langsung saja menatap anak mereka. Rasa gugup Reynan bertambah saat mata kedua orang tuanya menuntut Reynan untuk berbicara.
"Apa tidak ada cara lain, Tuan?" tanya Reynan dengan suara agak tergagap.
"Tidak! Silakan kalian memutuskan apa yang harus kalian lakukan! Saya tunggu keputusan kalian besok saat acara peresmian pembangunan!" ancam Alosno. Mari Cinta, kita bikin adik buat Julian."
Alonso langsung bangkit menarik tangan istrinya, meninggalkan tamunya begitu saja. Sukma pun tak kuasa menolak, meski merasa tidak enak karena meninggalkan tamunya, tapi dia juga tahu kalau sang suami sudah jengah berhadapan dengan mereka.
Para tamu Alonso melongo melihat tuan rumah yang pergi begitu saja. Bahkan mereka tidak percaya, permohonan mereka agar terus berbicara sampai menemukan kesepakatan, diabaikan oleh Alonso. Mau tidak mau, keluarga Rastam dan Suryo, keluar dari rumah itu tanpa membuahkan hasil. Mereka semakin dibuat terkejut, begitu keluar rumah, lampu ruang tamu langsung dipadamkan.
"Sialan! Mentang mentang orang kaya, seenaknya ninggalin tamunya," umpat Suryo.
"Gimana ini, Pak? Aku tidak mau dipenjara?" rengek Mirna sembari memegang lengan Bapaknya.
"Ya salah kamu juga, sampai ngomong kayak gitu. Lagian omongan kamu bener nggak sih? Julian maksain kamu nikah?"
"E, ya bener, Pak," Mirna menjawab dengan tergagap. "Makanya tadi aku ngomong kayak gitu agar ayahnya Julian tahu kalau anaknya itu cinta sama aku dan mau menikahkan Julian denganku, Pak."
"Apa!" pekik Suryo nampak terkejut. "Kamu ingin menikah dengan Julian?"
__ADS_1
"Iya, Om. Kenapa?" jawab Mirna dengan entengnya.
"Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu? Kamu itu sudah bertunangan dengan anak saya, bisa bisanya kamu berpikir menikah dengan pria lain! Apa kamu nggak punya otak?" seru Suryo dengan lantang.
"Loh, ya suka suka saya dong, Om. Maaf ya Om, saya udah nggak minat melanjutkan hubungan dengan Reynan. Bagaimana mungkin saya punya suami menyimpang, saya lebih baik jadi istri ke empat Julian daripada punya suami yang nggak doyan dengan lubang cewek."
"Apa! Kurang ajar! Kamu berani menghina anak saya, hah! Rastam! Ajarin anak kamu sopan santun. Dia tidak tahu sedang berbicara dengan siapa, Hah!" Suryo semaki dibuat emosi mendengar ucapan Mirna.
"Maaf Suryo, untuk kali ini, saya memihak anak saya," balas Rastam, dan hal itu semakin membuat Suryo terperangah dibuatnya.
"Maksud kamu?"
"Sama seperti Mirna, saya juga tidak mau memiliki menantu yang menyimpang."
"Apa! Dasar keluarga kurang ajar. Keluarga rendahan. Hei mirna, kamu sendiri juga sudah tidak suci lagi kan!"
"Jaga mulut kamu Suryo! Anak saya nggak semurah itu!"
"Halah kelihatan. Nggak tahu malu, ngejar suami orang segitunya!"
"Sialan! Diam ka ..."
Byur!
__ADS_1
Pertengkaran itu langsung mereda saat seember air disirimkan ke tubuh mereka oleh si pemilik rumah.
...@@@@@...