
"Apa benar kamu kenal seseorang yang bernama Reynan?"
"Reynan? Baru kenal beberapa hari waktu dia pesan dagangan saya. Kenapa memang?"
Pria bernama Bagas pun tersenyum sinis. "Modusnya sama. Pasti setelah kamu datang ke rumahnya kamu diberi minuman lalu kamu pusing dan tertidur."
"Kok kamu tahu?" tanya Julian dengan kening yang berkerut. Dia lumayan terkejut dengan ucapan tamunya itu.
Bagas pun tersenyum masam. "Aku juga korban seperti kamu."
"Korban? Nanti dulu? Korban apa maksud kamu? Kamu juga korban dari tiga wanita yang jadi istri aku?"
Sekarang gantian Bagas yang keningnya berkerut. "Tiga wanita?"Julian mengangguk. "Istri? Istri yang mana?"
Kini Julian malah menunjukkan wajah bingungnya. "Terus, maksud kamu aku korban itu apa, Mas?"
Meski masih diliputi rasa terkejut dan juga bingung, pria bernama Bagas itu menceritakan nasib yang menimpanya saat dijebak oleh Reynan dan temannya. Sontak saja kabar itu sangat mengejutkan Julian. Tapi cerita yang dialami pria itu berbeda dengan apa yang dialam Julian.
"Tapi beda sama yang aku alami, Mas Bagas," ucap Julian disela sela obrolannya. "Saat aku tersadar, justru sudah ada tiga wanita yang bersamaku. Iya sih, saat itu aku sudah tidak memakai baju dan ketiga wanita itu masih memakai baju."
"Terus?" tanya Bagas. Tentu saja Julian menceritakan semuanya yang terjadi hingga sampai dia dipaksa menikahi tiga wanita sekaligus.
"Berarti kamu termasuk beruntung, Mas Julian. Mungkin saja kamu sudah diperkosa oleh Reynan dan temannya tapi mereka kepergok tiga wanita itu," ucap Bagas menympulkan.
"Lalu darimana mereka tahu aku ada disana malam itu?" tanya Julian sembari berpikir. Dan saat dia ingat seorang saksi, mata Julaib membelalak. "Ah iya, aku ingat ada saksi yang mengatakannya tapi aku tidak percaya."
__ADS_1
"Nah itu salahnya kamu, Mas Julian," ucap Bagas. "Jika tidak ada wanita itu, pasti saat kami tersadar, seluruh badan kamu udah penuh tanda merah. Di tambah lagi Reynan suka merekam setiap perbuatannya dan dalam rekaman itu terjadi seakan hubungan itu dilakukan suka sama suka."
"Astaga!" pekik Julian. "Jadi yang memperkosa aku itu cowok? Ya Tuhan!"
"Tapi kamu masih beruntung, Mas. Ada cewek yang menyelamatkan kamu walau endingnya kalian menikah. Aku kaget aja saat mendengar gosip yang beredar. Tiga wanita yang dihujat gara gara memperkosa satu pria. Tapi setelah aku tahu berita selengkapnya, aku yakin kalau ketiga wanita itu korban fitnah dari Reynan."
"Ya Tuhan!" pekik Julian penuh sesal. "Aku bahkan ikutan menghina mereka habis habisan. Masalahnya tiga wanita itu dulu sudah aku tolak."
Bagas tersenyum. "Sebaiknya kamu minta maaf, Mas. Dan juga hati hati. Jika saat ini kamu selamat. Belum tentu lain waktu kamu selamat karena jebakan Reynan juga."
"Astaga! Mengerikan banget sih, Mas."
"Dia nggak bakalan nyerah sebelum puas berhubungan sama kamu layaknya suami istri."
Julian mendapat informasi yang cukup banyak dari tamunya. Setelah ngobrol cukup lama, Bagas pun akhirnya pamit pulang. Ngobrol bersama orang itu membuat Julian lantas merenungi perbuatan kasarnya kepada tiga istrinya. Julian sadar, kini karena hinaan dari mulutnyalah yang menyebabkan tiga wanita itu juga mengalami hinaan dari banyak orang.
Saat Julian hendak bangkit masuk ke dalam rumah, matanya menangkap ketiga istrinya keluar bersama. Dengan segala kekuatan yang dikumpulkan dalam hatinya, Julian mendekati sang istri.
"Kalian mau pergi?" tanya Julian.
"Iya, Mas Jul. Jenuh di kamar terus," jawab Safira.
"Pada mau kemana?" tanya Julian lagi.
"Ke warung bakso mungkin, mau ikut?" tawar Namira.
__ADS_1
"Nggak, tanya aja. Uangnya ada?"
"Ada dong."
"Ya udah, hati hati,"
Ketiga istri Julian langsung mengiyakan lantas mereka pamit. Sebenarnya mereka ingin berjabat tangan layaknya suami istri, tapi mereka sadar diri, sikap Julian itu bagaimana. Mereka lantas pergi sembari jalan kaki menuju warung bakso yang letaknya memang tidak jauh dari rumah Julian.
Saat ketiga istri Julian sedang menyusuri jalan menuju warung bakso, tiba tiba ada motor mendekat ke arah mereka. Mau tidak mau para istri Julian langsung menghentikan langkahnya dan menatap dua wanita yang turun dari motor terus berjalan ke arah mereka.
"Oh, jadi ini, para wanita murah meriah yang berhasil menodai Julian dengan cara licik!" ucap salah satu wanita itu dengan sangat emosi.
"Maksud kamu apa? Kalau nggak tahu cerita yang sebenarnya, nggak usah asal nuduh!" hardik Kamila mencoba menahan emosinya.
"Alaaah! Nggak usah sok suci!" bentak wanita itu sambil mendorong tubuh Safira hingga terjatuh ke dalam sawah yang masih basah di tepi jalan.
Byuur!
"Safira!" pekik Kamila dan Namira.
"Hahhaa ... mampus kalian!"
"Kurang ajar!" Namira langsung menyerang hingga adu jambak pun terjadi.
...@@@@@...
__ADS_1