PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Usai Mediasi


__ADS_3

"Selamat ya, Julian. Kemenangan sudah ada di depan mata anda."


"Terima kasih, Pak Hotmin. Semua ini terjadi juga berkat bantuan anda."


"Hehehe ... baiklah, saya permisi dulu. Untuk kedepannnya, kita tunggu saja apa yang akan mereka lakukan."


"Baik, Pak Hotmin, silakan. Sekali lagi terima kasih."


Pengacara itu kembali tersenyum lebar dan langsung masuk ke dalam mobilnya sendiri. Begitu mobil sang pengacara menjauh, Julian beserta rombongan beranjak menuju mobil mereka. Namun di tengah langkah, mereka tanpa sengaja berhadapan dengan keluarga Reynan dan yang lain. Julian dan yang lain hanya memandang datar tanpa berniat menyapa. Sedangkan kubu Reynan memilih berpaling menghindari tatapan pihak Julian.


Malu, sudah pasti. Salah satu yang sedang dirasakan keluarga Reynan dan juga Lehan saat ini. Mereka seperti tidak punya muka saat melihat Julian saat ini. Keangkuhan dan keyakinan mereka yang sejak awal akan membuat jera Julian, justru berbalik arah kepada mereka.


Julian langsung masuk ke dalam mobil beserta ketiga istrinya dan juga Budi dan Ferdi. Mereka enggan menyapa kubu Reynan karena malas akan terjadi masalah kembali.


"Apa kedatangan Pak Hotmin dan pria tadi yang menjadi saksi, termasuk rencana Mas Budi dan Mas Ferdi?" tanya Julian begitu mobil meluncur.

__ADS_1


"Benar, ini pasti rencana kalian? Aku tadi sempat kaget loh pas Pak Hotmin tiba tiba ada disana," Safira ikut menimpali.


"Jangan jangan, Mas Budi dan Mas Ferdi selama ini kerja sama dengan ayah mertua. Iya yah, Mas?" tuduh Namira.


Kedua orang yang sedang dicerca pertanyaan sontak tersenyum lebar. "Ya bisa dibilang begitu sih. Kami memang disuruh menjaga dan mengawasi Julian dan keluarganya," ucap Ferdi akhirnya mengakui pekerjaannya.


"Astaga! Kok bisa?" tanya Julian dengan wajah terkejutnya. "Jadi selama ini kalian memata mataiku?"


"Itu kan memang pekerjaan kita, Jul. Kita ada kelompoknya loh. Kita sendiri juga punya atasan yang berhubungan langsung dengan ayah kamu."


"Wah, keren!" puji Safira. "Tapi ya terima kasih atas bantuan kalian. Setidakya nama kami bisa bersih kembali." Budi dan Ferdi hanya tersenyum lebar dengan tatapan mata lurus ke depan karena Budi yang memegang kendali mobil dan Ferdi duduk di sebelahnya.


Kamila menatap Namira sejenak lalu kembali memandang ke arah luar. "Aku cuma keinget Bapak aja, Nam."


"Loh, emangnya kenapa? Bukanlah mereka pasti bakalan senang karena anaknya terbukti nggak bersalah?" Safira ikut bertanya.

__ADS_1


"Iya, aku tahu. Tapi bagaimana dengan hubungan bapak dan pamanku, Fir? Apakah akan membaik atau malah mereka makin menjauh?"


"Udah sih, Dek, jangan terlalu dipikirkan," Julian juga ikut mengeluarkan suaranya. "Kita lihat aja nanti bagaimana. Yang penting kan Bapak sama Ibu tidak menanggung malu lagi kepada tetangga. Urusan orang tuanya Lehan, cuekin aja. Apapun tindakan yang akan mereka ambil, tinggal kita lihat saja nanti."


"Iya, Mil, bener. Yang penting itu orang tua kita tidak malu lagi karena fitnahan Reynan," Kamila lantas tersenyum dan menatap Namira. Dia setuju dengan pendapat wanita itu dan suaminya.


Berbeda dengan Reynan dan Lehan yang saat ini sedang di sidang oleh keluarga masing masing. Orang tua kedua pria itu tak menyangka kalau anak mereka mempunyai kelainan seperti itu. Bahkan saat mereka melihat video yang sengaja direkam oleh Reynan, murka mereka semakin meninggi.


Para orang tua sungguh sangat tidak menyangka kalau anak mereka memiliki kelainan yang menyimpang. Mereka tidak percaya, dibalik tubuh tegap dan atletis serta wajah yang cukup tampan, ternyata Lehan dan Reynan memiliki hasrat yang tidak biasa. Bahkan keduanya sampai melakukan hal gila demi melampiaskan hasrat mereka.


"Sejak kapan kalian berperilaku menyimpang, hah? Sejak kapan!" bentak Suryo. Namun kedua anak itu hanya terdiam dan terus menunduk. "Apa karena Lehan, kamu jadi menyimpang seperti itu, Rey!"


Mat kedua orang tua Lehan langsung membelalak mendengar tuduhan Suryo. "Enak aja! Bapak jangan sembarangan kalau nuduh! Justru karena anak Bapak, anak saya menjadi lelaki yang nggak benar!" balas Bapaknya Lehan lantang.


"Mana mungkin!" bantah Suryo. "Lihat anak saya! Dia pria yang sempurna. Dia suka gonta ganti cewek. Dia terkenal playboy. Reynan berubah itu karena anak kalian. Aku yakin, karena kemiskinan kalian, Lehan mendakati Reynan dan menjebaknya agar bisa menikmati uang Reynan, benar, kan?"

__ADS_1


"Heh! Jaga mulut kalian! Keluarga saya tidak serendah itu. Justru Reynan yang sedari awal mendekati anak saya. Dia bahkan sering main ke rumah saya. Tanya sama anak anda, Bapak Suryo! Kalau bukan anak anda yang mendekati anak saya, Lehan nggak mungkin menyimpang seperti ini! Bukankah anda orang kaya dan pintar! Selidiki dulu kebenarannya!"


@@@@@@


__ADS_2