PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA

PERJAKA YANG (Hampir) TERNODA
Hinaan Berbalik Arah


__ADS_3

"Bagaimana, Tuan Alonso. Saya harap anda bisa bersikap bijak dan mau memaafkan kami."


Alonso sontak menyeringai. Dia menatap para tamunya dengan tatapan meremehkan. Bagi Alonso menghadapi orang orang penjilat seperti Suryo dan Rastam sudah sangat terbiasa. Mereka adalah orang yang lebih mementingkan harga diri dan kehormatan di mata orang banyak. Maka itu di saat nama baik mereka terancam, mereka harus rela membuang rasa malunya demi menyelamatkan nama baik mereka.


Dari keenam tamu yang datang, selain suryo dan Rastam, para tamu Alonso memandang sang Tuan rumah dengan tatapan terpesona. Para istri dan anak Suryo juga anak Rastam, memandang pria Italia itu dengan penuh rasa kagum dan juga ada hasrat yang terselip di dalamnya. Meskipun usianya hampir menginjak angka lima puluh tahun, nyatanya pesona Alonso tetap menarik perhatian orang di sekitarnya.


Sikap mereka tentu saja membuat Sukma gerah. Bahkan dia menatap tajam para tamunya yang memandang sang suami dengan tatapan lapar. Demi menjaga suaminya dari orang orang yang yang tidak tahu malu, Sukma sampai melingkarkan tangannya di lengan kekar sang suami dan bergelayut manja pada Alonso. Tentu saja sikap Sukma membuat iri para tamunya.


"Sekarang katakan, apa salah anak saya pada kalian?" setelah beberapa menit terdiam, satu pertanyaan muncul dari Ayah Julian dengan sikap yang sangat tenang. "Jelaskan pada saya, apa salah anak pada kalian sekeluarga?"


Pertanyaan Alonso tentu saja cukup mengejutkan para tamunya, dan pastinya mereka tahu jawabannya. Para tamu Alonso terbungkam dan mereka saling pandang satu sama lain. Entah kata apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Alonso.


"Kalau tidak bisa menjawab ya sudah, tidak perlu repot repot kalian datang kemari. Bukankah saya sudah jelas mengatakan kalau kalian harus minta maaf esok hari? Apa usia setua kalian tidak bisa mengerti kata kata saya?" Alonso mengeluarkan kata katanha lagi dan ucapan pria Italia itu semakin membuat tamuanya salah tingkah.


"Sebenernya Julian ingin menikahi saya, Tuan. Tapi saya menolaknya," entah dapat keberanian darimana, Mirna malah berbohong seperti itu. Bahkan orang orang yang ada di sana cukup terkejut dengan penuturan wanita itu yang sangat percaya diri.

__ADS_1


"Saya menolak Julian karena dia sudah memilki tiga istri. Saya tahu kalau Julian sangat mencintai saya, dan menikahi ketiga istrinya karena terpaksa. Namun saya menolak karena nggak mau jadi istri ke empat. Tapi jika Julian mau menceraikan ke tiga istrinya, saya pasti dengan sangat senang hati menerimanya. Itulah alasan keluarga saya membencinya," Mirna benar benar mengatakannya dengan lancar. Entah apa yang dia harapkan dari keberaniannya mengatakan hal itu.


"Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katatakan?" tanya Alonso masih dengan tatapan meremehkan.


"Tentu saja saya sangat yakin. Dari dulu Julian memang sudah mencintainya saya, Tuan," Mirna semakin menunjukkan rasa percaya dirinya. Bahkan dia sampai mengemmbangkan senyumnnya.


"Bagaimana mungkin anak saya doyan dengan wanita sejelek kamu?"


Jleb!


"Ternyata bukan hanya wajah kamu yang jelek, otak kamu juga tidak berfungsi dengan baik. Masa kamu tidak maksud dengan apa yang saya katakan. Mana mungkin saya mau memiliki menantu sebodoh kamu."


Tidak ada yang tidak terkejut dengan ucapan Alonso. Semua wajah yang ada di sana menegang, begitu mendengar perkataan Alonso yang dengan sangat jelas mengandung hinaan. Mirna juga tak menyangka, niatnya untuk mengambil simpati malah berujung pada penghinaan seperti itu. Mirna pikir, dengan berkata kalau Julian mencintai dirinya dan terpaksa menjalankan pernikahan, akan menumbuhkan rasa kagum dan simpatik di hati Alonso. Namun kenyataannya malah sebaliknya.


"Kenapa Tuan Alonso malah menghina anak saya?" tanya Rastam dengan suara yang cukup meninggi. Jelas saja dia tidak terima anaknya dihina seperti itu. Apa lagi hinaan itu terlontar di depan matanya.

__ADS_1


"Kenapa? Anda tidak terima?" tanya Alonso dengan santainya.


"Tentu saja saya tidak terima. Jelas jelas anak anda yang memaksa anak saya untuk menjadi istri ke empat. Kalau bukan karena hinaan anak anda yang menganggap remeh, tidak mungkin saya menghina anak anda."


Alonso langsung tersenyum sinis. "Berarti sudah sangat jelas, bukan?"


"Sangat jelas bagaimana?"


"Sangat jelas kalau saya harus mengambil jalur hukum untuk membuktikan perkataan anak anda. Anda siap?"


Deg!


Rastam, Mirna dan istrinya ternganga secara serentak. Tentu saja mereka tidak percaya dengan apan yang dikatakan oleh Alonso. Kelurga Suryo yang sedari tadi terdiam juga cukup terkejut mendengarnya. Mereka ikutan panik dengan apa yang dikatakan Alonso. Apa lagi anak mereka juga sudah sangat jelas bersalah, membuat mereka semakin panik jika pada akhirnya jalur hukum juga akan Alonso tempuh untuk keluarganya.


"Bagaimana, Tuan Rastam? Apa anda dan anak anda siap melawan saya dan anak saya melalui jalur hukum?"

__ADS_1


...@@@@@@...


__ADS_2