Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
100. Dua Bersaudara Xin


__ADS_3

Mu Lan Feng kembali ke Heaven Lake dengan membawa dua orang laki-laki paruh baya yang tampak seperti seorang pekerja keras. Kedua orang itu masuk ke paviliun Heaven Lake dengan gugup. Sangat tampak bahwa kedua orang itu tidak pernah berhubungan dengan orang dengan kedudukan tinggi sebelumnya. Kedua orang itu sudah diberi tahu bahwa mereka akan diberi pekerjaan oleh Permaisuri Rui. Jadi saat merasa sangat terhormat dan tidak percaya.


Dua orang paruh baya itu bersaudara. Xin Mo Yan kakaknya adalah tukang kayu. Sedangkan Xin Mo Yin adalah adiknya. Keduanya mewarisi kemampuan ayah mereka yang merupakan ahli kayu sekaligus ahli bangunan terkenal di sekitar daerah Heaven Lake.


"Permaisuri ini adalah tua bersaudara Xin. Ini Xin Mo Yan yang merupakan tukang kayu dan ini adalah Xin Mo Yin yang merupakan tukang bangunan."


"Hormat kami permaisuri Rui." Kedua bersaudara Xin memberi hormat. Mereka tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Permaisuri.


Lu Jing Yu memperhatikan kedua orang tua itu dengan teliti. Sepertinya nama kedua orang tua ini sedikitpun familiar. Lalu ia mengingatkan nama dua orang tua yang nantinya akan menyelamatkan rakyat kekaisaran Shao dari bencana kekeringan yang panjang.


Mata Lu Jing Yu seketika berbinar saat melihat dua tokoh pembantu yang sangat ia kagumi itu. Di dalam novel "Kisah Cinta Sang Pangeran" ada satu kisah yang tragis dimana banyak rakyat yang mati karena bencana kekeringan yang melanda hingga menyebabkan gagal panen dan bencana kelaparan.


Di saat itulah kedua orang tua ini datang memberikan solusi meskipun pada awalnya banyak orang yang meragukan mereka. Mereka akhirnya menenangkan sistem irigasi dengan kemampuan mereka. Tetapi karena terbatasnya biaya dan tenaga, mereka hanya dapat menyelamatkan sebagian kecil warga. Saat semua orang mengetahui bahwa metode kedua orang ini ternyata berhasil, itu sudah terlambat karena sudah banyak warga yang menjadi korban kelaparan karena bencana kekeringan yang berkepanjangan.  


Saat ini kedua orang itu berdiri di depan Lu Jing Yu dengan takut. Mereka bahkan hampir tidak berani bernapas. Lu Jing Yu menghela napas. Kenapa di dunia ini ada pembagian status yang merendahkan sebagian orang?


Mu Lan Feng melihat Lu Jing Yu yang memperhatikan kedua orang tua itu dan mengira bahwa Lu Jing Yu meragukan kemampuan keduanya. Jadi dia dengan cepat menjelaskan. "Kedua tua bersaudara ini sangat terkenal di daerah Heaven Lake ini. Ayah mereka adalah ahli bangunan yang hebat. Bungalow Heaven Lake ini juga dibangun oleh ayah mereka. Biasanya mereka memiliki jadwal yang sangat padat dan sangat sulit untuk meminta bantuan mereka. Untuk saja mereka berjodoh untuk bertemu dengan Permaisuri."


"Aku mengerti. Selamat datang di bungalow Heaven Lake ini. Aku Adalah Permaisuri Rui Lu Jing Yu. Aku menyambut kedatangan kalian di sini." Senyum Lu Jing Yu yang tulus dan penuh apresiasi. Dulu mereka gagal menyelamatkan banyak orang karena terhalang kondisi dan kepercayaan. Tapi sekarang dia ada di sini. Dia akan melakukan beberapa hal untuk membantu mereka mewujudkan keinginan mereka yang tulus.

__ADS_1


"Terima kasih permaisuri. Permaisuri Rui sangat bijaksana."


"Keindahan Bungalow ini memang tidak dapat diabaikan. Dari hati aku benar-benar memuji dari hati ayah kalian yang sungguh berbakat dan aku juga percaya pada kemampuan kalian."


"Permaisuri terlalu memuji. Kemampuan kami yidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan kemampuan ayah kami."


"Jarang terlalu merendahkan diri. Dengan bagian kemampuan kalian akan semakin terangkat."


"Baik Permaisuri. Mohon maafkan kami."


"Sekarang kita akan mulai membicarakan pekerjaan. Tapi sebelum itu aku ingin bertanya apakah kalian bersedia bekerja di sini?" Lu Jing Yu nertabta dengan serius.


Xin Mo Yan dan Xin Mo Yin saling memandang mendengar pertanyaan Lu Jing Yu. Mereka tidak menyangka jika Lu Jing Yu akan menanyakan kesediaan mereka. Mengingat status tinggi Lu Jing Yu, seharusnya ia tidak perlu bertanya jika ia menginginkan sesuatu. Pasti hal itu akan terwujud.


Bukan hanya Xin Mo Yin DAN Xin Mo Yan yang terkejut mendengarnya, Mu Lan Feng juga begitu. Pasalnya sebelumnya ia nerpesan pada kedua saudara Xin untuk tidak menolak apapun yang dikatakan Lu Jing Yu karena ia melihat nahan raja Rui sangat mencintai permaisurinya ini.


"Tidak perlu Permaisuri. Kami tidak perlu memikirkannya. Kami bersedia bekerja pada Permaisuri." Xin Mo Yan berkata mewakili mereka berdua.  


"Itu bagus. Apa kalian yakin?"

__ADS_1


"Ya Permaisuri. Kami yakin."


"Kalian akan bekerja dengan tempat ini dalam eaktu yang cukup lama. Untuk itulah kalian juga bisa membawa anak dan istri kalian kemari. Aku tahu jika perpisahan antar alami istri sangatlah berat."


Xin Mo Yan dan Xin Mo Yin kembali saling memandang. Hal yang pertama  ya gak mereka pikirkan sebelum menerima tugas ini adalah karena mereka harus meninggalkan istri mereka di rumah. Istri Mo Yan sudah lumpuh sejak dua tahun lalu dan tidak ada bisa merawat dirinya sendiri. Sedangkan mereka tidak memiliki anak. Xin Mo Yin telah menikah selama lima belas tahun dan naturalisasi memiliki seorang anak yang berusia tiga tahun. Sangat berat untuk meninggalkan keduanya untuk waktu yang lama.


Mu Lan Feng bahkan tidak memikirkan hal ini. Tetapi Permaisuri sudah memikirkannya.


Kenyataannya, Lu Jing Yu mengetahui hal ini dari juga dari novel. Dia tahu bahwa keduanya tidak akan bisa tenang nekerja jika mereka meninggalkan keluarga mereka.


"Terima kasih permaisuri. Permaisuri Rui adalah orang yang sangat pengertian."


"Sama-sama. Karena semuanya sudah beres aku akan menunjukkan pada kalian apa yang akan kalian buat." Lu Jing Yu menunjukkan gambar bentuk sempurna kincir air. Reaksi pertama saat keduanya melihat itu adalah bahwa alat di dalam gambar sangat unik. Kedua orang itu dapat tertarik dan mulai berani mengangkat kepalanya dan bahkan maju untuk melihat lebih jelas.


"Memang terlihat asing karena alat ini belum pernah ada sebelumnya di sini. Tetapi aku sudah menggambarnya dengan jelas di sini." Lu Jing Yu menunjukkan gambar lainnya yang lebih detail. Dua bersaudara Xin tidak lagi malu maupun takut. Mereka terlihat antusias memperhatikan penjelasan yang diberikan Lu Jing Yu. Mereka bahkan memberikan beberapa masukan. Setelah pembicaraan mereka yang menghabiskan waktu hingga dua jam, gambar Lu Jing Yu kini memiliki beberapa catatan dan cocoretan tambahan.


♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_100♡


*

__ADS_1


*


Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..


__ADS_2