
Chu Fei datang ke ruang kerja Pei Zhang Xi tanpa diminta. Ia baru saja menerima surat yang memintanya untuk mencari kesempatan untuk keluar besok. Di dalam surat itu mengatakan bahwa besok orang yang memberinya perintah untuk memberi obat pada Lu Jing Yu akan memberinya uang kekurangan dari bayaran yang dijanjikan karena tugas yang diberikan padanya telah selesai dikerjakan dengan memuaskan.
Chu Fei hanyalah gadis pelayan yang polos. Dia sama sekali tidak akan berpikir bahwa mungkin sebenarnya ia diminta datang untuk dilenyapkan. Dia datang menemui Pei Zhang Xi juga murni berharap agar dia dapat membantu menemukan orang yang bermaksud jahat melenyapkan bayi Lu Jing Yu di saat ia bertemu lagi dengannya.
Pei Zhang Xi menerima surat kaleng yang diberikan Chu Fei sebagai bukti. Membacanya sekilas sebelum meletakkannya di atas meja.
"Besok kamu pura-pura lah keluar dengan megendap-endap kediaman ini. Aku yakin orang itu sudah mengawasi tingkah lakunya sejak kamu keluar dari kediaman. Jangan sampai mereka dapat mencurigaimu." Ucap Pei Zhang Xi sebelum mengizinkan Chu Fei keluar.
"Yang Mulia apakah kita perlu menjaga gadis ini mulai sekarang?" Mo Han melihat Pei Zhang Xi menghela napas.
"Tidak perlu. Jika mereka berniat melakukannya di kediaman ini mereka tidak akan repot-repot menyiapkan perangkap untuk meminta pelayan itu keluar kediaman. Besok pastikan saja keselamatannya dengan baik. Yu'er telah mendapatkan orang kepercayaan seperti ini yang tulus setia padanya. Tidak mudah mendapatkan yang seperti ini."
"Dimengerti Yang Mulia."
"Bibi Wu, apa yang terjadi hari ini saat aku tidak di kediaman?"
Bibi Wu segera maju dan menceritakan bahwa Lu Qin Hao datang bersama dengan Du Mei dan Lu Jing Yi. Bibi Wu juga menceritakan bagaimana Lu Jing Yu muntah setelah pasangan ibu dan anak itu keluar dari ruangan Lu Jing Yu.
"Lain kali jika mereka datang jangan izinkan mereka masuk." Pei Zhang Xi mengernyitkan alisnya. Melihat Lu Jing Yu ya gak muntah terus menerus sangat membuatnya tidak tega. Tapi dua orang itu malah dengan seenaknya membuat Lu Jing Yu menderita.
"Baik Yang Mulia." Bibi Wu mengangguk mengiyakan. Ia akan mulai menyebarkan perintah pelarangan pasangan ibu anak itu masuk ke dalam kediaman di masa depan.
"Rencana untuk besok jangan sampai Permaisuri tahu." Pei Zhang Xi memberi peringatan pada semua orang. "Sudah waktunya makan malam. Perintahkan dapur untuk segera mengirimkan makanan."
"Baik Yang Mulia." Bibi Wu berbalik untuk melaksanakan perintah.
Lu Jing Yu membaca buku saat Pei Zhang Xi masuk ke dalam kamar mereka. Tetapi kali ini ia membaca buku kedokteran yang berkaitan dengan kehamilan. Di dunianya berbeda ini tidak ada obat-obatan maupun alat medis modern seperti yang ada di dunia modern yang digunakan untuk membentuk dalam kehamilan dan juga proses persalinan. Menerima kehamilannya, ia juga mulai berpikir tentang hal ini.
"Apa yang sedang kamu baca?" Pei Zhang Xi duduk di sampingnya. Mencondongkan tubuhnya untuk melihat buku yang dibaca Lu Jing Yu.
"Yang Mulia sudah kembali? Ini buku yang aku pinjam dari tabib Xue." Lu Jing Yu tidak menyembunyikannya dari Pei Zhang Xi dan menunjukkan sampul buku berwarna biru pada Pei Zhang Xi.
"Hamil dan seluk beluknya." Pei Zhang Xi membaca sampul buku dan mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu mempelajari masalah ini? Bukankah ini adalah tugas bidan?"
"Memang. Tapi aku ingin tahu apa yang biasanya terjadi dalam kehamilan. aku tidak ingin terjadi kesalahan apapun." Jawab Lu Jing Yu sambil kembali fokus pada bukunya.
"Sudah waktunya makan malam. Istirahat dulu." Pei Zhang Xi menutup paksa bukunya dibaca Lu Jing Yu. Lalu mengambil buku itu untuk diletakkan di meja.
"Tapi perutku masih tidak nyaman." Gerutu Lu Jing Yu Berusaha meraih kembali buku yang diambil darinya. Tetapi dihalangi oleh Pei Zhang Xi.
"Bagaimanapun kamu harus makan. Aku akan menemanimu." Pei Zhang Xi membantu Lu Jing Yu berdirinya mengajaknya untuk pergi ke meja makan.
Setelah makan malam bersama mereka berjalan-jalan di taman untuk membantu mencerna makanan sebelum mereka pergi tidur.
Malam ini entah mengapa Lu Jing Yu merasa berbeda. Langit di sini penuh dengan bintang-bintang yang bertaburan yang sangat mudah dilihat dengan mata kepala setiap malam. Bulan di sini kuga terlihat lebih besar dan lebih indah. Sangat berbeda dengan langit di dunia asalnya yang sudah sulit melihat bintang di langit dengan mata telanjang. Tiba-tiba Lu Jing Yu mengingat kedua orang tuanya di dunia asalnya. Mereka akan pergi ke vila mereka yang ada di pegunungan atau di tepi pantai hanya untuk melihat bulan dan bintang di bawah langit yang luas.
Bagaimana dengan keluarganya di sana? Apakah mereka mencemaskannya? Bagaimana dengan tubuhnya di sana? Apakah ada cara untuk kembali? Tetapi, saat ini dia tengah hamil. Apa yang akan terjadi jika dia kembali sekarang? Apa sudah terlambat jika ia ingin kembali?
Tanpa sadar wajah Lu Jing Yu berubah murung. Ia menghela napas saat melihat indahnya bulan dan bintang.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa menghela napas terus menerus?" Pei Zhang Xi menghentikan langkahnya.
"Kenapa kamu menghela napas berkali-kali dan sekarang malah melamun?"
"..." Lu Jing Yu tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Lagipula jika dia mengatakan yang sebenarnya jika sebenarnya jika dunia yang mereka tempati saat ini hanyalah sebuah dunia novel yag tidak sengaja dia masuki, Pei Zhang Xi juga tidak akan percaya. Mungkin dia akan menganggapnya gila.
"Sekarang sudah larut. Sebaiknya kita segera kembali saja." Pei Zhang Xi juga tidak pandai membujuk atau menghibur seseorang. Ia hanya bisa mengalihkan perhatiannya agar Lu Jing Yu tidak terlalu larut dalam kesedihan.
Pei Zhang Xi membantu Lu Jing Yu naik ke atas ranjang. Lalu ia juga merebahkan dirinya di samping Pei Zhang Xi. Malam sebenarnya terlalu larut, jadi Lu Jing Yu belum mengantuk. Ia kembali mengambil buku yang ia letakkan di sisi ranjang.
"Sini. Aku juga ingin memperlajarinya." Pei Zhang Xi menarik tangan Lu Jing Yu mendekat agar ia juga bisa membaca buku bersampul biru yang dibaca Lu Jing Yu. Lu Jing Yu memiringkan kepalanya dan mengangkat alisnya.
"Aku juga ingin mengetahui apa saja yang harus dilakukan saat hamil."
"Oh baiklah kalau begitu." Lu Jing Yu menyerahkan bukunya dan membaktikan Pei Zhang Xi yang memegangnya sementara ia akan ikut membacanya.
__ADS_1
"Sini." Pei Zhang Xi menarik kepala Lu Jing Yu dan menempatkannya di dadanya agar ia bisa membaca dengan nyaman. Lu Jing Yu memang selalu tidur di dalam pelukan Pei Zhang Xi. Tetapi mereka saat ini sama-sama masih bangun. Jadi rasa canggung itu masih ada.
Karena itu Lu Jing Yu bukannya membaca malah mendongak dan menatap Pei Zhang Xi yang sudah fokus pada bukunya. Melihatnya Lu Jing Yu menghela napas dan ikut fokus membaca.
Pei Zhang Xi membaca pada bab yang sama yang dibaca Lu Jing Yu yang sudah sampai di bab 8 yang membahas kegiatan apa saja yang dianjurkan saat hamil sudah tua untuk membantu proses persalinan. Pada saat membaca, Pei Zhang Xi memiliki bermacam-macam ekspresi yang aneh. Banyak hal yang tidak pernah Pei Zhang Xi pikirkan sebelumnya. Ia tidak menyangka menjadi orang hamil sangatlah ribet dan banyaksekali memiliki aturan. Apalagi buku itu dilengkapi gambar untuk memperjelas pembaca.
Lu Jing Yu makan cukup banyak malam ini dan ia sudah tidur tidak lama setelah mereka berbaring dan membaca buku. Pei Zhang Xi yang menjadi bantal, mengatur posisi Lu Jing Yu agar merasa lebih nyaman. Tetapi dia tidak ikut tidur melainkan melanjutkan membaca bukunya. Memulai bab awal yang belum ia baca.
Pada bab awal di buku itu dituliskan beberapa makanan yang baik dimakan saat hamil. Pei Zhang Xi baru mengerti jika ada beberapa makanan dan buah-buahan yang tidak boleh dimakan oleh orang hamil. Dia akan mengingatnya di dalam hati dengan sungguh-sungguh.
Pada bab kedua, dijelaskan kegiatan apa saja yang disarankan untuk dilakukan. "Oh jadi ini kenapa Yu'er selalu jalan-jalan setiap pagi." Gumam Pei Zhang Xi.
Pei Zhang Xi semakin tertarik membaca buku itu. Ia selalu menanamkan dalam hati apa yang ia baca. Ia akan mengingatnya agar ia tidak salah dalam memperlakukan Lu Jing Yu yang sedang hamil.
"Bab empat. Posisi berhubungan badan yang aman ketika hamil." Membaca judulnya saja membuat Pei Zhang Xi memerah.
Sebenarnya setelah kejadian di penginapan Bunga Mekar itu, Pei Zhang Xi selalu memikirkan untuk melakukannya lagi dengan Lu Jing Yu. Tetapi saat itu egonya sangat tinggi dan tidak membiarkannya mengakui jika ia yelah terpesona pada kemampuan Lu Jing Yu. Apalagi setelah respon Lu Jing Yu setelah itu. Jadi dia berusaha menjauhi Lu Jing Yu karena setiap kali ia melihat istrinya, keinginan untuk menekannya di tempat tidur selalu muncul.
Tetapi ia tidak lagi berpikir untuk berhubungan badan dengan Lu Jing Yu setelah mengetahui jika Lu Jingga Yu sedang hamil. Ia pernah mendengar dari teman-temannya bahwa mereka akan berhenti berhubungan badan dengan istri mereka saat mereka hamil. Itulah sebabnya para suami memiliki istri lebih dari satu.
Pei Zhang Xi sudah bertekad bahwa ia tidak akan memiliki istri lain selain Lu Jing Yu. Jadi dia akan berusaha mengalihkan perhatiannya jika keinginan itu muncul. Jadi saat ia melihat judulnya, ia benar-benar penasaran. Apakah benar tidak apa-apa melakukan hubungan badan selama hamil?
Dengan tangan gemetar, Pei Zhang Xi membuka lembaran pertama di bab empat. Setelah itu, wajahnya memerah.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_66♡
*
*
*
__ADS_1
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .