
Hari ini diadakan penyambutan di istana atas kemenangan pasukan yang dipimpin Pei Zhang Xi yang telah berhasil mengusir pasukan musuh yang menggangu kedaulatan wilayah mereka. Suasana meriah di sepanjang jalan menuju ibukota. Semua orang bersuka cita atas kemenangan ini.
Sementara itu, orang yang akan mereka sambut masih berada di perbatasan. Mereka baru selesai bersiap. Ini karena ada masalah saat mereka akan berangkat. Utusan dari Chu Timur datang dan memberi barang rampasan kekalahan mereka. Selain itu mereka juga memberi hadiah sebagai ucapan terima kasih telah membantu mereka mengungkap persekongkolan pengkhianatan terhadap kekaisaran.
Hadiah yang mereka kirim sangat banyak. Bahkan Kaisar Chu Timur mengirim putri Wei Qing Nian sebagai selir untuk Pei Zhang Xi. Dengan begitu, Kaisar Chu Timur berharap kekaisaran Shao tidak akan memasukkan ke dalam hati perbuatan mereka di masa lalu dan berharap mereka tidak membalas dendam. Selain itu, Kaisar Chu Timur juga memberi harapan bahwa antara dua kekaisaran di masa depan tidak akan saling berperang dengan adanya pernikahan ini.
Bibir Pei Zhang Xi berkedut saat mendengarnya. Tanpa sadar ia menoleh dan melihat Lu Jing Yu yang berwajah gelap. Baru tadi malam dia berhasil membujuk Lu Jing Yu untuk menemaninya semalaman. Lu Jing Yu baru saja memaafkannya setelah memandang karena dia telah melindunginya dari belati jenderal Mu. Sekarang masalah lain muncul saat mereka baru saja akan mengembangkan hubungan.
Mengabaikan ketidaknyamanan Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu yang bahkan tidak mereka sadari, utusan dari Chu Timur memanggil putri mereka.
Seorang gadis cantik yang baru berusia lima belas tahun keluar dari kereta begitu utusan menyebutkan tentang dirinya. Kulit putihnya halus dan tanpa cacat seperti batu giok kualitas tinggi. Putih yang seperti putih telur yang dikukus. Rambut hitamnya panjang sampai pinggang. Hiasan di kepalanya bergerak dan menghasilkan suara denting yang menyenangkan di telinga. Matanya yang bulat dan besar memandang semua hal di depannya dengan rasa ingin tahu.
Angin mengibarkan hanfu merah muda cerahnya yang berpola bunga peony yang indah. Penampilannya yang muda menonjolkan sosok Wei Qian Nian saat dia keluar dari kereta dengan senyum semangatnya.
"Ini adalah putri Wei Qian Nian kami. Kecantikan dan bakatnya adalah yang terunggul di Chu Timur. Kaisar Chu Timur sangat menyayanginya. Dengan dikirimnya putri Wei Qian Nian untuk menjadi selir raja Rui, Kekaisaran Chu Timur mengirimkan harapan agar kedua kerajaan hidup dengan damai."
"Qian Nian memberi salam kepada Yang Mulia Raja Rui dan permaisuri Rui. Kedepannya kita akan menjadi keluarga. Harap bimbingannya." Wei Qian Nian sudah menerima pelajaran mengenai etika, termasuk cara bersikap terhadap pasangannya di masa depan. Bahkan terhadap istri lain suaminya. Jadi Wei Qian Nian sudah seperti gadis dua puluh tahun yang sudah melihat dunia meskipun wajahnya terlihat polos dan murni.
"Tunggu sebentar. Aku atas nama Kaisar Shao menerima semua barang-barang ini. Tetapi untuk putri Wei Qian Nian, aku benar-benar tidak bisa menerimanya." Pei Zhang Xi benar-benar tidak menyetujui menjadikan wanita sebagai barang hadiah. apalagi rampasan perang!
"Tapi Yang Mulia, ini adalah kemurahan hati Kaisar Chu Timur. Bukannya tidak sopan untuk menolaknya begitu saja?" Jenderal Di adalah jenderal senior yang sedikit banyak mengerti politik setelah terjun begitu lama. Jadi sedikit banyak mengerti tentang aturan tidak tertulis seperti dilarang menolak hadiah dari Kaisar seperti ini atau akan dianggap tidak memiliki rasa hormat. Jika mereka menolak begitu saja, perang mungkin akan kembali terjadi.
"Aish kalau begitu begini saja. Untuk sementara aku terima semua hadiah ini. Tapi masalah putri Wei Qian Nian, aku tidak bisa memutuskannya. Hari ini kami akan kembali ke ibukota. Aku akan menyerahkan semua ini pada Kaisar dan menunggu keputusannya."
"Terima kasih atas kemurahan Yang Mulia. Kalau begitu karena semua hadiah sudah diterima, kami semua akan undur diri." Para utusan segera memberi hormat dan meninggalkan Wei Qian Nian di kamp militer bersama Pei Zhang Xi yang akan kembali ke ibukota.
__ADS_1
"Kakak, Qian Nian akan menjadi adik yang baik untuk kakak. Di masa depan adik akan membantu kakak untuk melayani Yang Mulia dengan baik." Wei Qian Nian memandang Lu Jing Yu dengan mata berairnya yang sulit untuk ditolak. Lalu melirik Pei Zhang Xi dengan dengan pipi merahnya sebelum menundukkan wajahnya dengan malu.
"Yang Mulia, urus barang-barangmu sendiri. Aku akan naik ke kereta dulu." Lu Jing Yu memberi hormat sambil menghentakkan kakinya saat ia memalingkan wajah dan naik ke kereta dengan mengepalkan tangannya.
Pei Zhang Xi ingin menahannya dan menjelaskan banyak hal. Tapi setelah melihat gadis yang berdiri dengan malu-malu di depannya, ia hanya bisa menghembuskan napas tak berdaya.
"Semuanya cepat bersiap. Kita akan kembali ke ibu kota sekarang." Pei Zhang Xi memandang semua orang dan memberi perintah sebelum ia naik ke kereta dimana Lu Jing Yu sudah naik. Ingin berbicara secara pribadi dengannya.
"Lu Jing Yu, masalah ini..."
"Yang Mulia tidak perlu menjelaskannya. Kita semua tahu bahwa selain ikatan pernikahan ini tidak ada apapun di antara kita. Setelah kita sampai di ibukota, aku akan mencari cara untuk melepaskan Yang Mulia dari ikatan ini. Untuk putri Wei Qian Nian, aku juga tidak memiliki pendapat."
"Lu Jing Yu, aku..."
"Tidak..."
"Ya..."
Tidak dari Pei Zhang Xi dan Ya dari Lu Jing Yu. Kedua orang itu saling memandang sebelum Lu Jing Yu berbicara untuk memutuskan. "Tidak apa-apa. Kereta ini juga masih cukup ruang. Mari masuk."
"Kakak memang baik. Ke depannya aku akan mengingat hal ini. Kakak dapat yakin bahwa aku tidak akan merebut kasih sayang Yang Mulia dari kakak." Ucap Wei Qian Nian tersenyum bahagia.
"Tidak. Kamu tidak bisa masuk." Kaki Wei Qian Nian yang sudah berada di udara mendarat dengan canggung di atas tanah. Wajah tersenyumnya dalam sekejap menjadi suram. Namun itu hanya sekilas sebelum senyum kembali muncul dan memandang kedua orang di dalam kereta dengan mata berairnya.
"Kenapa tidak boleh? Bukankah masih ada cukup ruang di sini?" Lu Jing Yu memandang Pei Zhang Xi tidak percaya.
__ADS_1
"Aku masih sakit dan butuh ruang lebih untuk beristirahat dengan baik. Jika lukaku terkena benturan saat berdempetan di dalam kereta aku takut luka ini akan kembali terbuka. Aku yakin tuan putri Wei Qian Nian akan mengerti." Setelah mengatakan itu Pei Zhang Xi merebahkan dirinya dengan melintang di dalam kereta dan menjadikan paha Lu Jing Yu sebagai bantal.
"Lihat. Sudah tidak ada cukup ruang sekarang." Entah kenapa saat melihat Pei Zhang Xi bersikap seperti anak kecil yang merajuk seperti ini, Lu Jing Yu merasa sedikit terhibur dan niatnya untuk memberi tempat untuk putri Wei Qian Nian juga lenyap dan akhirnya dia diam saat Wei Qian Nian melarikan untuk meminta bantuan.
"Kalau begitu, aku akan naik ke keretakan sendiri. Aku tidak akan mengganggu kakak dan Yang Mulia."Puteri Wei Qian Nian mencoba mempertahankan senyumnya saat ia memberi hormat dan pergi bersama pelayannya untuk naik ke dalam keretanya sendiri di belakang.
"Apakah sudah cukup? Yang Mulia bisa mengangkat kepalanya sekarang." Ucap Lu Jing Yu saat kereta mulai berjalan.
"Tidak. Apa kamu pikir aku bersandiwara tentang lukaku? Ini masih sakit saat ada goncangan yang keras. Jadi tolong izinkan lengan yang telah melindungimu ini mendapatkan tempat yang nyaman." Pei Zhang Xi sengaja mengangkat lengannya yang diperban untuk mengingatkan Lu Jing Yu bahwa ia terluka karenanya dan membuatnya tidak akan menolak permintaannya.
Mulut Lu Jing Yu yang akan menolak tidak lagi berkata-kata saat melihat luka di lengan Pei Zhang Xi. Sebagai gantinya ia memalingkan wajahnya ke arah jendela dan membiarkan Pei Zhang Xi berbaring di pahanya. Melihat Lu Jing Yu yang tidak menolaknya membuat Pei Zhang Xi tersenyum penuh arti.
"Aku telah menandaimu menjadi milikku. Dan kamu juga telah menandaiku. Mana mungkin akudh membuatkan orang lain ada di antara kita dan membuat tanda lain? Jangan harap aku akan membiarkanmu pergi. Aku tidak akan melepaskanmu sampai kapanpun."
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_46♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .
__ADS_1