
Acara perjamuan penobatan Putra Mahkota segera dimulai tepat setelah Kaisar dan yang lainnya datang ke aula utama. Kali ini ada sedikit perubahan formasi tempat duduk di platform tertinggi namun terlihat mencolok. Itu karena di sebelah kanan Ratu Zhu, selir Su duduk dengan anggun. Sebagai ibu kandung Putra Mahkota, secara otomatis status selirnya hanya satu tingkat di bawah ratu karena sebelumnya ia juga telah memiliki gelar sebagai selir Kehormatan. Itulah sebabnya para selir Kaisar yang lain menjadi sangat iri dan berusaha mencari masalah dengan Selir Su agar merusak reputasinya sehingga kaisar akan berpikir jika Selir Su tidak pantas duduk di tempat yang terhormat itu.
Lu Jing Yu dan Pei Zhang Xi duduk di sisi kiri Kaisar Pei An Long. Mereka tidak datang dengan membawa Pei Zhi Hui karena bayi itu telah kelelahan setelah acara sepanjang pagi hingga siang hari dan saat ini waktunya untuk istirahat. Sehingga keduanya memutuskan untuk membiarkannya istirahat di istana mereka dengan penjagaan yang sangat ketat.
Para pemain musik memainkan alat musik mereka dengan sangat merdu. Beberapa penari meliukan tubuh mereka dengan indah. Aroma makanan dan anggur yang harum segera menyebar di seluruh aula. Senyum semua orang terlihat di semua wajah tamu undangan. Namun nyatanya, di dalam hati semua orang menyimpan begitu banyak hal.
Mereka tentu saja menyadari ketidak hadiran Pei Liu Wen dan An Jia Yun yang seharusnya hadir dalam acara penting seperti pemberian nama Putra Pei Zhang Xi. Apalagi alasan yang diberikan atas ketidakhadiran nya sangat aneh.
Memang benar jika sampai dikatakan jika bahkan dinding istana memiliki telinga dan mulut. Semua orang yang memiliki status tinggi di istana selalu memiliki mata-mata mereka yang menyusup ke dalam istana sebagai pelayan ataupun penjaga. Dengan adanya mereka, berita seperti penangkapan Pei Liu Wen dan An Jia Yun akan segera mereka dapatkan. Itulah mengapa semua orang yang tinggal di dalam istana haruslah sangat berhati-hati dalam berbicara dan berperilaku. Atau mereka tidak akan pernah tahu bagaimana nyawa mereka akhirnya akan melayang.
__ADS_1
Namun meskipun mereka semua mengetahui mengenai penangkapan Pei Liu Wen, tidak ada yang berani mengangkat topik untuk masalah ini pada acara penting seperti perjamuan penobatan Putra Mahkota bahkan keluarga An yang merupakan rumah asal An Jia Yun pun hanya bisa diam atau mereka akan mendapatkan masalah jika mereka mengacaukan acara meskipun kedudukan mereka di istana tidak dapat diremehkan.
"Yang Mulia. Ayah saya mengirim ucapan selamat pada anda atas pengangkatan Yang Mulia Raja Rui sebagai Putra Mahkota Kekaisaran Shao. Putra Mahkota memiliki kemampuan dan bakat seperti Putra Mahkota Shao. Saya memawakili Kekaisaran Shixian mengucapkan Terima kasih banyak karena telah mengundang kekaisaran kami menghadiri acara yang begitu meriah ini." Pertama, Xian Zi Xuan mengangkat mangkuk araknya pada Kaisar Pei An Long, lalu beralih pada Pei Zhang Xi. Membuat kedua orang di depan juga mengangkat mangkuk arak mereka. Setelah itu ketiganya segera meminum habis arak di dalam mangkuk mereka dengan senyum basa basi yang tidak terlihat.
"Putra Mahkota Shixian terlalu sungkan. Dengan seorang Putra Mahkota yang datang menjadi utu gwusan merupakan suatu kebanggaan bagi Kekaisaran Shao. Kekaisaran Shixian juga beruntung memiliki Anda sebagai Putra Mahkota mereka melihat betapa cakap dan berbakatnya anda. Selain itu putra Mahkota Shixian juga sangat baik dalam penampilan. Putra Mahkota Shixian masih lajang dan belum memiliki satu selir pun di halaman belakangnya. Kebetulan sekali Kekaisaran Shao memiliki beberapa putri yang cantik dan juga berbudi luhur. Jika Putra Mahkota Shixian memiliki minat pada salah satu dari mereka, putra Mahkota ." Kaisar Pei An Long mengucapkan basa basi mereka dengan sangat alami karena ia telah berpengalaman selama puluhan tahun dengan itu.
Kaisar Pei An Long tersenyum saat mengatakannya. Sebenarnya ia mengangkat topik ini bukannya tanpa alasan. Sejak awal acara dimulai, ia telah memperhatikan Xian Zi Xuan yang terus-menerus memandang Pei Shi Liang. Lalu saat ia melihat ke arah putrinya, ia sedikit terkejut saat melihat Pei Shi Liang sepertinya mengetahui jika perhatian Xian Zi Xuan tertuju padanya dengan ekspresi wajahnya yang kesal. Bibirnya mengerucut dengan wajah jelek terdistorsi seperti orang sembelit. Ia yakin antara putrinya dengan Putra Mahkota Shixian ini pasti ada sesuatu yang tidak ia ketahui.
Sebagai seorang Kaisar, mengutamakan kepentingan Kekaisaran yang dipimpinnya adalah hal yang paling utama dibandingkan segalanya. Tetapi jika ia dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak nya, ia akan melakukannya dengan senang hati. Jadi dia datang dengan ide itu.
__ADS_1
Segera, setelah mendengar ucapan Kaisar Pei An Long, tiga orang putri yang duduk satu tempat dengan Pei Shi Liang menjadi sangat bersemangat. Xian Zi Xuan adalah seorang pria yang tampan selain dia memiliki status yang mulia. Tentu saja mereka ingin menikah dengannya. Jika mereka memiliki kesempatan ditambah dengan keberanian, mereka mungkin akan melompat dan melemparkan dirinya ke dalam pelukannya tanpa diminta. Namun mereka adalah putri sebuah kerajaan yang tidak akan pantas bagi mereka untuk terlihat begitu agresif. Untuk menyembunyikan hasrat mereka, mereka menundukkan kepala mereka dan menyembunyikan wajah kemerahan menahan malu.
Namun Pei Shi Liang memiliki ekspresi nya sendiri. Ia memelotot kan matanya karena terkejut. Ia dengan cepat melihat ke arah ayahnya dan mendapati jika ayahnya tersenyum dengan menjengkelkan ke arahnya. Ayahnya bukan orang yang akan bertindak tanpa ada alasan. Sejak saat itu ia menyadari jika ayahnya pasti memperhatikan mereka sejak awal....
*
*
~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_182🍀~
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir 😘
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟