
Semua yang terjadi di istana belakangan ini membuat keadaan di istana menjadi kacau. Satu demi satu kejadian berlangsung dan menyita perhatian. Namun semua hal buruk dan baik semuanya tidak dapat disembunyikan dari ibu Suri sementara waktu hingga keadaan wanita yang pernah menjadi wanita nomor satu di kekaisaran Shao itu membaik dan siap menerima kabar yang mengejutkan.
Tabib kekaisaran menyatakan bahwa ibu Suri tidak mampu menerima kabar yang mengejutkan apapun itu. Apalagi keadaan ibu suri yang baru saja membaik setelah tabib kekaisaran memikirkan perkataan Lu Jing Yu hari itu dan akhirnya mengurangi resep obat sesuai yang dikatakan Lu Jing Yu. Setiap hari Kaisar Pei An Long datang untuk melihat kondisi ibunya sangat senang dengan perkembangan ini. Meskipun suasana hatinya memburuk setelah kejadian berkali-kali yang menimpanya, kabar membaiknya keadaan ibu Suri sedikit mengurangi beban pikiran nya.
**
Zhu Yao Yan segera mendongak saat mendengar derap langkah yang memasuki ruangan tempatnya berada. Pei Zhang Xi berjalan dengan pasti ke arahnya dengan Mo Han di belakangnya. Sedangkan pelayan yang mengantarnya telah kembali bekerja setelah menunjukkan kamar padanya.
"Zhu Yao Yan memberi hormat kepada Yang Mulia Putra Mahkota." Zhu Yao Yan berdiri dan memberi hormat.
"Tuan Tua Zhu, mohon jangan membuatku malu. Junior sepertiku tidak pantas mendapatkan hormat darimu."
"Meskipun usia hamba lebih tua, namun status Yang Mulia lebih tinggi. Jadi memang pantas hamba yang memberi hormat. Jika tidak, hamba tidak akan dapat menanggung dosa jika tidak menghormati anda."
"Aku memang selalu kalah dari anda, Tuan Tua Zhu. Silahkan duduk." Pei Zhang Xi tahu jika pria itu tidak akan duduk sebelum dia duduk. Jadi dia segera duduk dan mempersilahkan yang lainnya untuk duduk juga.
"Tuan Tua Zhu pasti ingin bertemu denganku karena masalah kematian nona Zhu. Aku yakin tuan tua Zhu pasti sudah memiliki pendapat mengenai masalah ini." Pei Zhang Xi berkata tanpa basa basi.
"Aku tahu cucuku itu memang sangat keterlaluan kali ini, tetapi dia masih seorang manusia yang berhak mendapatkan keadilan untuk diungkapkan siapa pelaku yang membunuhnya."
"Tuan tenang saja. Masalah ini juga menyangkut nama baik Kekaisaran. Lagipula nona Zhu masih anggota keluarga kerajaan. Membunuh anggota kerajaan adalah kejahatan besar."
__ADS_1
"Kalau begitu hamba dapat tenang. Meskipun hamba juga sangat kecewa terhadap perilakunya yang buruk, Xie'er masihlah cucu yang lahir dari darah dagingku."
"Sebenarnya aku memiliki ide untuk mengungkap pelakunya. Tapi aku memerlukan bantuan anda."
"Jika hamba mampu, hamba akan melakukan apapun untuk membantu."
**
Mayat Zhu Man Xie yang sudah tidak bernyawa sudah dimasukkan ke dalam peti mati. Wajahnya sudah dirias dengan cantik Dengan bibir merah cinabar namun tampak begitu dingin. Matanya yang awaknya melotot sudah ditutup dan dirias dengan indah. Pipi yang putih pucat bersemu merah. Sebuah pola indah digambar di keningnya di antara dia alis melengkung yang digambar dengan cantik.
Gaun merah pengantin membungkus tubuhnya yang ramping. Tiga buah lubang yang sangat kecil tampak mencolok dibandingkan dengan kulit putih pucat dan gaun merah yang dikenakan. Akan sangat mudah dilihat dan dikenali bahwa lubang itu adalah lubang yang dibuat oelh sebuah jarum yang akan langsung menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab adanya bekas tusukan jarum pada tubuh Zhu Man Xie saat ada orang yang melihatnya saat memberi penghormatan terakhir padanya.
Meskipun Zhu Man Xie tidak mati sebagai seorang permaisuri setelah gelar Pei Qin Yang dilepas, masih banyak orang yang datang memberi penghormatan terakhir yang berasal dari berbagai golongan. Bagaimanapun meskipun tanpa status Raja, Pei Qin Yang masihlah seorang pangeran dari kekaisaran Shao. Sedangkan Zhu Man Xie juga berasal dari keluarga Zhu yang tersohor.
Semakin banyak orang yang melihat bekas tusukan jarum di leher Zhu Man Xie, semakin banyak orang-orang yang mulai berbisik membicarakan kejanggalan itu. Mereka mulai mempertanyakan penyebab kematian Zhu Man Xie. Mereka pun menyadari bahwa kematian Zhu Man Xie tidak mungkin hanya karena menerima huiman dua puluh cambukan yang terbilang hukuman yang paling ringan.
"Apa kamu melihat tiga titik di leher nona Zhu? Aku merasa itu adalah bekas tusukan jarum. Apa benar begitu?"
"Ya. Tapi kenapa ada luka tusukan di leher nona Zhu?"
"Apa kamu tidak mengingat kejadian di istana saat permaisuri Rui berhasil lolos dari bahaya dengan cara menusuk kan jarum?"
__ADS_1
"Apa mungkin permaisuri Rui yang melakukannya?"
"Apa kamu bercanda? Permaisuri Rui baru sadar saat ini. Untuk berjalan saja harus dengan dibantu. Mana bisa dia datang tanpa diketahui dan membunuh orang?"
"Lalu siapa lagi di kekaisaran ini yang bisa melakukan hal seperti ini? Kemampuan ini bukan hanya hebat. Tapi juga pasti sulit untuk mempelajarinya. Tidak semua orang dapat melakukannya."
Satu persatu orang mulai mengeluarkan pendapat mereka mengenai siapa sebenarnya pembunuh itu. Selir Su yang datang mendengar pembicaraan orang-orang dan mengkhawatirkan keadaan Lu Jing Yu. Bagaimana jika menantunya ini mendengarnya?
Namun nyatanya, kekhawatiran selir Su tidak ada gunanya. Semua berjalan memang sesuai rencana yang dibuat sendiri oleh Lu Jing Yu.
"Yang Mulia Putri Mahkota, hamba sudah melakukan sesuatu yang anda perintahkan." Quan Yuan datang melapor.
"Kerja bagus. Sekarang beritahu Yang Mulia jika semua persiapan telah selesai."
"Baik Yang Mulia." Quan Yuan mengakui perintah. Membungkuk dan kembali keluar dari ruangan untuk pergi ke kedimaan Pei Qin Yang untuk menyampaikan pesan pada Pei Zhang Xi.
"Xiao Bei, panggil tabib Xue datang untuk mengganti perbanku. Saatnya Aku pergi untuk menyempurnakan rencana."
*
*
__ADS_1
~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_143#~
Please like, share, vote and comment 😊