
Setelah hukuman bagi Zhu Man Xie dan seluruh orang di kediaman Yuan diputuskan, semua orang segera dibawa pergi untuk menerima hukuman dengan ditonton oleh semua orang. Dalam sekejap keputusan itu juga menyebar di seluruh kekaisaran Shao. Masayarakat di ibukota sudah mendengar kabar tentang pencopotan gelar bagi Pei Qin Yang yang diturunkan menjadi rakyat biasa.
Namun setelah semua orang menerima hukuman dan kembali dibawa ke kediaman Raja Yuan, Kaisar memerintahkan semua orang untuk kembali berkumpul di aula pengadilan. Termasuk Pei Zhang Xi dan Lu Jing Yu.
Suasana aula pengadilan sangat suram ketika mereka mengingat bagaimana hukuman dilakukan. Teriakan para pelayan yang mengiris hati, jangankan pelayan, para penjaga yang menerima hukuman juga berteriak kesakitan saat cambuk dengan kejam menyayat kulit punggung mereka.
Namun yang paling membuat para menteri merasa sangat berat di hati mereka adalah saat mereka harus menyaksikan Pei Qin Yang, seorang pangeran yang mereka cintai harus menerima hukuman yang bukan merupakan kesalahannya. Apalagi Pei Qin Yang yang terus menggertak giginya sehingga tidak satu pun teriakan terdengar dari mulutnya yang tertutup rapat meskipun wajahnya tidak dapat menyembunyikan rasa sakit yang harus dirasakannya.
Bayi Lu Jing Yu sepertinya merasakan aura yang tidak nyaman dan dia terus menangis sehingga membuat Lu Jing Yu meminta bibi pengasuh dan Xiao Bei untuk membawanya keluar untuk berjalan-jalan. Mo Han mengikuti untuk memberikan keamanan bagi mereka. Setelah bayi Lu Jing Yu dibawa keluar, satu-satunya suara di aula pengadilan yang luas langsung hening. Bahkan jika ada sebuah jarum yang jatuh, suaranya akan tetap terdengar.
"Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Ratu dan para selir Kaisar memasuki aula." Suara Kasim yang nyaring segera menyasarkan semua orang. Merekareka segera berdiri dan untuk memberi hormat. Kepala mereka ditundukkan saat Kaisar Pei An Long dengan jubah emas kebesarannya berjalan dengan gagah menuju kursi tahta yang berada di bagian paling depan dengan tempat yang paling tinggi.
Di belakangnya para wanita Kaisar berjalan dengan anggunnya yang semuanya terlihat cantik. Bahkan ratu Zhu yang meskipun wajahnya tampak pucat dan kedua matanya, wanita nomor satu di kekaisaran Shao itu masih tidak melupakan reputasinya dan berdandan dengan cantik. Memastikan bahwa ia tidak akan kalah dengan para selir yang selalu mengincar posisinya
__ADS_1
"Kami memberi hormat kepada Yang mulia Kaisar, Yang Mulia Ratu serta para selir kekaisaran. Semoga yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia ratu panjang umur hingga seribu tahun lagi. Semoga keberkahan selalu menaungi kekaisaran Shao." Seluruh orang di aula pengadilan membungkuk memberi hormat kecuali Lu Jing Yu.
"Duduklah." Kaisar melambaikan tangannya sebelum memegang pegangan kursinya dengan erat.
"Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia."
Semua orang kembali diam setelah mereka kembali ke tempat mereka. Kaisar Pei An Long menyapu kan pandangannya ke seluruh ruangan aula. Matanya akhirnya menemukan Lu Jing Yu yang duduk di samping Pei Zhang Xi tanpa anaknya. Melihat itu sinar ketidak puasan terlihat di matanya yang tajam. Ini adalah kali pertama Lu Jing Yu dan bayinya datang ke istana setelah dibawa pulang setelah melahirkan saat itu. Kaisar Pei An Long memang sudah melihat bayi itu saat ia dilahirkan. Namun pada saat itu, bayi itu masih sangat kecil dan sepertinya bayi itu sudah bertambah besar setelah beberapa Minggu saja.
"Dimana cucu kekaisaran ku?" Kaisar Pei An Long menatap tajam Pei Zhang Xi.
"Seorang Bayi tidak akan rewel sepanjang waktu. Sekarang panggil dia kemari dan biarkan kakeknya melihatnya." Ucap Kaisar Pei An Long tanpa ingin dibantah.
"Sesuai dengan perintah ayah Kaisar." Pei Zhang Xi mengangguk sebelum memberi isyarat pada Quan Yuan untuk memanggil bibi pengasuh untuk membawa bayi Lu Jing Yu kembali ke dalam aula.
__ADS_1
Tidak berapa lama bibi pengasuh membawa bayi Lu Jing Yu masuk lalu memberikan bayi itunpasa Pei Zhang Xi agar ayahnya bisa membawa bayi itu untuk dilihat Kaisar. Pelayan seperti bibi pengasuh tidak memiliki kualifikasi untuk mendekati kaisar.
Pei Zhang Xi sudah sedikit terbiasa menggendong bayi karena selama ini Pei Zhang Xi yang sering menggendongnya saat ia sedang berada di kediaman. Sedangkan Lu Jing Yu masih belum bisa menggendongnya karena luka di perutnya.
Pandangan mata Kaisar mengikuti gerakan Pei Zhang Xi yang berjalan mendekat ke arahnya. Semakin dekat pandangannya semakin lekat memperhatikan bayi yang sudah terlihat lebih besar meski masih belum genap berusia satu bulan. Pipinya yang putih sudah terlihat berisi. Hidungnya yang kecil terlihat mancung mirip seperti milik Pei Zhang Xi. Alis matanya meskipun masih tipis tetapi sudah terlihat jika alis itu akan berbentuk tajam seperti alis Pei Zhang Xi. Sekali dilihat saja sudah dapat dilihat bahwa bayi itu hampir sembilan puluh persen mewarisi wajah Pei Zhang Xi. Lu Jing Yu yang juga menyadari hal ini sejak pertama kali ia melihat putranya juga merasa bahwa itu tidak adil. Dia yang bersusah payah saat mengandung dan bahkan harus bertaruh nyawa saat melahirkan, tetapi hampir tidak ada yang diwarisi darinya oleh putranya kecuali bibir tipisnya.
"Bawa kemari. Aku akan memangkunya." Perintah kaisar Pei An Long lagi setelah Pei Zhang Xi sampai di depan singgahsana.
Semua orang terkejut. Tidak sembarang orang yang bisa naik ke atas panggung tempat singgahsana kaisar berada. Bahkan Kasim yang mengikuti kaisar masih hatusenyisakan satu tangga untuk menerima dan memberikan sesuatu pada Kaisar. Tetapi jika Pei Zhang Xi harus membawa bayinya untuk memberikan bayi itu pada Kaisar Pei An Long untuk digendong, ia harus naik ke tangga yang paling atas untuk memastikan keamanannya.
*
*
__ADS_1
~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_139#~
Please like, share, vote and comment 😊