
Seperti yang diprediksi oleh tabib, Pei Zhang Xi mengalami demam hampir semalaman yang membuat semua orang panik. Lu Jing Yu juga mengkhawatirkan kondisi Pei Zhang Xi, dia beberapa kali menyuruh Xiao Bei Untuk menanyakan kondisi Pei Zhang Xi pada tabib. Lu Jing Yu sebenarnya ingin menemui Pei Zhang Xi, tetapi saat malam mulai larut dan Pei Zhang Xi mulai demam, dia sendiri juga merasa tidak enak badan. Setelah meninggalkan kamar siang tadi, Lu Jing Yu pergi ke ruang kerja Pei Zhang Xi.
Pei Zhang Xi juga sudah berusaha untuk memanggil Lu Jing Yu untuk merawatnya, tetapi Lu Jing Yu yang sakit tidak bisa datang. Pei Zhang Xi mengira Lu Jing Yu tidak datang karena marah padanya setelah iaiaengatakan hal buruk di masa lalu. Saat dia berkata dulu, Pei Zhang Xi tidak menyangka akan ada hari dimana dia menginginkan Lu Jing Yu di dekatnya. Saat ini yang dia rasakan adalah menyesal. Seharusnya dia tidak pernah mengatakan hal itu.
Xiao Bei menyarankan untuk memanggil tabib untuk memeriksa. Tetapi Lu Jing Yu menolak karena hanya ada empat tabib utama di kamp militer dan saat ini ada banyak prajurit yang terluka yang masih membutuhkan mereka. Apalagi Pei Zhang Xi juga dalam kondisi yang masih membutuhkan pengawasan tabib, jadi Lu Jing Yu tidak ingin merepotkan orang lain. Selain Xiao Bei, tidak ada yang tahu bahwa Lu Jing Yu juga sakit.
"Bagaimana keadaan Yang Mulia saat ini?" Lu Jing Yu segera bertanya saat Xiao Bei masuk ke dalam ruangan.
"Demam Yang Mulia sudah berhasil diturunkan Permaisuri. Tabib juga berkata bahwa kondisi Yang mulia sudah stabil."
"Itu bagus. Pergilah istirahat sekarang. Sudah hampir pagi."
"Apakah hamba bisa memanggil tabib sekarang?"
"Tidak perlu. Aku sudah merasa lebih baik sekarang."
"Baiklah Permaisuri, hamba akan keluar. Permaisuri juga harus pergi istirahat."
"Hem."
Keesokan harinya, Di dalam kamp masih belum stabil karena Pei Zhang Xi yang terluka. Tetapi berita kemenangan mereka sudah sampai di telinga Kaisar. Selain mengirim pesan ke kerajaan Chu Timur. Mo Han juga mengirim pesan kepada Kaisar.
Semua orang di kekaisaran Shao bersuka cita atas kemenangan ini. Perang di perbatasan sudah banyak memakan korban. Banyak desa di sekitar juga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Begitu pun dengan Kaisar Chu Timur juga menerima berita kekalahan pasukan Jenderal Mu dengan kaget. Selama ini pasukan yang dipimpin Jenderal Mu tidak pernah kalah sekalipun. Tetapi setelah melihat bukti-bukti rencana pemberontakan yang dilakukan Jenderal Mu Ru Ge, Kaisar Chu Timur tidak terlihat terkejut. Kaisar hanya menggelengkan kepalanya. Keesokan harinya, Kaisar Chu Timur menggunakan sidang pagi untuk membahas masalah ini.
__ADS_1
"Zhen akan mengusut tuntas masalah ini. Siapa saja yang bersekongkol dengan Jenderal Mu akan diberi hukuman menurut aturan kerajaan." Kaisar Chu Timur menatap semua menteri di depannya dengan emosi. Beberapa orang diantara menterinya ini bersekongkol untuk melawannya.
"Yang Mulia, sepertinya Yang Mulia terlalu cepat mengambil keputusan. Bisa saja berita ini digunakan oleh lawan untuk membebaskan mereka dari kesalahan membunuh Jenderal Mu. Juga memecahkan belah kekuatan kita. Hamba memberi saran agar tidak menerima berita ini begitu saja tanpa menyelidikinya terlebih dahulu."
"Semua orang di sini pasti tahu apa yang terjadi belakangan ini. Serangan demi serangan diluncurkan pada kerajaan sekitar untuk memperluas wilayah. Padahal selama ini kita selalu menjaga profil kita yang mencintai kedamaian. Dan serangkaian penyerangan ini tidak ubahnya hanya untuk membuat citra buruk kekaisaran ini." Tatapan mata Kaisar Chu Timur memindai seluruh aula dengan tajam. Semua menteri yang adalah sekutu jenderal Mu mengepalkan tangan mereka untuk menjaga ketenangan. Punggung mereka basah oleh keringat dingin.
Selama Kaisar saat ini menjabat hingga sekarang, kerajaan Chu Timur tidak pernah memulai pernah dengan manapun. Ketenangan ini membuat kerajaan-kerajaan di sekitarnya menganggap mereka bukan ancaman dan beberapa lainnya menganggapnya sebagai kerajaan yang mudah ditindas. Tetapi setiap kali mereka mendapatkan tantangan perang, Chu Timur lah yang akan menang.
Saat itulah beberapa menteri mulai menganggap Kaisar mereka tidak kompeten. Karena dengan kekuatan militer yang tak terkalahkan, mereka bisa saja menyerang dan merebut wilayah kekaisaran lainnya.
Di saat itulah muncul Jenderal Mu yang memiliki latar belakang biasa namun memiliki kemampuan yang luar biasa. Memulai dengan menjadi prajurit biasa, Mu Ru Ge berhasil menjadi jenderal yang memiliki ratusan ribu pasukan di genggaman tangannya. Jenderal Mu melihat kesempatan yang diberikan para menteri bodoh itu. Dengan koneksinya, ia menemukan para menteri yang bisa ia gunakan sebagai batu loncatan untuknya sampai di tahta tertinggi. Seorang Kaisar.
"Bukankah aku sudah memperingatkan kalian sebelumnya? Tapi apa yang kamu katakan saat ini? Paman tenang saja. Kali ini Pei Zhang Xi tidak akan selamat. Tapi apa? Bukannya dia tiada dia malah berhasil mengalahkan musuh dan mendapatkan hasil sitaan perang yang banyak. Yang Mulia bahkan memujinya sepanjang sidang pagi ini. Seharusnya semua ini kamu yang menerimanya jika saja kamu mau mendengarkan paman saat itu." Xing Lang menatap kedua orang di depannya dengan mengejek. Pei Zhong Min dan Xing Ruo tidak bisa mengatakan apa-apa untuk membela diri mereka.
"Sudahlah paman. Tidak ada gunanya lagi membahas masalah yang berlalu. Jika paman terus saja mengungkitnya, kepalaku lama-lama akan pecah." Pei Zhong Min sudah merasa kesal sejak kemarin. Saat ini lnanya juga terus mengalahkannya.
"Jika kamu masih bertindak lambat seperti ini, kepalamu itu juga lama-lama akan hilang kau tahu?"
"Kakak, tolong jangan katakan seperti itu aku akui kali ini Zhong Min memang salah karena terlalu menganggap remeh Pei Zhang Xi. Tetapi kakak bisa yakin Zhong Min ku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi." Xing Rong sangat menyayangi Pei Zhong Min. Jadi dia tidak tahan jika seseorang memarahi putranya. Meskipun itu adalah kakaknya sendiri.
"Itu juga karena salahku yang selalu memanjakannya hingga dia tidak bisa berpikir serius." Xing Rong memegang tangan Xing Lang.
"Memang ini semua salahmu. Keluarga kita sudah melakukan banyak hal untuk memasukkanmu ke dalam harem dan membuatmu naik menjadi selir kehormatan. Tapi apa yang kamu berikan pada keluarga kita? Putra manjamu ini tidak bisa diandalkan. Sigh! Keluarga Xing benar-benar rugi membesarkanmu selama ini."
"Cukup paman! Selain membesarkan ibuku, apa yang kalian lakukan untuknya sehingga kalian selalu memanfaatkan ibuku seperti ini!" Pei Zhong Min menggebrak meja. Membuat kedua tetua di sampingnya terkejut.
__ADS_1
"Zong Min, kamu tidak boleh berkata seperti itu kepada pemanmu. Ayo minta maaf segera." Xing Rong membujuk Pei Zhong Min. Xing Lang mendengus kesal. Meskipun status Pei Zona Min lebih tinggi darinya, dia masih keponakannya juga yang harus mematuhinya.
"Tidak bu. Keluarga Xing sudah meminta terlalu banyak. Apa mereka pikir merebut posisi putra mahkota sama mudahnya dengan menyuap beberapa orang untuk membuat ibu naik menjadi selir kehormatan? Jika mereka mampu, sekarang aku ingin tahta. Apa mereka sanggup? Jika tidak, tunggu dan lihatlah." Pei Zhong Min mengibaskan lengannya saat ia keluar dari kamar Xing Rong dengan marah.
"Kakak, aku harap kakak tidak mamasukkan ke dlaam hati apa yang diucapkan Zhong Min tadi. Dia masih muda dan emosinya sering tidak stabil."
"Memang aku yang salah. Untuk apa aku melakukan banyak hal? Bukankah dia bisa melakukannya sendiri? Sigh! Aku akan pulang. Tidak ada gunanya lagi aku di sini. Lebih baik membesarkan anak yang tahu berterima kasih. Sementara ini jangan menemuiku." Xing Lang juga marah. Dia juga meninggalkan kamar Xing Rong setelah mendengus kesal.
"Kakak berhati-hatilah saat pulang. Lalu aku akan meminta Zhong Min untuk datang meminta maaf pada Kakak nanti." Xing Rong tidak bisa melakukan apa-apa. Kedua pihak penting baginya.
Meskipun dia adalah selir kehormatan, dia tidak mendapatkan kasih standar Kaisar. Gelar yang dipertahankan sampai saat ini juga membutuhkan bantuan dari keluarga Xing dengan menghabiskan banyak uang. Jika keluarga Xing nya tidak may membantunya, tidak tahu sampai kapan gelar ini dapat dipertahankan.
Di sisi lainnya adalah putra yang dia andalkan. Jika putranya berhasil menjadi Putra Mahkota dan menjadi Kaisar masa depan, dialah yang akan menjadi ibu suri. Kelak masa tuanya tidak perlu memikirkan persaingan ketat di harem lagi.
~○○○~
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_45♡
*
*
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. .
__ADS_1