
Kabar jika Lu Jing Yu sudah sadar dari komanya dengan cepat tersebar di seluruh ibukota. Banyak orang yang datang untuk melihat Lu Jing Yu untuk memberikan selamat atas kembalinya Lu Jing Yu dan juga memberikan selamat atas kelahiran bayi Pei Zhang Xi. Tapi kebanyakan dari mereka datang karena penasaran dengan kondisi Lu Jing Yu yang baru saja dibelakang perutnya. Mereka yang awalnya menebak jika Lu Jing Yu tidak akan selamat setelah mengalami hal menakutkan itu begitu penasaran. Jadi daripada mereka ingin datang untuk memberi selamat atas kelahiran seorang bayi, mereka justru penasaran bagaimana keadaan ibunya.
Tetapi meskipun banyak orang yang datang ke kediaman Raja Rui, tidak semuanya diizinkan masuk. Pei Zhang Xi memberikan pengaturan yang ketat untuk masuk ke kediaman Raja Rui. Lebih banyak yang ditolak masuk daripada yang berhasil masuk. Tetapi karena semua orang yang datang bukanlah orang sembarangan, Pei Zhang Xi berjanji akan mengundang mereka semua secara formal dalam acara satu bulanan bayinya dengan alasan kondisi kesehatan Lu Jing Yu yang belum memungkinkan bertemu dengan banyak tamu dan membutuhkan istirahat yang cukup.
Lu Qin Hao datang bersama Dengan Du Mei dan Lu Jing Yi. Namun karena banyak orang yang datang ke kediaman itu, jika Pei Zhang Xi hanya mengizinkan Lu Qin Hao yang masuk, akan ada banyak rumor yang tersebar di ibukota keesokan harinya mengenai ketidakharmonisan Lu Jing Yu dengan ibu dan saudari tirinya dan semuanya hanya akan berdampak buruk untuk Lu Jing Yu.
"Yu'er kamu sangat beruntung dapat melahirkan cucu laki-laki pertama bagi kekaisaran ini." Du Mei berkata dengan semangat. Bagaimanapun ia juga merupakan anggota keluarga Lu, jadi kebaikan yang didapat keluarga Lu, dia juga akan mendapatkannya. Apalagi Lu Jing Yi belum menemukan pria yang sesuai. Dengan meningkatnya status Lu Jing Yu, dapat dipastikan pria yang mengajukan lamaran untuk putrinya juga dari keluarga yang baik dan status yang tinggi.
Meskipun pada saat ini banyak rumor buruk yang tersebar mengenai Lu Jing Yu, dia masih menjadi Permaisuri Rui yang masih harus dihormati.
"Kamu sudah mendapatkan kasih sayang dari Yang Mulia Raja Rui, ibu minta padamu untuk meminta tolong pada Yang Mulia Raja Rui untuk mencarikan pria yang baik untuk adikmu Yi'er. Bukankah..."
"Apa yang kamu katakan? Yu'er baru saja sadar dan kamu sudah memberinya tekanan seperti itu." Lu Qin Hao segera menyela. Wajah Du Mei yang bersemangat dengan cepat berubah. Suaminya ini selalu memikirkan Lu Jing Yu dan mengabaikan putrinya.
__ADS_1
"Suamiku, apa kamu tidak melihat jika Yi'er sudah waktunya menikah? Di kekaisaran ini tidak ada pangeran yang belum menikah yang pantas menikah dengan Yi'er. Jika Yi'er menikah dengan pangeran hanya bisa menjadi selir. Jadi daripada menjadi selir lebih baik menikah dengan tuan muda dari para pejabat atau bangsawan akan lebih baik. Yang Mulia Raja Rui pasti memiliki kenalan yang sesuai dengan Yi'er. Bagaimanapun kita sudah menjadi saudara, jadi tidak akan masalah jika kita saling membantu kan?"
"Jika kamu begitu ingin menikahinya Yi'er, tidak perlu bantuan dari Yang Mulia Raja Rui. Aku akan menemukan suami yang baik untuknya saat kita pulang nanti."
"Tapi...."
"Jika kamu masih ingin tinggal di sini, diamlah." Ultimatum Lu Qin Hao membuat Du Mei yang masih ingin berbicara segera diam. Jika dia keluar dari kamar Lu Jing Yu saat ini, ia akan sangat malu. Di luar sana pasti ada banyak orang.
"Yu'er bagaimana keadaanmu saat ini? Apa lukamu sudah baikan?" Lu Qin Hao menghampiri Lu Jing Yu tetapi tidak berani menyentuh putrinya. Ia khawatir dengan sentuhan ringan sedikit saja putrinya masih bisa merasa sakit.
"Bukankah itu karmamu sendiri? Kamu yang mendorong Permaisuri Yuan hingga menyebabkannya kehilangan bayinya. Tidak ikut kehilangan bayi juga masih hal yang baik." Du Mei yang masih emosi setelah mendapatkan peringatan dari Lu Qin Hao berkata dengan sinis sambil melipat tangannya.
"Ibu benar. Apa dia tidak mendengar di luar sana namanya sudah sangat buruk. Masih saja bersikap seperti seorang yang tersakiti." Lu Jing Yi tidak menahan diri saat melihat ibunya bertindak.
__ADS_1
"Apa kalian berdua tidak bisa diam?" Lu Qin Hao melotot marah. Dua wanita yang tersisa di keluarganya akhir-akhir ini selalu membuatnya emosi.
"Kenapa? Yu'er seharusnya tahu semua ini agar dia tidak melambung dan tahu diri. Di mata semua orang saat ini dia adalah seorang penjahat meskipun dia masih dihormati karena dia masih seorang Permaisuri. Tapi jika keadaan ini dibiarkan begitu saja. Kita tidak tahu sampai kapan dia akan menjadi Permaisuri Rui. Dengan nama baiknya saat ini, bisa saja Kaisar akan menurunkan gelarnya dan memberikan gelarnya pada wanita lain." Du Mei berkata dengan emosi. Sebelum itu terjadi, ia sudah harus menemukan suami yang sesuai untuk Lu Jing Yi. Jika dia terlambat, jangankan suami dari kalangan yang baik, mendapatkan suami saja mungkin akan sulit dilakukan.
"Apa yang kamu semburkan? Jangan bicara omong kosong sembarangan."
"Aku tidak bicara sembarangan. Apa tuan tidak mendengar apa yang diartikan semua orang di luar? Mereka bahkan sudah memilih putri dari keluarga mereka dengan terang-terangan. Jika mereka semua mendesak Yang Mulia Kaisar untuk mencabut gelar Yu'er, apa yang akan terjadi selanjutnya?"
"Apa mereka tidak ada yang ingin mendengar apa yang aku katakan? Mau mengganti Permaisuri Rui dengan orang lain. Apa mereka pikir aku akan diam saja?" Semua orang di dalam ruangan menoleh dan melihat wajah Pei zhang Xi yang suram. Wajah pria itu gelap dengan awan hitam di atas kepalanya yang menakutkan.
♡Permaisuri Tidak Ingin Mati_133♡
*
__ADS_1
*
Jangan lupa like, komentar, Vote, favorit dan share ya reader. ..