
Meskipun Pei An Long menerima berita kematian Zhu Man Xie, dia tidak bisa datang bahkan untjk memberikan penghormatan terakhir nya. Meskipun Zhu Man Xie masih menjadi menantunya hingga kematiannya, status Zhu Man Xie adalah rakyat biasa saat ini. Jadi tidak layak jika Pei An Long datang. Bahkan Ratu Zhu yang meskipun sangat membenci keponakan sekaligus menantunya itu karena telah menarik putra kesayangannya hingga ke titik terendah hanya bisa menangis saat ia mengingat betapa ia menyayangi Zhu Man Xie di masa lalu. Meskipun dia ingin datang untuk melihat nya untuk terakhir kali, ia juga tidak dapat melakukannya dan hanya meminta bibi pelayannya untuk memberikan uang kepada rakyat untuk mendoakan jalan bagi Zhu Man Xie.
Sama dengan Pei An Long yang menerima kabar kematian Zhu Man Xie, seseorang juga datang untuk melaporkan hal ini pada Pei Zhang Xi. Tetapi laporan pada Pei Zhang Xi berasal dari biro Yunguang yang mendapatkan laporan dari Pei Qin Yang yang meminta biro Yunguang untuk memeriksa mayat Zhu Man Xie. Meskipun istrinya memang memiliki banyak luka cambuk di punggungnya, luka-luka itu tidak akan cukup membuatnya hingga kehilangan nyawanya. Apalagi yang digunakan untuk mengobati Zhu Man Xie adalah obat terbaik yang sangat efektif untuk menyembuhkan luka luar. Jadi karena itulah Pei Qin Yang mencurigai bahwa kemayian Zhu Man Xie bukanlah kematian yang alami melainkan disengaja dibunuh oleh seseorang dengan tujuan tertentu.
Setelah menerima laporan dari anak buahnya yang sudah datang terlebih dahulu ke kediaman Pei Qin Yang untuk melakukan penyelidikan, Pei Zhang Xi segera pergi ke kediaman saudara tirinya.
"Yang mulia berhati-hatilah. Saat ini bukan hanya aku dan putra kita yang menunggu Yang Mulia pulang dengan selamat, kekaisaran Shao juga tidak boleh kehilangan putra mahkotanya. Takutnya kematian Zhu Man Xie hanyalah menjadi umpan." Lu Jing Yu memakaikan jubah luar berwarna hitam dengan pola putih yang tegas yang merupakan seragam resmi biro Yunguang.
"Tenang saja. Aku akan kembali dengan segera tanpa terjadi apa-apa." Pei Zhang Xi berbicara sambil mengecup kening Lu Jing Yu dengan lembut.
"Hem." Lu Jing Yu mengangguk. Mengibaskan tangannya di bagian pundak Pei Zhang Xi untuk merapikan jubah luar suaminya itu. Setelah melihat penampilan Pei Zhang Xi yang sudah rapi, ia pun tersenyum bangga.
Pei Zhang Xi memegang pundak Lu Jing Yu sebelum ia berbalik dan keluar dari kamar tanpa menolehkan kepalanya kembali.
Sakali lagi berita menggemparkan kembali menyebar di ibukota. Kematian Zhu Man Xie seperti sebuah bom besar yang meledak dengan hebat. Menghancurkan berita pengangkatan Putra mahkota yang baru saja menjadi topik pembicaraan.
__ADS_1
"Meskipun nona Zhu memang sudah berbuat jahat, tetapi jika dia dicambuk dengan dua puluh kali cambukan tetapi mampu membuatnya kehilangan nyawa, aku tidak bisa membayangkan berapa banyak kekuatan seseorang untuk melakukannya. Terlebih lagi bagaimana rasanya cambukan yang mematikan itu. Pasti sangat sakit sekali kan?"
"Kamu benar sekali. Ku juga merasa hukuman ini agaknya sedikit keterlaluan."
"Keterlaluan apanya? Hukuman cambuk terlalu mudah untuk wanita yang memiliki niat jahat terhadap wanita yang tengah hamil. Apalagi wanita itu bukanlah wanit semabarang. Dia adalah seorang permaisuri yang harusnya memberikan contoh perilaku yang baik untuk rakyat biasa. Bagaimana bisa dia malah berbuat jahat seperti itu. Jadi dihukum mati baru lah hukuman yang pantas."
"Syuut..jangan terlalu keras. Meskipun yang kamu katakan itu benar, dia masih orang bermarga Zhu. Apa kamu tidak takut menyinggung keluarga Zhu jika kamu mengatakan hal seperti itu tentang anggota keluarga mereka?"
Mengabaikan pembicaraan rakyat biasa yang sibuk membahas masalah menjadi simpang siur, Pei Zhang Xi baru saja menutup mayat Zhu Man Xie yang belum dimasukkan ke dalam peti mati meskipun sudah diganti dengan pakaian serba putih. Pei Zhang Xi memeriksa mayat Zhu Man Xie dan memastikan apa yang didapatkan oleh bagian forensik yang telah melakukan tugasnya.
"Bagaimana kakak?" Pei Qin Yang memaki pakaian serba putih. Bagian belakang punggungnya ternoda darah yang masih basah dari bekas luka cambuk nya. Ia dibantu Kasim yang mengikutinya sejak kecil untuk berjalan dan berdiri. Menunggu Pei Zhang Xi selesai memeriksa mayat Zhu Man Xie.
"Membunuh dengan jarum? Apakah itu mungkin? Ah.... Bukankah hanya kakak ipar yang pernah melakukan nya? Sepertinya target sesungguhnya dari orang ini adalah kakak ipar."
"Ya. Meskipun saat kejadian kami berada di istana, tidak menutup kemungkinan akan ada orang yang mengarahkan pendapat rakyat bahwa Yu'er diam-diam mengajari orang dan meminta orang itu membunuh Nona Zhu untuk membalaskan dendam."
__ADS_1
"Tapi menurutku itu lebih dalam dari itu."
"Apa maksudmu?"
"Target orang ini bukanlah kakak ipar. Tetapi kakak. Orang itu mungkin ingin membuat semua orang berpikir jika kakak memiliki pasukan khusus untuk melakukan pemberontakan. Dengan begitu upacara resmi penobatan kakak Akan ditunda atau bahkan lebih parah dari itu."
"Itu artinya orang ini memang sudah merencanakannya dengan seksama. Jika kasus ini dibongkar, maka nama baik kediaman Raja Rui akan mendapat masalah. Tetapi jika kita memilih menutup mata atas penyebab sesungguhnya dari kematian nona Zhu ini, takutnya rakyat akan memiliki pemikiran jika hukuman cambuk yang diterapkan di istana adalah hukuman yang mengerikan."
"Lalu, apa yang akan kakak lakukan? Soal! Siapa sebenarnya orang ini yang bahkan begitu kejam menggunakan orang ya g dibunuhnya untuk menjebak orang! Sungguh memalukan."
"Meskipun kasus ini mungkin sulit ditangani, aku tidak akan membuatkan orang ini mendapat kan apa yang dia inginkan dengan memilih salah satu pilihan yang sama-sama berdampak buruk. Aku akan menemukan opsi lainnya dan akan mengungkapkan kejahatan ini."
*
*
__ADS_1
~#Permaisuri Tidak Ingin Mati_142#~
Please like, share, vote and comment 😊