
Kediaman Raja Wei berada di dalam ibukota yang hanya berjarak beberapa kilo dari istana sehingga mereka sampai di depan gerbang kediaman Raja Wei setelah mereka berkuda selama setengah jam, mereka akhirnya ssmapi..
Di zaman ini, batas antara pria dan wanita sangat jelas. Jaid meskipun Pei Zhang Xi dan Pei Qin Yang ikut ke kediaman Raja Wei untuk menjenguk Yun Ying, mereka berdua sama sekali tidak bisa bertemu bahkan memasuki halaman Yun Ying. Sebagai gantinya, mereka menunggu di dalam aula utama yang tidak begitu jauh dari halaman Yun Ying berada.
"Aku akan pergi melihat ke dalam dulu." Pei Wu Shan segera undur diri setelah memberi perintah pada pelayan untuk melayani kedua adik tirinya ini.
"Ya kakak kedua. Tolong sampaikan saja salam kami pada kakak ipar." Pei Qin Yang menganggukkan kepalanya
"Mmm. Tentu saja.".
Ke Mei Jia ikut ke halaman Yun Ying untuk melihat keadaannya. Pei Wu Shan sebenarnya telah memintanya untuk kembali ke halamannya sendiri namun ia menolak karena Ia ingin melihat sejauh mana Yun Ying jatuh kali ini.
Namun saat keduanya telah masuk ke dalam halaman, mereka mendengar suara teriakan Yun Ying yang histeris. Pei Wu Shan tidak berpikir dua kali saat ia berlari menghampiri Yun Ying sehingga dia bahkan melupakan Ke Mei Jia yang menggamit lengannya sejak awal.
Setelah Pei Wu Shan sampai di dalam kamar Yun Ying, ia melihat jika istrinya ini menangis seperti hampir gila. Lu Jing Yu dan Pei Shi Liang yang ada di dalam ruangan berusaha menenangkan kakak ipar mereka yang mulai kehilangan diri atas kondisinya. Lu Jing Yu terlihat juga ikut menangis sedih melihat kondisi Yun Ying yang seperti itu.
"Ying'er, Ying'er katakan padaku ada apa denganmu?" Pei Wu Shan tidak menghiraukan Yun Ying yang sedang melempar barang-barang dengan gila saat ia berteriak dengan marah dan segera menghampirinya untuk memeluknya dengan erat.
"Apa salahku? Apa salah bayiku? Bayiku bahkan masih belum berusia satu bulan di dalam kandunganku. Kenapa dia begitu tega? Hu hu hu..." Yun Ying menangis begitu keras. Ia menyandarkan kepalanya di dada Pei Wu Shan dan menumpahkan keluhannya padanya.
Lu Jing Yu menjelaskan padanya kemungkinan penyebab meninggalnya calon bayinya. Tabib kediaman juga telah mengkonfirmasi nya dan membenarkan apa yang dikatakan Lu Jing Yu. Jadi Yun Ying secara tidak sabar mulai menyalahkan Ke Mei Jia atas lenyapnya bayinya. Bagaimanapun sudah menjadi mnggangguhamba rahasia umum jika seorang selir akan berusaha untuk menaiki status dengan cara apapun bahkan jika harus mengorbankan seorang bayi yang bahkan belum lahir.
Setelah berpikir seperti itu, Yun Ying kehilangan kendali dan mulai mengamuk.
__ADS_1
"Kamu! Dasar ja-lang tidak tahu diri! Kamu benar-benar tidak punya hati!" Yun Ying yang melihat Ke Mei Jia yang baru saja masuk ke dalam ruangan menunjuknya dengan tajam. Matanya yang merah menatap Ke Mei Jia dengan tatapan ganas seperti ingin membunuh.
Pei Wu Shan tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Yun Ying sejak awal sangat terkejut saat melihat Yun Ying menatap Ke Mei Jia dengan tatapan permusuhan. Keadaan istrinya yang biasanya selalu lemah lembut berubah menjadi tidak terkendali sudah sangat membuatnya bingung, saat ini ditambah dengan tuduhan Yun Ying nb pada Ke Mei Jia. Ia merasa mengenal kedua istrinya ini dengan baik. Meskipun ia menikahi Ke Mei Jia belum sampai dua bulan, tetapi ia mengenal Ke Mei Jia sebagai gadis yang baik dan lembut. Dia juga gadis yang sangat nb tulus. Jadi bagaimana bisa Yun Ying menuduhnya seperti itu?
Pei Zhang Xi dan Pei Qin Yang mendengar keributan dan segera datang. Mereka datang tepat saat Yun Ying menunjuk Ke Mei Jia dengan tajam. Keduanya juga terkejut mendengar tuduhan Yun Ying pada selir kakaknya itu. Mereka telah lahir dan besar di dalam istana. Mereka mengerti betul bagaimana persaingan para wanita di dalam Harem. Jadi tanpa sadar keduanya menatap Ke Mei Jia dengan tatapan menyelidik. Mereka setidaknya telah mengenal Yun Ying namun mereka belum mengenal Ke Mei Jia.
Melihat tatapan Pei Zhang Xi dan Pei Wu Shan padanya yang tajam, Ke Mei Jia segera menutup mulutnya dengan terkejut. Ia mulai menangis dengan cara yang sangat alami. Ke Mei Jia pandai dalam mempermainkan perasaan orang lain dengan ekspresi wajahnya. Ekspresi wajahnya sangat menyakinkan. Bahkan dalam sekali pandang, orang akan memiliki pendapat jika Ke Mei Jia sedang ditindas dengan buruk.
"Hik hiks... Kakak, apa yang kakak katakan? Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kakak maksudkan?" Ke Mei Jia menu beberapa langkah sambil menekan dadanya dengan sedih. Wajahnya terlihat sangat tertekan.
"Jangan berpura-pura lagi kau ja-lang! Kamu lah yang telah melenyapkan bayiku! Aku sudah tahu semuanya. Jadi jangan berkelit lagi atau aku akan membunuhmu sekarang!" Yun Ying semakin marah melihat Ke Mei Jia maju. Ia meronta dari pelukan Pei Wu Shan. Ia mengulurkan tangannya untuk menyakiti Ke Mei Jia. Jika Pei Wu Shan tidak menahan tangan Yun Ying, vas bunga itu pasti tepat mengenai kepala Ke Mei Jia.
"Yang Mulia! Kenapa kamu melindungi nya? Dia telah membunuh bayi kita! Cepat bantu aku melampiaskan dendam bayi kita padanya!" Yun Ying sangat marah karena Pei Wu Shan menggagalkan upaya nya.
"Tidak Yang Mulia. Aku beritahu kamu. Dia sengaja membunuh bayi kita. Putri Mahkota sudah mengatakan jika kantong wangi yang dia berikan padaku lah yang menyebabkan kandunganku keguguran. Kamu! Bukti sudah ada di depan mata! Kamu tidak bisa menyangkalnya lagi! Dasar ja-lang! Aku akan membunuhmu karena kamu telah membunuh bayiku!" Teriak Yun Ying dengan keras.
"Apa?! Tidak Yang Mulia, aku tidak melakukan itu! Aku memang yang telah memberikan kantung wangi itu pada kakak. Tapi aku berani bersumpah jika tidak ada bahan yang membahayakan yang ada di sana. Ini pasti kesalahan pahaman." Ke Mei Jia kembali maju beberapa langkah saat ia menjelaskan dirinya. Pei Wu Shan tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.
Bibi Niang sendiri juga terkejut dengan apa yang dikatakan Yun Ying. Dia telah memeriksa dengan baik kantung wangi itu. Baru setelah memastikan jika kantong wangi itu bermasalah, ia membiarkan Ke Mei Jia memberikan kantong wangi itu pada Yun Ying. Jika tidak, dia tidak akan berani membahayakan keselamatan Yun Ying yang sedang mengandung.
"Yang Mulia, hamba rasa apa yang dikatakan Selir Ke benar. Mungkin ada kesalahan yang terjadi. Sebelum Selir Ke mengirim kantong wangi ini kepada Permaisuri, hamba telah memeriksanya secara pribadi dan bahkan membawanya pada biksu untuk didoakan. Jadi kantong wangi ini tidak mungkin bermasalah." Bibi Niang maju dna berbicara untuk mendukung ucapan Ke Mei Jia.
Setelah mendengarkan perkataan Yun Ying, memang muncul sedikit ketidakpercayaan pada perkataan Ke Mei Jia. Ia yakin jika Yun Ying tidak akan menuduh orang Tanpa alasan. Tapi setelah mendengar Bibi Niang membela Ke Mei Jia, Pei Wu Shan mulai meragukan keyakinannya. Apakah istrinya berbohong? Tidak! Dia sangat mengenal istrinya. Apakah itu benar seperti yang dikatakan Ke Mei Jia jika ini adlaah kesalahpahaman saja?
__ADS_1
Tanpa sadar, Pei Wu Shan memandang Lu Jing Yu dengan curiga. Apakah istri adik nya ini melakukan kesalahan saat memeriksanya? Atau apakah dia memang sengaja melakukannya untuk merusak hubungan baik antara Yun Ying dan Ke Mei Jia? Semua orang tahu jika dia tidak menyukai selir, apakah Dia memang berniat untuk merusak nama baik Selirnya?
Sampai pada kesimpulan itu, saat ini tatapan Pei Wu Shan saat memandang Lu Jing Yu menjadi tidak bersahabat. Dia juga bertanya dengan sinis padanya, "Putri Mahkota, tolong bicara dengan jelas di sini. Tolong jangan membuat keretakan dengan menaburkan benih perselisihan di keluarga kami."
Lu Jing Yu tidak percaya dengan reaksi Pei Wu Shan. Ia menatap tidak percaya kakak iparnya ini. Dia dulunya sangat lembut dan ramah. Bagaimana bisa dia berubah seperti ini sekarang?
"Kakak kedua apa maksudmu dengan menuduh Yu'er mencoba meretakkan hubungan keluarga kalian?" Pei Zhang Xi yang melihat jika Lu Jing Yu dituduh dengan kejam tidak terima.
"Putra mahkota, aku tahu jika kamu sangat mencintai istrimu. Tapi tolong jangan lindungi dia saat ia melakukan kesalahan atau dia akan menjadi kurang ajar!" Pei Wu Shan yang sudah tersulut emosi menatap Pei Zhang Xi dengan marah. Pei Zhang Xi mendengar perkataan Pei Wu Shan yang semakin tidak enak didengar dan mengepalkan tangannya. Ia menatap Pei Wu Shan dengan marah.
"Kalian berdua diam!"
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_280🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1
***