Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 271. Menyelidiki Xia Xi Lin


__ADS_3

Pei Zhang Xi sedang berada di dalam ruang kerjanya yang ada di dalam kediaman Raja Rui. Setelah Pei Zhang Xi diangkat menjadi Putra Mahkota dan tinggal di istana, kediaman Raja Rui telah beralih fungsi menjadi markas militer yang berada di bawah Pei Zhang Xi. Jadi Pei Zhang Xi masih akan pergi ke sana setidaknya dua kali seminggu. Pei Zhang Xi lebih memilih mengerjakan masalah yang penting di tempat ini karena masalah keamanan yang jelas terjaga.


Hari ini ia mengumpulkan semua anak buahnya untuk membahas mengenai rencana yang akan mereka lakukan untuk mengatasi masalah kaburnya Pei Zhong Min.


"Apa ada kabar dari orang itu?" Pei Zhang Xi bertanya pada Mo Ting.


"Sudah Yang Mulia, pagi ini orang itu mengirimkan surat." Saat berbicara, Mo Ting mengeluarkan surat yang berupa gulungan kecil dan menyerahkan surat itu pada Pei Zhang Xi. Sangat mudah ditebak jika surat itu dikirmkan dengan menggunakan burung sebagai perantara.


Pei Zhang Xi segera membuka surat itu dan membacanya. Setelah ia membaca surat itu, tangannya mengepal erat. "Rupanya mereka sudah tidak sabar untuk menunggu." Gumamnya dengan suara rendah. Namun karena ruangan itu sangat sunyi sejak awal, suara Pei Zhang Xi yang rendah bahkan terdengar dengan jelas.


Semua orang yang berkumpul di dalam ruangan semuanya adalah orang kepercayaan Pei Zhang Xi yang telah mengikuti nya sejak lama. Jadi tanpa Pei Zhang Xi harus menjelaskan dengan detail, mereka semua sudah mengerti apa yang dimaksud kan olehnya. Semua orang segera memiliki perubahan ekspresi wajah yang sangat jelas.


"Kalau mereka memang sudah sangat tidak sabar untuk menunggu kematian mereka, kita tidak boleh mengecewakan mereka." Ucap Pei Zhang Xi dengan suara yang menakutkan saat ia meremas surat di tangannya.


"Jenderal Yuan, segera persiapkan anak buahmu untuk menyambut mereka."


"Baik Yang Mulia." Jenderal Yuan segera mengakui perintah dan keluar dari ruangan untuk melaksanakan perintah yang diberikan Pei Zhang Xi untuk nya.


"Mo Ting, sampaikan pesanku pada orang itu, suruh dia melakukan apapun yang ingin mereka lakukan." Pei Zhang Xi menoleh dan berganti memberi perintah pada Mo Ting.


"Baik Yang Mulia." Mo Ting juga segera pergi setelah mengakui perintah.


"Mo Han, apa kamu sudah mendapatkan apa yang aku minta kamu selidiki tadi?"

__ADS_1


Pei Zhang Xi mengetahui jika Lu Jing Yu membawa pulang sepasang ibu dan anak ketika ia kembali ke istana siang ini dan segera meminta Mo Han untuk memeriksa identitas orang ini. Sebagai seorang yang telah tinggal di dalam istana sejak kecil, ia telah melihat berbagai macam trik yang berbeda setiap harinya, Pei Zhang Xi memiliki kewaspadaan yang lebih tinggi dari pada orang biasanya. Ia menyadari ketika semakin tinggi tingkatan status seseorang, maka semakin orang itu akan kesepian.


Perumpamaan mudahnya adalah saat seseorang hanyalah seorang rakyat biasa yang tidak memiliki status apapun di masyarakat, mereka dapat hidup dengan nyaman tanpa merasa khawatir akan ada orang yang menginginkan statusnya. Di mata orang seperti ini, yang paling mereka pikirkan adalah bagaimana cara mereka bisa terus hidup.


Namun sebaliknya, saat seseorang memiliki status yang tinggi, dia akan merasa khawatir setiap saat meskipun karena banyak orang yang mungkin berada di sekeliling nya, tidak ada jaminan bahwa mereka memperlakukannya dengan tulus. Orang seperti ini cenderung akan memiliki kecurigaan terhadap seseorang. Merasa takut jika orang-orang yang bahkan terbiasa di sekitarnya ternyata memiliki niat buruk pada mereka.


Tapi semua itu juga bukan salahnya. Dia hanya ingin memastikan keselamatannya. Apalagi jika sudah menyangkut keselamatan bagi orang-orang yang mereka sayangi dan pedulikan.


"Wanita yang dibawa pulang oleh Yang Mulia Putri Mahkota semuanya bersih Yang Mulia. Dia hanyalah warga biasa yang tidak memiliki hubungan dengan pihak manapun setidaknya dalam satu bulan belakangan." Mo Han melaporkan hasil penyelidikan nya. Lagipula untuk mendapatkan informasi mengenai warga biasa seperti Xia Xi Lin adalah hal yang sangat mudah untuk Mo Han.


"Hmm. Kalau begitu biarkan saja dia tinggal. Yu'er pasti memiliki alasannya sendiri." Pei Zhang Xi mengangguk paham.


Xia Xi Lin di bawa ke sebuah kamar yang berada di bagian samping dari istana timur. Setiap kamar biasanya diisi dua hingga tiga pelayan, namun karena Xia Xi Lin harus tinggal dan merawat putrinya juga, ia diberikan satu kamar sendiri. Sepanjang perjalanan ke kamar, Shi Ma telah memberitahunya apa-apa saja yang perlu diperhatikan selama ia tinggal di istana timur. Shi Ma juga memberitahu nya bahwa ada beberapa tempat yang tidak bisa dia masuki sembarangan seperti ruang kerja Pei Zhang Xi dan kamar utama. Selain itu, beberapa tempat penting juga tidak bisa dimasuki pelayan begitu saja. Xia Xi Lin segera mengerti dan mengingatnya dengan benar.


"Baik nona Shi." Xia Xi Lin mengangguk.


"Baguslah. Aku masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan. Untuk hari ini beristirahat dulu di kamar ini. Untuk semua perlengkapan sehari-hari nanti akan diantarkan oleh pelayan."


"Terima kasih banyak. Saya berjanji akan mengingat semua kebaikan ini dengan baik."


"Itu bagus."


"Nona Shi, bisakah aku menanyakan satu hal?" Xia Xi Lin mengaitkan tangannya saat bertanya. Ia benar-benar tidak bisa menahan rasa penasarannya lagi.

__ADS_1


"Tentang apa?" Shi Ma mengangguk dan bertanya. Lu Jing Yu memberitahunya untuk memperlakukan wanita yang dibawanya pulang ini dengan baik. Jadi dia tidak berani mengabaikannya.


"Bisakah aku mengetahui siapa nyonya yang baik tadi?" Xia Xi Lin bertanya dengan malu-malu. Mereka sudah cukup lama bertemu dan bahkan berbagi kereta yang sama sepanjang jalan. Wanita penyelamatnya sudah mengetahui namanya, namun dia tidak mengetahui apapun mengenai penyelamatnya, ini memalukan...


"Dia adalah Yang Mulia Putri Mahkota Kekaisaran Shao. Lu Jing Yu." Shi Ma menjawab dengan tegas. Ia tidak berniat menyembunyikan identitas Lu Jing Yu. Lagipula jika Xia Xi Lin mengetahuinya juga bukan hal yang buruk dan bahkan lebih baik. Dengan begitu, wanita ini bisa memposisikan dirinya dengan benar.


Xia Xi Lin sudah menduga jika identitas Lu Jing Yu tidaklah rendah, tapi ia tidak menyangka jika penyelamatnya adalah Putri Mahkota Kekaisaran Shao sehingga dia masih sangat terkejut mendengar jawaban Shi Ma.


"Sekarang kamu sudah tahu. Yang Mulia memang orang yang sangat baik yang selalu bersedia mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain. Jadi tolong hargai apa yang dilakukan Yang Mulia dengan tidak pernah mengecewakan dan mengkhianatinya." Ucap Shi Ma dengan serius. Shi Ma memang belum cukup lama melayani Lu Jing Yu, ia baru melayani Lu Jing Yu saat berada di istana timur, namun hanya dalam waktu sebentar saja ia sudah mengetahui orang seperti apa Lu Jing Yu dan dia sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk melayani Lu Jing Yu.


"Ya. Saya berjanji saya tidak akan pernah mengecewakan apalagi mengkhianati Yang Mulia." Xia Xi Lin mengangguk tanpa ragu. Lagipula dia telah memantapkan tekadnya ketika ia mengikuti Lu Jing Yu untuk pertama kalinya.


*


*


*


🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_271🐣


Terima Kasih sudah mampir😘


Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏

__ADS_1


Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉


__ADS_2