
Melihat Yun Ying yang tersenyun seperti biasa, Lu Jing Yu merasa sedikit lega bahwa Yun Ying tidak berada dalam kondisi terpuruk seperti yang dipikirkannya. Lu Jing Yu sangat bersyukur untuk itu.
Namun baru saja ia akan menyapa kakak iparnya, telinganya mendengar suara yang lembut dan manis seorang gadis membuatnya mengerucutkan bibirnya saat matanya menangkap sosok cantik yang berdiri di samping. Yang sejak awal tidak dia perhatikan keberadaan nya.
"Hamba Ke Mei Jia memberi hormat kepada Yang Mulia Putri Mahkota." Ucap Ke Mei Jia dengan membungkukkan tubuhnya. Suaranya yang jernih membuat semua orang tidak bisa mengabaikannya. Saat pemberitahuan kunjungan Lu Jing Yu sampai kemarin, sebagai anggota kediaman Raja Wei, ia juga diberitahu untuk ikut menyambutnya. Yun Ying sendiri yang bahkan menyampaikan kabar itu padanya dan memintanya untuk ikut menemaninya menyambut Lu Jing Yu. Tentu saja Ke Mei Jia sangat senang atas undangan itu. Dia telah bersiap sejak pagi untuk ikut menyambut Lu Jing Yu meskipun ia mengetahui jika kunjungan Lu Jing Yu adalah untuk mengunjungi Yun Ying dan bukan dirinya.
Bukan rahasia jika Lu Jing Yu pasti tidak menyukainya karena diketahui secara umum jika Lu Jing Yu adalah satu-satunya wanita yang berani melarang suaminya memiliki wanita lain secara terbuka. Jadi, pada seorang selir seperti dirinya, Lu Jing Yu sudah pasti telah mengembangkan rasa tidak suka. Namun, itu tidak masalah untuknya.
Ke Mei Jia yakin dengan penampilan nya, ia akan dengan mudah mampu merubah pandangan Lu Jing Yu padanya dan mampu menggeser superioritas Lu Jing Yu terhadap Yun Ying.
Penampilan nya halus dan manis. Membuat tidak ada orang yang akan mampu mengabaikannya. Dia juga pandai mengambil hati orang lain. Terbukti, Pei Wu Shan yang bahkan pada hari pertama pernikahan mereka mengabaikannya, dua hari terakhir selalu bermalam di tempatnya. Dengan ini saja telah menunjukkan kemampuannya yang nyata.
Jadi, jika untuk memenangkan hati Pei Wu Shan yang menurut kabar sangat mencintai permaisurinya, tidak mungkin ia tidak mampu mengambil hati Lu Jing Yu.
Melihat Ke Mei Jia yang membungkukkan tubuhnya dengan pantas, Lu Jing Yu mengerutkan keningnya. Yun Ying saja belum memperkenalkannya padanya, atas dasar apa dia melakukannya terlebih dahulu berdasarkan statusnya di kediaman ini? Heh! Lu Jing Yu mencibirnya. Dengan sengaja tidak kunjung membiarkannya berdiri. Sebagai gantinya, Lu Jing Yu berjalan menuju Yun Ying yang terkejut melihat Lu Jing Yu mengabaikan Ke Mei Jia dan bahkan membiarkannya terus membungkuk.
"Yun Ying memberi hormat kepada Yang Mulia Putri Mahkota." Yun Ying membungkuk seperti yang dilakukan Ke Mei Jia. Namun perbedaannya adalah Lu Jing Yu yang dengan buru-buru mengangkatnya berdiri.
"Kakak ipar. Kita adalah satu keluarga, tidak perlu berdiri di atas upacara. Apalagi saat ini kita tidak berada di istana kan?" Ucap Lu Jing Yu sambil terus tersenyum. Benar-benar mengabaikan keberadaan Ke Mei Jia, yang masih membungkuk. Senyum di wajah gadis itu sudah lama menghilang.
__ADS_1
"Meskipun begitu, kita tidak bisa melupakan adat dan tanggung jawab. Menurut status, aku masih harus membungkuk jika bertemu denganmu."
"Ah... Kakak ipar, jika kamu terus melakukan hal ini padaku di masa depan, aku tidak akan lagi mau bertemu dengan mu. Huh!" Lu Jing Yu memalingkan wajahnya saat ia mendengus kesal.
"Hahahaha. Baiklah-baiklah. Aku memang tidak akan pernah bisa menang jika berdebat dengan mu. Kalau begitu, aku akan mulai belajar untuk nakal di masa depan."
"Hem. Tidak masalah. Aku sangat menantikannya." Lu Jing Yu mengerlingkan mata kanannya.
"Ehem. Yang Mulia Putri Mahkota, selir Ke sudah membungkuk cukup lama. Bukankah seharusnya Yang Mulia mengizinkannya berdiri sekarang?" Melihat Lu Jing Yu yang mengabaikan Ke Mei Jia, bibi Niang segera maju dan berbicara dengan hati-hati.
Mendengar suara di belakangnya, Lu Jing Yu berbalik dan melihat Bibi Niang yang berdiri di depan Ke Mei Jia yang terlihat hampir menangis. Membungkuk untuk waktu yang cukup lama tentu saja akan membuat punggung wanita manapun sakit. Dan itulah yang dirasakan Ke Mei Jia saat ini. Apalagi wanita itu tumbuh dengan sendok emas di mulutnya yang tidak pernah mengalami Sedikit pun kesulitan. Membungkuk seperti itu hampir bisa menghancurkan tulang punggung nya.
"Putri Mahkota, ini salahku yang tidak mengajari orang di kediaman ini bersikap sopan. Tolong maafkan Selir Ke kali ini. Seharusnya aku lah yang memperkenalkan ya padamu sejak awal." Yun Ying melirik Ke Mei Jia dengan tatapan rumit. Jujur, ia masih belum bisa menentukan sikapnya padanya.
"Kakak ipar, tidak apa-apa. Jangan salahkan dirimu sendiri untuk menutupi kesalahan orang lain. Lagipula, Bukankah seorang selir memang seperti itu? Kita tidak perlu menyalahkannya untuk sikap kurang ajarnya karena dia hanyalah seorang selir." Lu Jing Yu membuat semuanya jelas. Jika dia mnyukai seseorang, ia akan menunjukkan dengan sangat jelas. Begitu juga saat ia membenci seseorang, dia juga akan menunjukkannya seterang siang hari. Dan untuk wanita seperti Ke Mei Jia ini, Meskipun jika dia bukanlah selir di kediaman Raja Wei, ia masih tidak akan merubah pendapatnya padanya yang bahwa ia tidak menyukainya...
Mendengar setiap perkataan Lu Jing Yu yang terus mengingatkan statusnya yang hanya seorang selir, Ke Mei Jia mengepalkan tangannya. Punggungnya rasanya mau patah dan sekarang kesabarannya harus dicoba. Senyum Ke Mei Jia membeku.
"Hei! Bagaimana aku bisa begitu pikun hari ini. Aku bahkan masih belum membiarkan Selir Ke bangun. Yah. Tunggu apa lagi, Silahkan bangun selir Ke. Maafkan aku karena telah membautmu membungkuk terlalu lama. Kamu tidak akan menyalahkanku kan?" Lu Jing Yu berkata dengan ejekan di dalam matanya.
__ADS_1
"Terima kasih atas berkah Yang Mulia Putri Mahkota, hamba tentu saja tidak akan berani menyalahkan Yang Mulia. Apalagi karena hamba mengerti karena hamba yang bersalah. Sebaliknya, mohon maafkan hamba yang tidak sabar ingin segera menyapa Yang Mulia." Ke Mei Jia berdiri dibantu oleh bibi Niang.
Setelah membungkuk cukup lama, punggung Ke Mei Jia terasa kaku dan nyeri saat ia dipulihkan.
"Oh seperti itu. Baiklah kalau begitu, aku sudah membuatmu membungkuk cukup lama, bagaimana jika kamu ikut kami mengobrol saja?" Tawaran Lu Jing Yu terlihat tulus, namun sebenarnya sebuah niat tersimpan di dalam.
"Tentu saja Hamba bersedia Yang Mulia. Dapat berbincang-bincang dengan Kakak dan Yang Mulia Putri Mahkota adalah sebuah berkah bagi Mei Jia." Ke Mei Jia selalu tahu bagaimana bersikap, meskipun ia menyadari bahwa ajakan Lu Jing Yu sebenarnya tidak sesederhana itu.
*
*
🐣 Permaisuri Tidak Ingin Mati_237🐣
Terima Kasih sudah mampir😘
Mohon maaf jika menemukan banyak kesalahan baik dari segi pengetikan atau penggunaan bahasa. 🙏
Mohon dukungannya dengan cara Vote, Like, rate dan komentarnya 😉
__ADS_1