Permaisuri Tidak Ingin Mati

Permaisuri Tidak Ingin Mati
Bab 186


__ADS_3

Suara nyanyian merdu yang memanjakan telinga bergantian lenggak lenggok tubuh yang indah. Ada juga yang menampilkan puisi, memainkan alat musik yang dikuasainya ataupun melukis di tempat. Semua penampil menyuguhkan penampilan yang elegan. Khas dengan selera para bangsawan yang tampil mewah tanp berlebihan.


Tepuk tangan bergema setiap kali seorang gadis atau pemuda menampilkan kebolehannya dalam hal kesenian. Semua orang layak mendapatkan apresiasi.


"Baru saja asalah penampilan dari Putri Yue Li Shan dari kekaisaran Xing. Sungguh penampilan yang memukau. Mari kita bertepuk tangan untuk nya." Kasim Tian yang memimpin acara unjuk bakat berdiri di depan setelah seorang gadis cantik selesai memainkan seruling dengan sangat merdu.


"Setelah ini mari kita sambut penampilan dari Putri Pei Xiang Ming. Putri Pei Xiang Ming, silahkan maju untuk menampilkan bakat anda." Kasim Tian mengocok ekor kudanya dan melambaikannya untuk mempersilahkan Pei Xiang Ming datang.


Pei Xiang Ming telah berganti kostum dengan gaun berwarna biru muda yang terlihat anggun namun lebih sederhana dari gaun yang dikenakannya sebelumnya. Namun gaun itu akan sangat cocok dengan lagu yang akan dimainkannya. Pei Xiang Ming membawa Sittarnya di tangannya dengan hati-hati. Ia berjalan dengan anggun diikuti oleh pelayan setianya. Lalu setelah ia sampai di tengah arena pertunjukan, ia berhenti. Menyapa Kaisar dan para tamu undangan sebelum memulai aksinya.


"Malam ini izinkan saya memainkan sebuah lagu yang bermakna kesederhanaan dan pengharapan. Saya berharap dengan diangkatnya Putra Mahkota, masa depan Kekaisaran ini akan semakin baik dan berjaya." Pei Xiang Ming berkata setelah ia duduk di depan Sittar dengan anggun. Ia memandang Kaisar Pei An Long yang tersenyum bangga padanya. Bakat Pei Xiang Ming di bidang ini tidak ada tandingannya di Kekaisaran Shao.


"Kamu bisa memulainya sekarang Putri ku." Kaisar Pei An Long melambaikan tangannya.


"Terima kasih Ayah Kaisar. Semoga kemampuan saya yang biasa-biasa saja mampu menghibur Ayah Kaisar dan semua tamu undangan yang terhormat." Setelah mengucapkan kalimat terakhir, Pei Xiang Ming segera memulai aksinya.

__ADS_1


Pertama-tama, ia menggerakkan jarinya yang lentik dan indah di atas senar dengan lembut. Menimbulkan suara yang merdu dan lembut. Setiap nada tersusun dengan rapi menghasilkan nada-nada yang sangat indah. Lalu saat suara Pei Xiang Ming yang merdu terdengar, semua orang tertegun dela beberapa saat seyelahereka tenggelam di dalam keindahan yang menyatu dengan sempurna.


Lalu saat semua orang mulai tenggelam dalam kelembutan irama dan lagu, irama semakin meningkat. Gerakan jari yang lemah lembut secara bertahap bergerak semakin cepat dan lincah. Ke sepuluh jari Pei Xiang Ming seakan menari dengan indah di atas senar Sittar. Lagu yang dihasilkan berubah menjadi semangat. Melodi yang semakin meningkat sesuai dengan lagu yang dinyanyikan dengan suara merdu Pei Xiang Ming.


Lagu yang dibawakan Pei Xiang Ming sesuai dengan harapan para rakyat untuk Pei Zhang Xi. Sebagai seorang Putra Mahkota yang dipersiapkan untuk menjadi Kaisar di masa depan. Pei Zhang Xi juga harus memiliki sifat dan sikap yang baik. Berbudi luhur dan menghormati para tetua sebagai panutan. Seorang Putra Mahkota haruslah menjaga profil yang rendah yang tidak mencerminkan sikap arogansi yang sangat dibenci oleh rakyat.


Namun bukan hanya kesederhanaan dan Budi luhur yang harus dimiliki oleh seorang Putra Mahkota, melainkan semangat juang. Seorang Putra Mahkota diharapkan tidak hanya mampu dalam mengelola pemerintahan melainkan menjaga kedaulatan dan keamanan negaranya. Untuk itu seorang Putra Mahkota juga diharuskan mampu mengkoordinir suatu pasukan demi menjaga perdamaian.


Saat nada-nada mencapai masa tinggi, semua orang secara tidak sadar merasa semangat mereka meningkat. Dalam sekejap mereka merasa jika saat ini mereka diharuskan pergi berperang pun mereka tidak akan berpikir dua kali untuk menerimanya dan segera pergi berperang.


Sepertiga lagi terkahir, nada-nada yang tinggi kembali menurun secara bertahap. Salah satu sifat yang dimiliki Kaisar yang juga harus dimiliki oleh seorang Putra Mahkota adalah sifat welas asih terhadap rakyatnya. Di dalam mengambil sebuah keputusan, seorang Kaisar harus mempertimbangkan kepentingan Rakyatnya terlebih dahulu dibandingkan dengan apapun bahkan kepentingan keluarganya sendiri.


Semua orang begitu hanyut dalam penampilan yang sangat memukau. Mereka hampir tidak sadar jika Pei Xiang Ming telah memainkan Sittarnya lama dan sudah mencapai akhir dari lagu tersebut. Mereka baru tersadar setelah petikan terakhir terdengar. Lalu tanpa diminta, riuh tepukan tangan terdengar begitu ramai.


"Terima kasih banyak." Pei Xiang Ming berdiri untuk memberikan hormat sebelum meninggalkan arena unjuk bakat untuk kembali ke tempat duduknya.

__ADS_1


"Sungguh pertunjukan yang sangat indah. Hamba sangat beruntung dapat mendengar dan melihat penampilan yang begitu sempurna. Tuan Putri Pei Xiang Ming benar-benar bakat yang langka. Selain ahli dalam memainkan Sittar dengan sangat baik, suara Tuan Putri Pei Xiang Ming juga sangatlah merdu." Seseorang berdiri dan menangkupkan tangannya.


"Terima kasih atas pujian Perdana menteri Du'an. Di Kekaisaran ini, bakat dalam memainkan Sittar dan menyanyi Ming'er memang adalah yang terbaik. Zhen juga sangat bangga padanya." Kaisar Pei An Long menatap Pei Xiang Ming dengan lembut.


"Ayah terlalu memuji. Namun ayah Kaisar, putri ayah yang berbakat bukan hanya Ming'er. Akan tidak adil jika ayah Kaisar menyebut Ming'er sebagai bakat terbaik tanpa melihat penampilan dari Putri ke Delapan." Saat ia berbicara, ia melirik pada Pei Shi Liang yang duduk di kursi tunggu. Putri ke Sepuluh sudah tampil sebelumnya namun memang tidak sebanding dengan penampilan Pei Xiang Ming.


Pei Shi Liang mengerti niat Pei Xiang Ming. Ia ingin mempermalukan dirinya. Pei Shi Liang selalu tidak menyukai perdebatan antara para gadis. Dia biasanya akan menghindari masalah seperti ini jika ia bisa. Ia tidak ingin memiliki banyak musuh yang merepotkan. Namun ia tidak mengerti untuk apa Pei Xiang Ming menargetkan nya kali ini padahal sebelumnya ia akan dianggap tidak ada.


"Oh Ming'er benar. Bagaimana Yang Mulia bisa menilai ketika Liang'er belum menunjukkan bakatnya pada kita. Liang'er, bagaimana menurutmu?" Ratu Zhu juga tersenyum dan melirik Pei Shi Liang.


*


*


~🍀 Permaisuri Tidak Ingin Mati_186🍀~

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


Jangan lupa tinggalkan jejak 👣 like 👍 komentar 📝 vote 🌟


__ADS_2